Minggu, 3 Mei 2026

'Perang' Spionase China - Taiwan Sejak 1949, Eks Intelijen Militer Taipei Dalang Mata-mata Beijing

4 mantan intelijen militer Taiwan termasuk di dalamnya mayor jenderal didakwa melakukan mata-mata untuk China dan mendapatkan keuntungan personal

Tayang:
Freepik.com
'Perang' Spionase China - Taiwan Sejak 1949, Eks Intelijen Militer Taipei Dalang Mata-mata Beijing. Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id - 'Perang' Spionase China - Taiwan Sejak 1949, Eks Intelijen Militer Taipei Dalang Mata-mata Beijing.

Hubungan panas antara China dan Taiwan telah berlangsung lama.

Ketegangan itu juga memicu munculnya spionase di kedua kubu.

China dan Taiwan adalah dua negara yang telah saling memata-matai sejak 1949.

Itu dibuktikan dengan adanya 4 mantan intelijen militer Taiwan,

termasuk di dalamnya mayor jenderal didakwa melakukan mata-mata untuk China.

Baca juga: Taiwan Menuduh China Hambat Pembelian Vaksin Covid-19 BioNTech

Baca juga: 4 Jet Tempur Taiwan Balas Provokasi China, Disokong AS Sulit Ditaklukkan Militer Xi Jinping

Ximending, pusat perbelanjaan favorit wisatawan di Taipei,Taiwan
Ximending, pusat perbelanjaan favorit wisatawan di Taipei,Taiwan (Pixabay via AsiaOne)

Kantor kejaksaan distrik Taipei pada Sabtu (20/2/2021) mengatakan,

kuarter itu dituduh mengembangkan jaringan mata-mata dan mengumpulkan informasi rahasia untuk Beijing.

Melansir Today Line pada Sabtu (20/2/2021),

pengacara pemerintah Taiwan mengatakan 2 mantan kolonel Taiwan direkrut pejabat keamanan nasional China di provinsi selatan Guangdong.

Baca juga: KRI Usman Harun Tangkap Kapal Ikan Asing Berbendera Taiwan di Laut Natuna Utara

Baca juga: CHINA BERULAH, Kirim Banyak Pesawat Tempur ke Taiwan, Taipei Siagakan Rudal

Potongan kertas paspor Taiwan yang lama (kiri) dan desain terbaru dipajang di Taipei, Taiwan, Rabu (2/9/2020). (Foto: REUTERS / Ann Wang)
Potongan kertas paspor Taiwan yang lama (kiri) dan desain terbaru dipajang di Taipei, Taiwan, Rabu (2/9/2020). (Foto: REUTERS / Ann Wang) (Channel News Asia)

Kedua mantan kolonel kemudian memperkenalkan beberapa rekannya kepada pejabat China tersebut sejak 2012.

Di antara mereka yang diduga merupakan mantan jenderal besar Taiwan,

diidentifikasi memiliki nama keluarga Yueh.

Yueh menerima uang tunai, hadiah dan liburan gratis selama beberapa perjalanan ke pusat daratan China dan Makau.

Baca juga: China Panas Kapal Induk dan 3 Kapal Perang AS ke Laut China Selatan, Beijing Dituduh Zalim ke Taiwan

Baca juga: CHINA Jual Amerika Beli: Xi Jinping Kirim Jet Tempur ke Taiwan, Joe Biden Balas Kerahkan Kapal Induk

Ia juga bertugas merekrut anggota lain untuk mengembangkan jaringan intelijen Beijing, kata jaksa.

"Menyadari kebuntuan antara negara kami dan komunis China...

Ilustrasi Taiwan
Ilustrasi Taiwan (passporthealthglobal.com)

tetapi mereka menginginkan keuntungan ilegal, seperti tunjangan (ditawarkan oleh China) untuk melakukan bisnis di sana,

penghargaan finansial dan perjalanan gratis," kata jaksa dalam sebuah pernyataan.

Mereka menghadapi dakwaan di bawah hukum keamanan nasional dan hukum kerja intelijen nasional.

China dan Taiwan adalah dua negara yang telah saling memata-matai sejak 1949,

di mana pascaperang saudara di China seorang nasionalis melarikan diri ke pulau dan mendirikan pemerintahan sendiri bernama Taiwan.

Baca juga: China Gertak Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Taiwan Merdeka Artinya Perang !

China mengklaim Taiwan adalah bagian dari wilayahnya,

yang akan disatukan kembali sekali pun dengan cara kekerasan.

Kota Taipe, ibukota Taiwan.
Kota Taipe, ibukota Taiwan. (KOMPAS.com)

Sementara Taiwan telah mendeklarasikan diri sebagai negara yang demokratis,

meski belum diakui secara internasional.

Beijing telah meningkatkan tekanan di Taipei sejak pemilihan Presiden Tsai Ing-wen 2016,

yang diperkirakan karena Presiden Ing-wen berani menganggap Taiwan sebagai negara berdaulat de facto.

Pada Oktober, pengadilan Taiwan menghukum seorang letnan kolonel 4 tahun penjara,

karena bekerja sebagai mata-mata Beijing.

Baca juga: Taiwan Ikut-ikutan, Tuduh Ada Niat Sengaja China, Covid-19 Tak Separah Kini Jika China Lakukan Ini

Taiwan menggelar latihan pencarian dan penyelamatan (SAR) di Laut Cina Selatan, Selasa (29/11/2016), sebagai bagian dari upaya memperkuat klaimnya di perairan vital dan strategis itu.
Taiwan menggelar latihan pencarian dan penyelamatan (SAR) di Laut Cina Selatan, Selasa (29/11/2016), sebagai bagian dari upaya memperkuat klaimnya di perairan vital dan strategis itu. (VOA)

Media pemerintah China melaporkan tindakan keras terhadap ratusan kasus spionase yang terkait dengan Taiwan dan menangkap sekumpulan mata-mata Taiwan dan kaki tangannya.

CCTV penyiar pemerintah China juga menyiarkan 4 pengakuan oleh warga Taiwan yang ditahan di sistem peradilan China yang tidak jelas.

Beberapa warga Taiwan telah menghilang ke dalam tahanan China, karena dituduh melakukan berbagai kejahatan anti-negara dalam kasus-kasus yang menyebabkan protes di dalam negeri.

Baca juga: Taiwan Sambut Kedatangan Diplomat AS, China Murka

Baca juga: Satu-satunya di Asia! Prajurit Perempuan Lesbian Ikut Nikah Massal Militer Taiwan

Baca juga: Dua Kapal Perang Amerika Berlayar di Selat Taiwan, China Marah: Itu Provokasi, Ancaman Serius

.

.

.

Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 4 Mantan Intelijen Militer Taiwan Didakwa sebagai Mata-mata China

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved