Selasa, 2 Juni 2026

Aipda Roni Syahputra Sengaja Buang Jenazah Rizka Fitria dan Aprillia Terpisah

Rasa sakit hati membuat Aipda Roni Syahputra gelap mata. Oknum Anggota Polres Pelabuhan Belawan itu mencekik Rizka Fitria dan Aprillia Cinta

Tayang:

TRIBUNBATAM.id - Rasa sakit hati membuat Aipda Roni Syahputra gelap mata. Oknum Anggota Polres Pelabuhan Belawan itu mencekik Rizka Fitria dan Aprillia Cinta hingga tewas.

Kini Aipda Roni Syahputra ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbutannya.

Jenazah Rizka Fitria dan Aprillia ditemukan di dua lokasi yang berbeda.

Inilah trik Aipda Roni Syahputra agar perbuatannya tidak terbongkar. 

Kasus pembunuhan di Medan itu menejadi perbincangan publik.

Terlebih polisi mengungkap tersangka pembunuhan adalah oknum polisi.

Kasubid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Kamis (25/2/2021) mengataka, motif pembunuhan itu adalah sakit hati.

Awalnya Rizka Fitria mendatangi Roni yang sedang berjaga untuk menanyakan titipan tahanan di Rumah Tahanan Polisi (RTP).

Baca juga: 2 Remaja Putri Tewas Di pinggir Jalan, Polisi Beberkan Hasil Visum, Diduga Korban Pembunuhan

Roni berat hati diminta untuk mengecek oleh Fitria, akhirnya enggan melakukan pengecekan.

Kemudian, Rizka Fitria bersama dengan Aprilia Cinta mendatangi tersangka, untuk menanyakan pengecekan tahanan itu, namun terjadi cekcok di antara mereka.

"Ketika korban menanyakan prihal titipannya bersama seorang wanita temannya kepada tersangka, terjadi ketersinggungan hingga membuat oknum tersebut sakit hati," kata Kasubid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Kamis (25/2/2021).

Roni kesal lalu mengajak bertemu Rizka Fitria dan Aprillia Cinta.

Ia mempertanyakan mengenai cekcok di Polres Pelabuhan Belawan.

Akan tetapi, pelaku yang tidak tahan lagi akhirnya mencekik satu persatu korban hingga tewas.

Untuk sementara, MP Nainggolan belum dapat menjelaskan di mana lokasi pembunuhan itu terjadi.

Namun, setelah dibunuh, kedua jasad dibuang secara terpisah untuk mengelabuhi polisi, bahwa itu bukan korban pembunuhan.

"Korban dihabisi dengan cara dicekik," kata Nainggolan.

Saat ini, sambung Nainggolan, tersangka telah diamankan di Mapolres Pelabuhan Belawan. Aipda tersebut ditangkap di kediamannya kawasan Medan Marelan.

Namun, ketika ditanya lebih jauh, Nainggolan enggan berkomentar. Dia hanya menandaskan, kasus itu akan dirilis pihak Polres Pelabuhan Belawan.

"Ditangkap di rumahnya, kawasan Marelan," pungkas Nainggolan.

Penyelidikan

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi menyebutkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait temuan kedua jasad wanita yang diperkirakan berusia 20-an tersebut. 

Dia mengaku, setelah dilakukan penyelidikan terkait temuan mayat yang di Jalan Pesiran Simpang Tiga Perbaungan Sergai, pihak kepolisian sudah mengetahui identitas jasad tersebut. 

"Identitas mayat Mrs X telah diketahui yaitu Riska Pitria, usia 21 tahun, alamat Lorong VI Veteran Bagan Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan Kota Medan," terangnya. 

Dari hasil penyelidikan sementara, sebelum ditemukan meninggal dunia, Riska pergi bersama temannya wanita. 

Teman wanitanya itu diketahui meninggal dunia yang ditemukan di wilayah hukum Polsek Medan Barat, tepatnya di Jalan Budi Kemasyarakatan Lingkungan 24, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat. 

"Korban sebelum meninggal bepergian dengan temannya yang berjenis kelamin perempuan. Temannya diketahui juga meninggal yang ditemukan di wilkum Polsek Medan Barat," sebut Hadi. 

Seperti diketahui, dua sosok mayat ditemukan warga di lokasi berbeda. Temuan pertama warga menemukan di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalisum) sekitar pukul 01.50 Wib pada, Senin (22/2/2021). 

Selain itu, sesosok mayat perempuan tanpa identitas ditemukan petugas kebersihan Kecamatan Medan Barat, di Jalan Budi Kemasyarakatan Lingkungan 24, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, Senin (22/2/21) pagi.

PEMBUNUH dua wanita yang mayatnya ditemukan terpisah akhirnya bisa diungkap Polda Sumut. 

Pelaku pembunuhan itu adalah oknum polisi yang bertugas di Polres Belawan

Kedua wanita yang dibunuh oknum polisi ditemukan secara terpisah-pisah. 

Mayat Rizka Fitria ditemukan di pinggir jalan lintas sumatera tepatnya di Kecamatan Perbaungan.

SUASANA di rumah duka korban Rizka Fitria (21) di Lorong V Kelurahan Bagan Deli, Medan Labuhan.
SUASANA di rumah duka korban Rizka Fitria (21) di Lorong V Kelurahan Bagan Deli, Medan Labuhan. (TRIBUN MEDAN/VICTORY)

Sedangkan, mayat Aprilia Cinta ditemukan di Pulo Brayan, tidak jauh dari Polsekta Medan Barat. 

Jenazah Terlihat Sopir Truk 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun-Medan.com/Tribun-Medan.id jenazah Rizka Fitria pertama kali ditemukan sopir truk Senin (22/2/2021). 

Jenazah ditemukan pada Senin (22/2/2021) sekira pukul 01.30 WIB. 

Jenazah Rizka Fitria mengenakan pakaian hitam. 

Sementara Jenazah Aprilia Cinta ditemukan di Kelurahan Pulo Brayan Kota, Medan Barat pada Senin (22/2/2021) pagi dengan pakaian loreng-loreng cokelat.

Benarkan Oknum Polisi

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, oknum Polisi ini bertugas di Polres Belawan dan berpangkat Aipda.

"Pada 24 Febuari lalu, kita sudah mengidentifikasi pelaku dan kita kejar dan sudah diamankan. Pelaku adalah seorang oknum Polisi," kata dia, Kamis (25/2/2021).

Saat ditanya, apakah sakit ini, berawal karena kecemburuan atau perselingkuhan, MP belum dapat menjelaskan secara detail.

Sebab, nantinya akan ada konferensi pers yang dilakukan, setelah bukti-bukti cukup dikumpulkan.

"Motifnya karena sakit hati," ungkapnya.

Akibat perbuatannya, oknum Polisi ini akan dikenakan pasal 338, dan nantinya dapat dicopot dari satuan. 

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi menyebutkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait temuan kedua jasad wanita yang diperkirakan berusia 20-an tersebut. 

"Terkait (dugaan pembunuhan) masih dalam penyelidikan," kata Hadi.

Menurut Hadi, dari hasil penyelidikan sementara, sebelum ditemukan meninggal dunia, Riska pergi bersama temannya wanita. 

Teman wanitanya itu diketahui meninggal dunia yang ditemukan di wilayah hukum Polsek Medan Barat, tepatnya di Jalan Budi Kemasyarakatan Lingkungan 24, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat. 

"Korban sebelum meninggal bepergian dengan temannya yang berjenis kelamin perempuan. Temannya diketahui juga meninggal yang ditemukan di wilkum Polsek Medan Barat," sebut Hadi.

Menurut Hadi, kedua sosok mayat ini saling mengenal atau berteman.

Tidak Diperkosa

Dokter Forensik Ungkap Penyebab Kematian Rizka Fitria, Wajah Membiru Hingga Penjelasan Rudapaksa

Kasus pembunuhan terhadap Rizka Fitria (21) dan Aprilia Cinta (13) masih menjadi misteri.

Polisi, mulai dari Polres Serdangbedagai (Sergai), Polrestabes Medan, Polsekta Medan Barat, hingga Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut belum bisa mengungkap apa motif dibalik pembunuhan ini.

Namun, dokter forensik RSUD Sultan Sulaiman Sei Rampah, dr Abdul Gafar Parinduri S.PFM mengatakan, bahwa dari hasil autopsi sementara, terdapat luka di tubuh almarhumah Rizka.

Di bagian wajah terdapat luka memar. Kemudian, dugaan sementara korban dihabisi dengan cara dibekap.

“Namanya mau dibunuh, pasti dia (Rizka) meronta. Namun tanda kekerasannya jelas sekali.

Pada bagian wajah, di mulut dan hidung dibekap tandanya tidak bisa bernafas dan membiru mukanya.

Pergelangan tangannya dipegang itu, tapi tidak ada tanda ikatan,” kata Gafar, Selasa (22/2/2021).

Lantas, apakah korban sebelum dibunuh sempat dirudapaksa oleh pelaku, Gafar memastikan bahwa hal itu tidak terjadi.

Hanya saja, kata Gafar, ada luka lama di bagian alat vital korban.

“Kalau tanda-tanda diperkosa enggak ada, karena pada saat itu dia sedang halangan.

Tapi ada tanda sudah pernah berhubungan, namun itu luka lama, bukan baru,” kata Gafar.

Disinggung lebih lanjut mengenai kondisi jenazah, Gafar memohon maaf.

Dia meminta awak media menanyakan langsung pada aparat kepolisian.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sergai AKP Pandu Winata mengaku belum bisa mengungkap kasus ini.

Dia mengatakan, penyidik masih melakukan pemeriksaan. Hanya saja, hasil pemeriksaan belum bisa diungkap ke publik.

“Sejauh ini kasusnya masih dalam tahap penyelidikan,” terang Pandu.

Jenazah Rizka dan Aprilia ditemukan di lokasi terpisah.

Jenazah Rizka ditemukan sopir truk tergeletak di Jalan Lintas Sumatera, persisnya di Lingkungan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).

Saat ditemukan, perempuan yang bekerja sebagai pegawai harian lepas (PHL) Polres Pelabuhan Belawan ini masih mengenakan baju yang dipakai saat meninggalkan rumah sejak Sabtu (20/2) kemarin.

Sementara itu, jenazah Aprilia ditemukan di Jalan Budi Kemasyarakatan, Lingkungan 24, Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Barat.

Lokasi penemuan jasad Aprilia Cinta ini berada tak jauh dari Polsekta Medan Barat.

Kapolsekta Medan Barat Kompol Afdal mengatakan, dalam kasus ini pihaknya sudah memeriksa delapan orang saksi.

Satu di antaranya merupakan petugas kebersihan yang menemukan jenazah Aprilia.

“Kami juga tengah berupaya mengumpulkan rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi penemuan jenazah. Kemudian, tim juga masih menunggu hasil autopsi RS Bhayangkara Medan,” kata Afdal.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Martuasah Tobing juga menyampaikan hal serupa.

Pihaknya belum bisa memberikan keterangan, lantaran jenazah Aprilia masih diautopsi dokter forensik. “Kita tunggu hasil forensiknya ya,” ujar Martuasah.

Informasi diperoleh Tribun Medan, Aprilia Cinta diduga sempat diikat dan dijerat oleh pelaku pembunuhan.

Pasalnya, di pergelangan tangan korban dan di bagian leher terdapat bekas jeratan.

Namun, apa motif di balik pembunuhan ini, polisi tidak bisa menjawab. Di lokasi lain, Tribun Medan sempat mewawancarai kerabat Aprilia bernama Ami.

Dari penjelasan Ami, Aprilia pada Sabtu (20/2) lalu diajak oleh Rizka. Aprilia pamit untuk membeli kertas kado.

“Setelah dia (Aprilia) pergi, kami pun tidak tahu lagi kabarnya. Tiba-tiba beberapa hari kemudian sudah dapat kabar dia meninggal dunia,” kata Ami menitikan air mata.

Ami pun berharap, aparat kepolisian bisa mengungkap misteri pembunuhan ini.

(Wen/dra/Tribun-Medan.com)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Wanita Tewas Dipinggir Jalan Dibunuh Oknum Polisi, Tugas di Polres Pelabuhan Belawan, Ini Motifnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved