Selasa, 14 April 2026

Singapura: Larang Wisatawan Indonesia Masuk Bisa Menghambat Ekonomi

Menteri Senior Kesehatan Singapura, Koh Poh Koon mengatakan, dampak tersebut dapat mempengaruhi sendi-sendi kehidupan dan mata pencaharian banyak ...

Touristly Blog
Patung Merlion di Singapura - Foto Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, SINGAPURA -  Melarang masuk pelancong dari negara seperti Indonesia dan India akan berdampak pada perlambatan ekonomi dalam negeri, menurut Parlemen Singapura

Menteri Senior Kesehatan Singapura, Koh Poh Koon mengatakan, dampak tersebut dapat mempengaruhi sendi-sendi kehidupan dan mata pencaharian banyak orang di Singapura

"Jika kita menutup perbatasan kita terhadap mereka, banyak orang Singapura akan mendapatkan kesulitan, banyak keluarga akan mencari pengasuhan alternatif untuk orang yang mereka cintai. Beberapa pelancong adalah warga negara kami, penduduk tetap atau kerabat dekat mereka di sini," katanya kepada parlemen, Selasa (16/2/2021) sebagaimana dikutip dari The Straits Times

Mereka termasuk pekerja konstruksi yang membangun rumah dan infrastruktur penting. Selain itu, para pekerja rumah tangga yang mendukung kebutuhan pengasuhan. 

"Banyak para pekerja yang berasal dari Indonesia dan India," jelas Koh. 

Daripada menutup perbatasan sepenuhnya, kata Koh, Singapura perlu mengadopsi pendekatan manajemen risiko mengenai arus masuk para pelancong. 

Hal itu ia sampaikan saat menanggapi anggota Parlemen Non-Konstituensi Progress Singapore Party, Leong Mun Wai. 

Sebelumnya, Leong bertanya perihal keputusan pemerintah Singapura untuk tetap membuka perbatasan bagi para pelancong. 

Leong menilai, banyak kasus Covid-19 terdeteksi berasal dari kedua negara itu. 

Sementara, Koh merasa Singapura membutuhkan arus masuk pekerja migran yang berkelanjutan untuk mendukung sektor ekonomi utama. 

"Konektivitas internasional sangat penting bagi ekonomi dan kelangsungan hidup kita. Singapura tidak mampu menutup diri sepenuhnya dari dunia luar," ujarnya. 

Koh menganjurkan para pekerja migran dan pengunjung harus menjalani tindakan pencegahan yang ketat, termasuk tes sebelum keberangkatan. Termasuk tes saat tiba di Singapura dan selama 14 hari isolasi di fasilitas khusus. 

Mereka juga dites lagi sebelum menyelesaikan isolasi. Jika hasil tes negatif, mereka diizinkan untuk meninggalkan tempat isolasi. 

Sebagai tindakan pencegahan tambahan, terang Koh, izin kerja bagi pekerja migran yang baru tiba dan pekerja Singapore Employment Pass (S Pass) di sektor konstruksi, kelautan, dan proses (CMP) diharuskan isolasi tambahan selama 7 hari. Kemudian tes di fasilitas yang ditentukan setelah Stay Home Notice (SHN) 14 hari. 

Pekerja di sektor penerbangan, maritim, dan CMP juga perlu menjalani tes rutin setidaknya sekali, setiap 14 hari. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved