SELEB TERKINI
Koar-koar Harta Tak Habis 10 Turunan, Ternyata Perusahaan Batu Bara Suami Jennifer Jill Bangkrut
Digadang-gadang warisi harta segunung, ternyata perusahaan tambang mendiang suami pertama Jennifer Jill sudah bangkrut dan ditendang dari bursa saham.
Ajun Perwira Tak Kecipratan
Meski kini sudah menikah lagi dengan berondong yang usianya terpaut jauh dengannya, Jennifer Jill sempat mengatakan ia melindungi harta warisan mendiang suaminya dari Ajun Perwira.
Hal itu disampaikan dalam video yang diunggah di kanal YouTube Boy William, Rabu (14/10/2020).
Menurutnya, semua harta yang dimilikinya sekarang merupakan peninggalan dari mendiang sang suami.
Sehingga, harta tersebut nantinya akan diberikan kepada keempat anaknya.
Oleh karena itu, Jennifer Jill tak berniat mencatatkan nama Ajun Perwira sebagai salah satu penerima warisan.
"Nggak. Halo ini punya suami gue, sorry bukan suami gue, almarhum suami ayahnya anak-anak," ungkap Jennifer.
"Jadi apapun itu, semuanya gue siapkan untuk anak-anak," jelasnya.
Seperti saat dirinya menjual salah satu properti milik mendiang suaminya belum lama ini.
Saat laku terjual, Jennifer Ipel pun membagi hasil penjualan kepada keempat anaknya.
Sayangnya, pada awal tahun 2020, PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk dinyatakan bangkrut hingga harus ditendang dari Bursa Efek Indonesia.
Ketika itu, dalam keterbukaan informasi yang disampaikan manajemen perusahaan, kinerja keuangan 2018 justru “terjun bebas” dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Dalam keterbukaan informasi pada Selasa (11/2/2020), Borneo Lumbung Energi mencatatkan kerugian sebesar US$ 46,59 juta pada 2018, turun drastis dari perolehan laba bersih sebesar US$ 34,32 juta pada 2017.
Penurunan laba tersebut disebabkan berkurangnya secara drastis pendapatan bersih perusahaan dari US$ 241,7 juta menjadi US$52,7 juta.
Di sisi lain, jumlah kewajiban naik tipis dari US$1,7 miliar menjadi US$ 1,72 miliar. Sedangkan aset justru turun dari US$ 989 juta menjadi US$ 957 juta.
Kinerja nan tak moncer ini juga yang jadi pertimbangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (20/1) resmi menghapus pencatatan sham PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN).
Perusahaan tambang terintegrasi itu dinyatakan delisting per Jumat (17/1) atau emiten pertama yang dihapus pencatatannya dari bursa pada tahun ini.
Pengumuman potensi delisting ini diikuti oleh pengumuman penghapusan pencatatan pada 10 hari kemudian. Menurut Bloomberg, transaksi terakhir saham BORN adalah pada 29 Juni 2015 dengan harga Rp 50 per saham.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis BEI, penghapusan saham BORN menyusul penghentian perdagangan saham (suspend) Borneo sejak 4 Mei 2015.
Penghentian perdagangan saham kembali diberlakukan di pasar negosisi pada 9 Mei 2019.
Alasan BEI menghapus pencatatan saham BORN adalah perusahaan mengalami kondisi atau peristiwa yang secara signifikan berpengaruh terhadap kelangsungan usaha baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status perusahaan tercatat sebagai perusahaan terbuka.
Di luar itu, perusahaan tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.
(FotoKita/Bayu Dwi Mardana Kusuma)
Sumber : FotoKita.Grid.id
Editor : Anne Maria
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/24022021_maxwell-armand-jennifer-jill-ajun-perwira.jpg)