Minggu, 19 April 2026

Apa Itu Daun Bidara, Tanaman Herbal yang Miliki Banyak Khasiat, Bisa Diolah jadi Makanan

Bidara dikenal dengan berbagai nama, seperti daerah Jawa adalah widara atau dipendekkan menjadi dara. Bentuk daun bidara menyirip dan punya tulang ...

Kompas.com/(SHUTTERSTOCK/EMAKTODA)
Ilustrasi daun bidara yang bisa diolah jadi teh herbal 

TRIBUNBATAM.id -  Tanaman bidara adalah sejenis pohon kecil yang selalu hijau dan memiliki buah.

Bentuk daun bidara menyirip dan punya tulang daun, mirip dengan daun jeruk nipis. Namun, ukurannya lebih kecil. 

"Tanaman yang dikenal sebagai Chinese apple atau Indian plum atau jujube merupakan tanaman asli Asia," jelas Prof. Dr. Irmanida Batubara, Kepala Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB kepada Kompas.com, Minggu (20/2/2021). 

Tanaman bidara berasal dari Provinsi Yunnan di China selatan sampai Afganistan, Malaysia, dan Queensland Australia.

Bidara dikenal dengan berbagai nama, seperti daerah Jawa adalah widara atau dipendekkan menjadi dara.

Sementara di Madura disebut bukol, bekul di Bali. Kalau di NTT disebut sawu, rote, kom, dan kon.

Kemudian di Makassar disebut bidara dan kawasan Bima menyebutnya rangga. 

Khasiat Daun Bidara

Salah satu manfaat kesehatan tumbuhan bidara bisa didapat dari akarnya. 

Akar daun bidara mengandung zat Ziziphus nummularia yang bersifat pahit dan dingin. Fungsinya dapat menyembuhkan batuk, sakit empedu, dan sakit kepala. 

Bagian kulit kayu bidara dapat menyembuhkan bisul. Baik juga untuk pengobatan disentri dan diare. Daun bidara berkhasiat sebagai antipiretik alias penurun demam dan mengurangi obesitas.

Buah bidara bersifat mendinginkan, dapat mengobati sensasi terbakar dan penyakit muntah. Bisa juga untuk mengobati penyakit TBC dan darah.

Biji daun bidara dapat menyembuhkan penyakit mata dan juga bermanfaat untuk mengurangi keputihan pada wanita. 

Tercatat bahwa pengobatan tradisional di Chhattisgarh, India, menggunakan buah bidara untuk mengobati demam biasa. 

Sementara, biji buah bidara untuk mengobati muntah-muntah, campur dengan Ficus benghalensis atau banyan dan gula. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved