Minggu, 7 Juni 2026

BATAM TERKINI

Sekolah Tatap Muka Bakal Digelar, Ini Pesan Anggota DPRD Batam Terutama untuk Sekolah Negeri

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Aman, S.Pd, mengharapkan proses belajar mengajar tatap muka dapat segera dilaksanakan kembali. Ini pesannya.

Tayang:
TribunBatam.id/Rahma Tika
Ilustrasi sekolah tatap muka selama pandemi. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sekolah tatap muka di wilayah Mainland Kota Batam masih belum dimulai secara efektif.

Pasalnya, saat ini tim dari Dinas Pendidikan Kota Batam masih melakukan tahap verifikasi.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, kini sudah ada sekitar 32 SMP yang lolos kualifikasi pada tahap verifikasi tersebut. 

Namun beberapa di antaranya masih harus melengkapi syarat-syarat lainnya.

"Sampai sekarang masih berjalan verifikasinya. Tapi memang dari hasil verifikasi, ada beberapa sekolah yang harus melengkapi persyaratannya," ujar Hendri Arulan beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Aman, S.Pd, mengharapkan proses belajar mengajar tatap muka dapat segera dilaksanakan kembali.

Tetapi, pihaknya sangat menekankan diterapkannya protokol kesehatan ketat sesuai arahan surat keputusan bersama (SKB) 4 Menteri.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Tingkat SMA/SMK di Kepri, Kadisdik: Persetujuan Orang Tua Penting

"Protokol kesehatan menjadi bagian yang sangat penting. Ketika sekolah tatap muka dilaksanakan tanpa prokes dengan baik, kami khawatirkan akan ada klaster," ujar Aman.

Aman mengakui, sebelumnya Komisi IV DPRD Kota Batam juga telah menggelar rapat membahas tentang rencana sekolah tatap muka.

Ia menjelaskan, kini sudah banyak sekolah-sekolah swasta yang mulai melengkapi syarat-syarat untuk sekolah tatap muka.

Namun, Aman menilai, pembelajaran tatap muka mungkin saja lebih mudah dilaksanakan bagi sekolah swasta.

Hal ini dikarenakan jumlah siswa di sekolah swasta tidak sebanyak sekolah negeri.

Dengan demikian, pengaturan jumlah rombel dan jadwal belajar pun dapat ditetapkan dengan mudah.

"Kami harapkan pada pelaksanaannya jadwal rombel ini bisa dipisah dan dibatasi jumlah muridnya. Selain itu, pelaksanaannya bisa dengan cara pembagian shift atau harinya bergantian," jelas Aman.

Aman mengimbau pihak sekolah agar mempersingkat durasi pelajaran menjadi hanya 3 jam dalam sekali pertemuan.

Alternatif lainnya, sekolah tatap muka juga dapat dilaksanakan maksimal tiga hari dalam seminggu.

"Usai kegiatan di sekolah, anak-anak kita juga perlu diperhatikan dan dikawal sampai pulang ke rumah. Sebisa mungkin tidak ada yang jajan di luar, dan bahkan tidak ada jam istirahat," tegas Aman. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved