Senin, 4 Mei 2026

KECELAKAAN MAUT

Pelukan Terakhir Korban Kecelakaan Maut Tebingtinggi, Ayah Menangis Kehilangan 2 Anaknya

Pelukan terakhir korban kecelakaan maut Tebingtinggi membuat seorang ayah tak kuasa menahan tangis karena kehilangan 2 anaknya.

Tayang:
Istimewa/Tribun Medan
PELUKAN TERAKHIR - Pelukan terakhir korban kecelakaan maut Tebingtinggi membuat seorang ayah tak kuasa menahan tangis karena kehilangan 2 anaknya. FOTO: Kecelakaan maut 9 orang meninggal dunia, Bus tabrakan dengan Mobil Avanza tadi malam 

TEBINGTINGGI, TRIBUNBATAM.id - Pelukan terakhir korban kecelakaan maut Tebingtinggi membuat seorang ayah tak kuasa menahan tangis karena kehilangan 2 anaknya. 

Rahmadi masih sangat terpukul dan tak kuasa menahan tangis.

Bagaimana tidak, 2 anaknya tewas dalam kecelakaan maut yang terjadi di kawasan Pabatu, Tebingtinggi, Sumatera Utara, Minggu (21/2/2021) malam pukul 22.30 WIB.

Kecelakaan yang melibatkan bus Intra dan mobil Avanza tersebut menewaskan sembilan orang.

"Info terakhir, terdapat sembilan orang yang meninggal dunia," ungkap Dirlantas Polda Sumut, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda, Senin (22/2/2021) dini hari. dikutip Tribunnews dari Kompas.com.

Adapun kedua anak Rahmadi yang menjadi korban adalah Fahrul Hanafi (22) dan Arzita Haulani (18).

Mereka adalah kakak beradik.

Keduanya merupakan rombongan remaja masjid yang juga terlibat kecelakaan.

Kecelakaan maut 9 orang meninggal dunia, Bus tabrakan dengan Mobil Avanza tadi malam
Kecelakaan maut 9 orang meninggal dunia, Bus tabrakan dengan Mobil Avanza tadi malam (Istimewa/Tribun Medan)

Rahmadi mengatakan Fahrul dan Arzita turut dalam rombongan remaja masjid yang menghadiri undangan rekan mereka di Pematang Siantar.

Rombongan remaja masjid berangkat menggunakan mobil rental pada Sabtu (20/2/2021).

Rahmadi mengungkapkan rombongan remaja masjid sengaja menginap di tempat acara dan baru pulang ke rumah pada Minggu.

Namun nahas, mereka justru mengalami kecelakaan di kawasan Pabatu saat dalam perjalanan pulang.

"Jadi orang ini nginap di sana, Minggunya pulang. Jadi semenjak dari sana, di Pabatu itu lah kecelakaan," ungkap Rahmadi, Senin.

Rahmadi sendiri mengaku sempat berkomunikasi dengan anaknya sebelum kecelakaan terjadi.

Pada Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIB, Rahmadi mendapat kabar dari anaknya bahwa rombongan berada di Sidamanik.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved