Breaking News:

BATAM TERKINI

Belajar Tatap Muka di Batam, SMPN 50 Tunggu Persetujuan Disdik hingga Respons Orang Tua

SMPN 50 Batam siap menggelar belajar tatap muka.Pihak sekolah telah memenuhi persyaratan untuk belajar tatap muka.Tinggal tunggu persetujuan Disdik

Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Ian Sitanggang
Belajar Tatap Muka di Batam, SMPN 50 Tunggu Persetujuan Disdik hingga Respons Orang Tua. Foto pintu gerbang SMPN 50 Batam 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Belajar Tatap Muka di Batam, SMPN 50 Tunggu Persetujuan Disdik hingga Respons Orang Tua.

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 50 Batam siap menggelar belajar tatap muka di sekolah.

Hal ini disampaikan Kepala SMPN 50 Batam, Darsudi.

Diketahui SMPN 50 Batam terletak di kawasan Tunas Regency, Kelurahan Sei Binti, Kecamatan Sagulung, Batam.

Saat ini jumlah siswa di sana sebanyak 800 orang.

Baca juga: SETAHUN Belajar Online, DPRD Batam Dorong Sekolah Buka Belajar Tatap Muka

Baca juga: MASIH Zona Merah, Sekolah di Kecamatan Batam Kota Tetap Boleh Belajar Tatap Muka

Lantas bagaimana dengan sistem belajar tatap muka di SMPN 50 Batam?

"Sistemnya nanti murid akan belajar secara gelombang, dengan kuota 50 persen," kata Darsudi, Rabu (17/2/2021).

Ia melanjutkan, pihak SMPN 50 Batam sudah memenuhi persyaratan belajar tatap muka seperti yang diminta oleh Tim Gugus Tugas Covid-19.

"Tim Covid-19 sudah melakukan survei ke sekolah. Informasi yang kita peroleh, pihak dinas masih melakukan verifikasi persyaratan," kata Darsudi.

Ia mengatakan, persyaratan utama untuk belajar tatap muka ini adalah persetujuan orang tua.

"Jadi hal itu sudah kita penuhi. Memang masih banyak orang tua yang tidak setuju pembelajaran tatap muka. Jadi hal itu kita akomodir juga," kata Darsudi.

Ia mengatakan pertimbangan saat ini yang paling berat adalah anak didik yang harus menggunakan transportasi umum ke sekolah.

"Ini yang paling susah. Jadi orang tua yang menginginkan anaknya belajar tatap muka, kita juga minta kesiapan mereka untuk mengantar anaknya ke sekolah," ujarnya.

Pasalnya, jika menggunakan angkutan umum risikonya sangat tinggi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved