Breaking News:

KRI Usman Harun Tangkap Kapal Ikan Asing Berbendera Taiwan di Laut Natuna Utara

KIA berbendera Taiwan itu ditangkap tim patroli rutin TNI AL KRI Usman Harun (KRI USH-359) karena melakukan illegal fishing di Laut Natuna Utara

Penulis: Muhammad ilham | Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id/Istimewa (Humas Koarmada I)
KRI Usman Harun (KRI USH-359) menangkap satu Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Taiwan yang melakukan kegiatan illegal fishing di Laut Natuna Utara, Jumat (22/1/2021) 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Sebuah Kapal Ikan Asing (KIA) kembali ditangkap di perairan yurisdiksi Indonesia di Laut Natuna Utara, Jumat (22/1/2021).

KIA berbendera Taiwan itu ditangkap tim patroli rutin TNI AL KRI Usman Harun (KRI USH-359) karena melakukan illegal fishing.

Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K membenarkan, penangkapan KIA berbendera Taiwan di Laut Natuna Utara itu.

"Kapal selanjutnya ditarik ke Pangkalan TNI AL Ranai guna pemeriksaan lebih lanjut," kata Pangkoarmada I, Abduldalam rilis yang diterima Tribunbatam.id, Sabtu (23/1/2021).

Ia melanjutkan, penangkapan KIA itu terjadi pada Jumat (22/1/2021) pagi, sekira pukul 10.30 WIB.

Baca juga: Tak Butuh Waktu Lama, Polda Kepri Tetapkan 1 Orang Tersangka Tewasnya WNI di Kapal Asing

Baca juga: Pengusik Laut Natuna Gentar, Jaga Perairan Kepri TNI AL Kerahkan 9 Kapal Perang 1 Pesawat Udara!

Saat itu tim patroli yang berada di bawah kendali operasi (BKO) Gugus Tempur Laut Koarmada I (Guspurla Koarmada I) pada Ops Siaga Segara-21, mendeteksi kontak asing yang dicurigai kapal ikan sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan di Laut Natuna Utara.

Selanjutnya, Komandan KRI USH-359 Kolonel Laut (P) Binsar Alfred Syaiful Sitorus memerintahkan anggotanya untuk segera mendekati dan memastikan kapal yang disinyalir sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal.

Saat didekati KRI Usman Harun, KIA itu berusaha menghindar dengan menambah kecepatan.

Bahkan saat diberikan isyarat untuk berhenti, KIA itu tidak mengindahkannya.

Tim melakukan manuver untuk menghentikan kapal hingga kapal dapat dihentikan dan dirapatkan dengan KRI.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved