Rabu, 29 April 2026

BERITA POPULER

Berita Populer Kepri, Rumah Warga Miskin Bakal Ditempel Stiker Khusus hingga Kisah Ationg

Ada beberapa kejadian di Kepri menarik pembaca Tribun Batam, Kamis (18/2). Di antaranya Rumah warga miskin di Batam bakal ditempel stiker khusus

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id/SON
Berita Populer Kepri, Rumah Warga Miskin Bakal Ditempel Stiker Khusus hingga Kisah Ationg. Ilustrasi Berita Populer TRIBUNBATAM.id 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Berita populer Kepri hari ini, Kamis  (18/2/2021), Rumah Warga Miskin di Batam Bakal Ditempel Stiker Khusus.

Kemudian, PROFIL Pj Gubernur Kepri Suhajar Diantoro, Putra Karimun Pernah Jabat Rektor IPDN.

Berikutnya, Kisah Ationg, Jadi Korban PHK di Batam Kini Urus Usaha Ikan Asin Keluarga di Karimun.

Beberapa kejadian di Kepri, termasuk Batam menarik perhatian pembaca.

TRIBUNBATAM.id merangkum beberapa berita populer sebagai berikut:

1. Rumah Warga Miskin di Batam Bakal Ditempel Stiker Khusus   

Pemerintah bakal melakukan pendataan kembali warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) .

Dan saat ini, pemerintah menggelar rapat koordinasi program perlindungan dan jaminan sosial, kegiatan pengelolaan data fakir miskin cakupan daerah kabupaten/kota tahun 2021 Kota Batam di Aula Engku Hamidah Kantor Walikota Batam, Rabu (17/2/2021) lalu.

Di hadapan pencacah, TKSK, lurah dan camat se-Kota Batam, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan kebijakan yang tepat sasaran selalu didukung data yang benar. Kalau data salah kebijakan akan tidak tentu arah.

"Kita ini harus berangkat dari data yang benar, agar kebijakan tak diambil seolah meraba dalam gulita," kata Amsakar.

Ia menginginkan persoalan data fakir miskin harus terselesaikan.

Dalam hal ini pencacah menjadi lini terdepan mewujudkan target tersebut.

Selain itu, ia berharap koordinasi antara pencacah, TKSK, lurah hingga camat terus dilakukan dengan baik.

Baca juga: Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan Pilkada Batam, Rudi : Ayo Kembali Bersatu Untuk Batam

"Saya ingin capaian validasi data jelas by name by addres. Data yang ada dari pencacah diketahui lurah maupun camat, bukan hanya diketahui pencacah saja. Ketepatan validasi data agar  jangan sampai ada kontroversi data di kalangan bawah," ujarnya.

Amsakar juga meminta warga yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) harus siap dipasangi stiker khusus yang menandakan mereka terdaftar sebagai warga miskin.

"Siapkan stikernya dan warga yang datanya ada di DKTS akan dipasangi stiker di rumahnya," imbuhnya.

Jalannya diskusi dipandu langsung Sekda Batam Jefridin.

Rapat tersebut diwarnai ragam harapan dari pencacah, seperti pengadaan laptop bagi pencacah, perbaikan mutu aplikasi dan lain-lain.

Kepala Dinsos Batam Hasyimah dalam arahanya hampir sama dengan yang disampaikan Amsakar.

Pencacah harus bekerja dengan data yang benar, pencacah diminta terus koordinasi dengan lurah dan camat, dan yang tak kalah penting jangan sampai tak kenal juga TKSK.

"Data validasi dan verifikasi tidak bisa hanya diketahui pencacah saja, harus diketahui  camat juga," imbuh Hasyimah.

2. PROFIL Pj Gubernur Kepri Suhajar Diantoro, Putra Karimun Pernah Jabat Rektor IPDN

Suhajar Diantoro kini mengemban tugas sebagai Penjabat atau Pj Gubernur Kepri.

Sosok Suhajar Diantoro bagi warga Kepri sudah tidak asing lagi.

Birokrat yang merupakan alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (D3) dan Institut Ilmu Pemerintahan (S1) ini telah menapaki karirnya dari bawah.

Suhajar merupakan anak ke 4 dari 9 bersaudara. Dilahirkan pada tahun 1964 dari pasangan Yem bin Kasno dan Fatimah binti Dasuki.

Nama Suhajar Diantoro terinspirasi dari Ki Hadjar Dewantara dan hari lahirnya yang bertepatan dengan hari pendidikan nasional yaitu 2 Mei.

Yem merupakan seorang petani karet, hal ini membuat Suhajar harus mulai bertani sejak kelas 3 SD.

Pelantikan Suhajar Diantoro sebagai Pj Gubernur Kepri oleh Mendagri Tito Karnavian di Kemendagri Jakarta, Kamis (18/2/2021).
Pelantikan Suhajar Diantoro sebagai Pj Gubernur Kepri oleh Mendagri Tito Karnavian di Kemendagri Jakarta, Kamis (18/2/2021). (TribunBatam.id/Istimewa)

Ketika itu, setiap pukul 3 pagi Suhajar sudah harus bangun untuk membantu bapaknya di kebun.

Kehidupan yang sulit tidak menyurutkan keinginan Suhajar untuk berprestasi. Sejak SMP, Ia sudah menonjol dibandingkan siswa-siswa yang lain.

Prestasinya dibidang akademik membuat ia berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA di kota Pekanbaru, yaitu SMA Negeri 2 Pekanbaru.

Suhajar melewati masa-masa SMA sambil bekerja. Mulai dari menjadi takmir masjid sampai berjualan es, Ia lakukan untuk bertahan hidup di kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Tamat dari SMA, Suhajar masuk ke Fakultas Perikanan Universitas Riau sebelum diterima di Akademi pemerintahan Dalam Negeri (APDN).

Suhajar menyelesaikan pendidikannya di APDN pada tahun 1987.

Karena nilainya yang tinggi, Suhajar berkesempatan untuk melanjutkan kuliah S1 di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP).

Baca juga: Suhajar Diantoro Pj Gubernur Kepri, Gantikan Tugas TS Arif Fadillah Pimpin Kepri Sementara

Baca juga: Baru Serahkan SK Plh Bupati Bintan, Plh Gubernur Kepri Mendadak Serahkan SK Lagi, Mengapa?

Pelantikan Suhajar Diantoro sebagai Pj Gubernur Kepri oleh Mendagri Tito Karnavian di Kemendagri Jakarta, Kamis (18/2/2021).
Pelantikan Suhajar Diantoro sebagai Pj Gubernur Kepri oleh Mendagri Tito Karnavian di Kemendagri Jakarta, Kamis (18/2/2021). (TribunBatam.id/Istimewa)

Sembari menunggu mulai perkuliahan, Suhajar menjalankan dinas sebagai Staf Protokol Provinsi Riau.

Pada tahun 1990, Suhajar melanjutkan pendidikannya di IIP.

Suhajar pernah menjabat sebagai Sekretaris Camat, hingga dipercaya untuk menjadi pemimpin tertinggi bagi para birokrat di Pemprov Kepri sebagai Sekdaprov Kepri.

Ketika itu, ia dilantik pada 23 Februari 2011.

Prestasinya yang cemerlang di daerah membuat Suhajar Diantoro dipercaya untuk memperbaiki institusi yang membesarkan namanya.

Tak sampai di situ, setelah dari Kepri, pada Juli 2013, Suhajar Diantoro resmi menjadi Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri.

Selama 2 tahun masa jabatannya sebagai Rektor IPDN.

Suhajar Diantoro Pj Gubernur Kepri, Gantikan Tugas TS Arif Fadillah Pimpin Kepri sementara. Foto Pj Gubernur Kepri Suhajar Diantoro.
Suhajar Diantoro Pj Gubernur Kepri, Gantikan Tugas TS Arif Fadillah Pimpin Kepri sementara. Foto Pj Gubernur Kepri Suhajar Diantoro. (TribunBatam.id/Istimewa)

Berikut riwayat pendidikannya dari sumber Wikipedia.

- Sekolah Dasar Negeri Tanjung Batu, Kepulauan Riau (1977).

- Sekolah Menengah Pertama Negeri Tanjung Batu, Kepulauan Riau (1980).

- SMA Negeri 2 Pekanbaru (1983).

- D3 Akademi Pemerintahan Dalam Negeri Pekanbaru (1987).

- S1 Ilmu Sosial Politik Institut Ilmu Pemerintahan Jakarta (1990).

- S2 Universitas Airlangga Surabaya (2003).

- S3 Ilmu Sosial BKU Ilmu Pemerintahan PPs Universitas Padjadjaran Bandung (2011).

Sekjen BNPP Suhajar Diantoro didampingi Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP Cakhyo Dipo Alam saat meninjau persiapan Gerbangdutas di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (5/3/2020).
Sekjen BNPP Suhajar Diantoro didampingi Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP Cakhyo Dipo Alam saat meninjau persiapan Gerbangdutas di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (5/3/2020). (TribunBatam.id/Rahmatika)

Gantikan TS Arif Fadillah Pimpin Kepri Sementara

Teka-teki siapa Penjabat Gubernur Kepri akhirnya terjawab.

Jabatan itu diisi Suhajar Diantoro. Ia pun telah dilantik di kantor Kemedagri Kamis (18/2/2021) sekira pukul 9 pagi.

Suhajar sekaligus menggantikan posisi Plh Gubernur Kepri yang sebelumnya diamanahkan ke Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah.

Ia sebelumnya diperintahkan untuk menjadi Plh Gubernur Kepri melalui Kemendagri terhitung Sabtu (13/2).

Ini karena jabatan Gubernur Kepri defintif yang sebelumnya dipegang Isdianto berakhir satu hari sebelumnya atau Jumat (12/2/2021).

Pelantikan Suhajar Diantoro sebagai Pj Gubernur Kepri pun dibenarkan Plt Karo Humas Pemprov Kepri, Zulkifli.

Perrtemuan antara Plt Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Suhajar Diantoro dengan Bupati Anambas, Abdul Haris di salah satu hotel di Tanjungpinang Senin (2/12/2019). Haris Meminta percepatan infrastruktur khususnya di kecamatan perbatasan.
Perrtemuan antara Plt Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Suhajar Diantoro dengan Bupati Anambas, Abdul Haris di salah satu hotel di Tanjungpinang Senin (2/12/2019). Haris Meminta percepatan infrastruktur khususnya di kecamatan perbatasan. (tribunbatam.id/istimewa)

"Iya benar, proses pelantikan di Kemendagri, tapi saya tidak ikut kesana," ucapnya saat dihubungi Tribunbatam.id melalui sambungan seluler.

Nama Suhajar Diantoro sebenarnya tak asing di Provinsi Kepri.

Selain pernah menjadi Sekdaprov Kepri, pria yang lahir di Sungai Ungar, Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri itu mengemban tugas sebagai Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan.

3. Kisah Ationg, Jadi Korban PHK di Batam Kini Urus Usaha Ikan Asin Keluarga di Karimun

Nasib hidup orang tak ada yang tahu. Hal ini dialami Aditio (30) atau yang akrab disapa Ationg oleh keluarga dan teman-temannya.

Ia dahulunya sempat bekerja menjadi teknisi AC di Batam selama 6 tahun.

Namun Ationg terpaksa kehilangan pekerjaannya itu karena pandemi Covid-19.

Ya, Ationg menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tempatnya bekerja.

Alhasil dari Batam, ia kembali pulang ke kampung halamannya di Tanjungbalai Karimun.

Saat itu Ationg sempat takut pulang ke Karimun dengan kondisi pekerjaan sudah di-PHK.

Sebaliknya, keluarga Ationg menyambut kehadirannya dengan baik.

Sudah delapan bulan ini, Ationg menekuni perkerjaan sebagai pembuat ikan asin.

Usaha ikan asin itu merupakan usaha turun menurun keluarganya.

"Sebenarnya saya bukan membuka usaha, saya hanya meneruskan usaha dari orang tua saya saja," katanya merendah, Kamis (18/2/2021).

Ikan yang ia jadikan ikan asin merupakan ikan jenis Gelebe, bahasa kampung di tempatnya.

Dalam sehari Ationg bersama keluarganya membuat ikan asin sebanyak 10 kilo. Kemudian ikan itu dikeringkan dalam kurang waktu 3 hari.

Meski membuat ikan asin setiap hari, namun penjualannya per 10 hari.

Bagaimana omzetnya?

Ationg tidak ingin menyebutkannya dalam bentuk angka. Hanya saja ia mengatakan, dalam seminggu ada saja orang yang membeli ikan asin itu.

Penghasilan itu dirasa cukup untuk membiayai hidupnya sendiri dan keluarganya.

Sementara untuk modalnya, ia bekerja sama dengan pihak lain. Ationg mengambil ikan dulu dari mitranya. Kemudian akan dibayar ketika penjualannya selesai.

Untuk ikan, ia beli dari Gombang seharga Rp 2 ribu per kilogram. Setelah jadi ikan asin kering dijual sebesar Rp 30 ribu.

Penjualan yang dilakukannya juga cukup terbilang mudah. Banyak pembeli yang langsung datang ke rumahnya tanpa harus melakukan penjualan antar daerah yang bisa memakan biaya transportasi.

Sehari-hari Ationg hidup sederhana. Menurutnya makna hidup sebenarnya bukan terletak dari harta dan uang yang dimiliki, namun bagaimana menciptakan kebahagiaan di tengah keluarga.

Saat ditemui tribunbatam.id di tempatnya bekerja, ikan asin Ationg baru saja terjual habis. Pada saat yang bersamaan, Ationg sedang membersihkan ikan Gelebe untuk bahan baku pembuatan ikan asin di tempatnya.

(TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi/Endra Kaputra/Yeni Hartati)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved