BERITA POPULER
Berita Populer Kepri, Marlin Agustina Ukir Sejarah hingga Putra Bintan Jadi Gubernur Kepri
Ada beberapa kejadian menarik pembaca Tribun Batam, Kamis (25/2).Di antaranya Marlin ukir sejarah, jabat Wakil Gubernur Kepri wanita pertama
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Berita populer Batam hari ini, Kamis (25/2/2021), Marlin Agustina Ukir Sejarah, Jabat Wakil Gubernur Kepulauan Riau Wanita Pertama.
Kemudian, CATAT! Siswa TK dan SD di Batam Dilarang Keras Belajar Tatap Muka di Sekolah.
Berikutnya, PUTRA Bintan Jadi Gubernur Kepri, Ini Profil Ansar Ahmad, Hidup Prihatin Sejak Kecil.
Beberapa kejadian di Kepri, termasuk Batam menarik perhatian pembaca.
TRIBUNBATAM.id merangkum beberapa berita populer sebagai berikut:
1. Marlin Agustina Ukir Sejarah, Jabat Wakil Gubernur Kepulauan Riau Wanita Pertama
Provinsi Kepulauan Riau mencatat sejarah baru hari ini, Kamis 25 Februari 2021. Kepri memiliki Wakil Gubernur wanita pertama yakni Marlin Agustina.
Presiden Jokowi melantik Ansar Ahmad dan Marlin Agustina sebagai Gubernur Kepulauan Riau dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau di Istana Negara.
Ansar Ahmad dan Marlin Agustina adalah pemenang Pilkada Kepri 2020.
Pasangan ini unggul atas pasangan Soerya Respationo-Iman Sutiawan dan Isdianto-Suryani.
Dalam catatan sejarah Kepri, Marlin Agustina adalah Wakil Gubernur Kepulauan Riau wanita pertama kali.
Sejak terbentuk menjadi provinsi, Kepulauan Riau dipimpin oleh Ismeth Abdullah.
Ismeth Abdullah selanjutnya bertarung di Pilkada 2005 berpasangan dengan Muhammad Sani.
Pasangan ini menjadi pemenang dan dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri.
Selanjutnya Muhammad Sani berpasangan dengan Soerya Respationo pada Pilkada Kepri 2010.
Pasangan Muhammad Sani - Soerya Respationo menjadi pemenang dan terpilih memimpin Kepri.
Pada Pilkada Kepri 2015, Muhammad Sani kembali menang dan berpasangan dengan Nurdin Basirun.
Nah kini Pilkada 2020, menempatkan pasangan Ansar Ahmad dan Marlin Agustina sebagai pemenang.
Tak Lupakan Sosok Sebagai Istri
Meski sebagai Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina adalah sosok seorang istri.
Marlin Agustina adalah istri Wali Kota Batam Muhammad Rudi.
Marlin banyak bercerita. Mulai keseharian hingga keputusan bertarung di Pilgub Kepri.
Namun ia juga menyadari sebagai manusia bisa tentu ada kekuarangan dan tidak sempurna.
“Kalau kekurangan saya menurunkan berat badan. Susah sekali menurunkan,” ujarnya yang disambut gelak tawa para awak media beberapa waktu lalu.
“Selama pernikahan saya dengan Pak Rudi belum pernah saya membuka handphone bapak, belum pernah tanya mengenai penghasilan. Ini adalah kunci agar rumah tangga harmonis. Soal rejeki saya percaya sudah diatur Tuhan, jadi tidak perlu lagi saya bertanya,” ujarnya.
Di Pilgub Kepri, Marlin Agustina berpasangan Ansar Ahmad.
Mereka diusung koalisi Nasdem, Golkar, PAN, dan beberapa partai lain.
Keduanya menantang incumbent Isdianto-Suryani usungan PKS, Hanura, dan Demokrat.
Duo politisi kawakan Kepri juga jadi lawannya; Ketua DPD PDIP dan Gerindra Kepri Soerya Respationo-Iman Sutiawan.
Mengenakan baju krem berpadukan jilbab kehijauan, Marlin mengaku pertarungannya di Pilkada Kepri sebagai lompatan besar. “Saya ibu rumah tangga dan taak berlatar belakang politik.”
Meski demikian ia yakin bisa berbuat banyak untuk warga Kepri.
“Butuh waktu untuk meyakinkan diri. Dan ini menjadi bukti bahwa ibu rumah tangga juga bisa. Bisa berkarya,” ujar Marlin.
Beberapa kali sang suami menyatakan kepada Marlin bahwa perlu ada keterwakilan dari partai yang duduk di provinsi untuk mensinkronkan pembangunan di Batam.
Ia pun mencontohkan pembangunan ruas jalan provinsi di Batam akan cepat terealisasi bila ada keterwakilan di provinsi.
Ruas jalan di Batam memang terbagi menjadi beberapa wilayah kewenangan yakni nasional, provinsi, BP Batam, dan Pemko Batam.
Dalam beberapa kali turun ke masyarakat, ia mendengar adanya tudingan politik dinasti. Menurutnya dirinya maju sebagai Calon Wakil Gubernur Kepri sedangkan suaminya maju sebagai Calon Wali Kota Batam bukanlah politik dinasti.
Sebab tidak ada menurunkan kekuasaan antara dirinya dengan sang suami.
“Ini khan saya calon wakil gubernur, sedangkan Pak Rudi kan calon wali kota Batam, tentu bukan politik dinasti. Tapi namanya persepsi tentu beragam,” jelasnya.
Dalam berpolitik, ia ingin menebarkan politik yang santun. Sebagai warga kelahiran Karimun, ia merasa tahu betul apa yang harus cocok dilakukan untuk pembangunan Kepri.
Gelar Doa Jelang Pelantikan
Pelantikan Gubernur Kepri dan Wakil Gubernur Kepri terpilih, Ansar Ahmad dan Marlin Agustina akan dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Kamis (25/2/2021).
Sebelum bertolak ke Istana Negara, dari Hotel Grand Melia Jakarta tempat keduanya menginap, digelar dia selamat secara sederhana di lobi hotel sekira pukul 07.30 WIB.
Doa dipimpin oleh Ustaz Yaser Arafat, pendiri Darul Quran Bintan, yang kini sudah pindah tugas dan mengabdi di Pemprov DKI Jakarta.
Seusai pembacaan doa, Ansar Ahmad menyebut jika doa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh aktivitas kehidupan.
"Dengan doa Insya Allah dimudahkan segala urusan," kata Ansar Ahmad yang pernah mengecap Bupati Bintan selama dua periode ini.
Dalam momen tersebut, baik Ansar Ahmad dan Marlin Agustina sudah mengenakan baju dinas lengkap.
Ansar Ahmad dan Marlin Agustina saat menggelar doa selamat di lobi hotel Grand Melia Jakarta sebelum menuju Istana Negara Jakarta, Kamis (25/2/2021). (TribunBatam.id/Istimewa)
Keduanya terlihat tenang dan siap mengikuti seluruh prosesi pelantikan di Istana Negara.
"Mohon doanya semoga lancar dan dimudahkan," katanya.
Dalam kesempatan tersebut juga terlihat Dewi Kumalasari istri Ansar Ahmad hadir.
Sosok perempuan yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kepri ini terlihat anggun dengan busana paduan berwarna ungu dan coklat.
Langkahnya tenang ketika mendampingi Gubernur Ansar Ahmad meninggalkan hotel menuju tempat pelantikan di Istana Negara.
2. CATAT! Siswa TK dan SD di Batam Dilarang Keras Belajar Tatap Muka di Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan mengingatkan agar sekolah tingkat TK dan SD tidak membuka belajar tatap muka di sekolah.
Hal itu karena, hingga saat ini baru siswa SMP yang diperbolehkan untuk membuka proses belajar mengajar dengan sistem tatap muka di tengah pandemi covid-19.
Jika ada sekolah TK dan SD di mainland yang nekat melakukan tatap muka, Hendri meminta dilaporkan ke Dinas Pendidikan Batam.
"Jika ada TK dan SD yang melangsungkan tatap muka tolong informasikan kepada kami," tegas Hendri saat berada di Batam Center, Kamis (25/2/2021).
Hendri menegaskan sejauh ini pihaknya belum merekomendasikan sekolah tingkat TK dan SD melangsungkan proses belajar mengajar tatap muka.
Dia mengatakan, Walikota Batam, Muhammad Rudi belum memberikan ruang.
"TK dan SD belum boleh tatap muka di Batam. Hanya SMP saja. Itupun kalau sudah siap," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, proses belajar mengajar tatap muka sekolah mainland segera dibuka.
Hal ini dibeberkan oleh Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.
"Sekolah tatap muka di mainland yang SMP dulu aja yang SD belum. Saya sudah perintahkan Kadis Pendidikan untuk panggil seluruh Kepala Sekolah," ujar Rudi.
Rudi menegaskan seluruh sekolah harus menerapkan protokol kesehatan (protkes). Lantas kenapa harus tingkat SMP saja?
Menurut Rudi, siswa SMP sudah berusia 12 tahun ke atas. Sehingga bisa diarahkan untuk mematuhi protkes.
Sesuai aturan Menteri Pendidikan, satu lokal hanya diperbolehkan 20 siswa. Dan dalam satu hari hanya diperbolehkan belajar selama 3 jam tanpa ada jam istirahat.
"Tak boleh ada keluar main-main. Setiap sekolah tak diperbolehkan ada kantin. Kita akan ikuti semua," ujar Rudi.
Ia memberikan kebebasan kepada sekolah dalam mengatur protkes ini. Misalnya, apabila ada sekolah yang siswanya sampai 40, berarti akan ada sistem shift.
"Tergantung sekolahnya masing-masing. Terpenting harus ada protkes. Mau 2 shift, 3 shift. Terserah saja," ujar Rudi.
3. PUTRA Bintan Jadi Gubernur Kepri, Ini Profil Ansar Ahmad, Hidup Prihatin Sejak Kecil
Nama Ansar Ahmad menjadi sorotan. Itu setelah dirinya terpilih menjadi Gubernur Kepri hingga 2024.
Tugasnya memimpin Kepri akan dibantu Marlin Agustina, istri Wali kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Muhammad Rudi.
Mereka berdua telah tiba di Istana Negara Jakarta, Kamis (25/2/2021).
Rencananya, Presiden RI Joko Widodo akan melantik keduanya bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar serta Bengkulu.
Mereka dijadwalkan akan dilantik sekira pukul 10.30 WIB.
Setibanya di Istana Negara, Ansar Ahmad dan Marlin Agustina mengikuti gladi bersih prosesi pelantikan.
Sebelum tiba di Jakarta, Ansar Ahmad bersama istri termasuk Marlin Agustina dan Muhammad Rudi menjalani swab PCR test di rumah sakit yang sudah ditentukan.
Mereka yang ikut diswab termasuk keluarga yang masuk ke dalam Istana Negara.
Semua hasil swab yang keluar sekira pukul 02.00 dini hari adalah negatif.
Setibanya di sana, Ansar Ahmad dan Marlin Agustina disambut oleh Kepala Sekretariat Presiden.
Mereka selanjutnya diarahkan menuju ruang tunggu utama.
Mereka kemudian menuju depan Istana Merdeka untuk kemudian menuju ruang Credential dipandu oleh Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden.
Di ruang Credential, para gubernur dan wakil gubernur diperkenalkan kepada Presiden RI Joko Widodo.
Setelah dipersilakan oleh Presiden Gubernur dan Wakil Gubernur mengambil Surat Keputusan Presiden di atas meja yang telah disiapkan.
Setelah itu, mereka melakukan kirab. Bersama Presiden Jokowi, Wakil Presiden Mar’ruf Amin, Mendagri Tito Karnavian dan Gubernur dan Wakil Gubernur dari Istana Merdeka menuju Istana Negara dengan berjalan kaki.
Prosesi kirab menuju Istana Negara akan diiringi dengan Prosesi Kirab oleh Pasukan Kehormatan Paspampres.
Di Istana Negara, Gubernur dan Wakil Gubernur langsung menuju ruang pelantikan.
Mungkin tak banyak yang tahu sosok Ansar Ahmad kecil.
Selain dikenal sebagai politisi Partai Golkar, mantan Bupati Bintan dan pernah menjadi anggota DPR RI dapil Kepri.
Kehidupan Ansar Ahmad kecil sungguh sederhana.
Ansar Ahmad lahir di Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, 10 April 1964.
Sedari kecil, Dia berasal dari keluarga kurang mampu dan sejak kecil harus hidup bersama seorang ibu dengan lima orang anak.
Ayah Ansar, Abdul Ahad telah lama berpulang, meninggalkan anak-anaknya menjadi yatim.
Ansar pun harus ikhlas dan rela berjuang menghidupi diri sendiri sekaligus membantu ibunya.
Dari Otobiografi Ansar Ahmad diceritakan, bahwa saat Ansar masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) pada tahun 1973-1974, ia sempat menjadi tukang cuci bus Dinas Penerangan Kabupaten Kepulauan Riau.
Hal ini dilakukannya demi bisa memenuhi biaya sekolahnya.
Setiap hari, ia melakoni pekerjaan ini selepas Maghrib.
Menginjak usia remaja, Ansar Ahmad dikenal sebagai sosok remaja yang religius.
Bahkan kepiawaiannya dalam melantunkan ayat-ayat suci Al Quran mengantarkannya menjadi wakil Kecamatan Tanjungpinang Timur pada sebuah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).
Memasuki bangku perkuliahan, Ansar memilih Fakultas Ekonomi Universitas Riau (Unri) di Pekanbaru untuk menimba ilmu pada tingkat yang lebih tinggi.
Di kota itu ia menyewa sebuah rumah kecil yang dikelilingi kebun kangkung hingga tahun 1984.
Untuk menambah biaya kuliahnya, Ansar pun memanfaatkan keahliannya membaca Al Quran dengan menjadi guru mengaji dari rumah ke rumah.
Pergaulan di kampus jugalah yang mengantarkannya berteman dengan teman-teman satu angkatan seperti Rusli Zainal (Gubernur Riau), Syamsurizal (Bupati Bengkalis), Wan Syamsir Yus (Walikota Dumai dan Sekda Prov Riau), Asrul Jaafar (Bupati Kuansing) dan masih banyak lagi.
Memasuki tahun kedua di kampusnya, Ansar terpilih sebagai Ketua Senat Mahasiswa Unri yang merupakan jabatan sangat prestisus di kalangan mahasiswa.
Pada tahun 1980 setelah menikah dengan Dewi Kumala Sari, Ansar Ahmad saat itu masih memimpin Gabungan Koperasi Pegawai Negeri selama satu tahun.
Setelah meraih gelar sarjana ekonomi, Ansar kembali ke Tanjungpinang dan bekerja sebagai pegawai Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Riau Kepulauan di Tanjungpinang.
Karirnya terus melesat, sehingga menjadi Kabag Pembangunan Kabupaten Riau Kepulauan, berikut kepala bagian perekonomian.
Dalam sidang DPRD Kabupaten Kepri tanggal 23 Oktober tahun 2000, pasangan Huzrin Hood dan Ansar Ahmad terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepri periode 2000-2005.
Pada tanggal 2 Oktober 2003 Huzrin tersandung permasalahan hukum hingga diberhentikan oleh Mahkamah Agung.
Setelah itu Ansar melanjutkan tugas Huzrin sebagai pelaksana tugas Bupati.
Ia kemudian mencalonkan diri berpasangan dengan Mastur Taher pada tahun 2005 dan terpilih sebagai Bupati Bintan.
Selanjutnya Ansar kembali diamanahkan oleh masyarakat Bintan menjadi Bupati Bintan berpasangan dengan Khazalik periode 2010-2015.
Lima tahun masa kepimpinan Ansar bersama Mastur Taher berhasil menekan angka kemiskian dari 14,5 persen tahun 2005 menjadi 12,47 persen.
Dalam bidang pendidikan Ansar berhasil meningkatkan indeks pendidikan dari 80,16 persen tahun 2005 dan 82,76 persen pada tahun 2009, dan meningkatkan angka harapan hidup 69,33 pada tahun 2005 menjadi 69,69 tahun 2009.
Tekad Ansar Ahmad untuk membangun Kepulauan Riau telah bermula sejak lama, jauh bertahun-tahun sebelumnya.
Sebelum menjadi Bupati Bintan, Ansar ingin membangun ibukota Kabupaten Bintan yang baru, dia memilih satu dari empat desa yang akan menjadi tapak lokasi pembangunan dengan membangun pusat Pemerintahan Bintan di Bintan Bunyu.
Sadar dengan potensi yang sangat besar di daerahnya, Ansarpun menitik beratkan program pembangunan pada bidang infrastruktur.
Keberhasilannya bisa dilihat, salah satunya adalah sarana dan prasarana jalan yang sangat baik dan terencana, jauh lebih baik jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Kepri.
Sejak lima tahun yang lalu Pemkab Bintan di bawah kepemimpinan Ansar Ahmad berupaya mempertahankan dan bahkan meningkatkan rata-rata pertumbuhan ekonomi di atas lima persen.
Ini terlihat dari catatan pendapatan per kapita rakyat Bintan dari Rp25,13 juta pada tahun 2005 menjadi Rp31,56 juta pada tahun 2009.
Upaya Ansar ini juga dapat terwujud berkat dukungan program sosial pemerintah yang berjalan sesuai dengan harapan.
Ansar terus mengupayakan berlangsungnya program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri perdesaan, PNPM ekonomi Bintan, alokasi dana desa, rehab rumah tidak layak huni, dana alokasi khusus desa serta bantuan beras miskin.
Terlebih lagi adalah terlaksananya program PNPM Mandiri kelautan dan perikanan.
Termasuk pemberian bantuan modal untuk petani dan nelayan.
(TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi/Endra Kaputra/Widi Wahyuning Tyas)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/21042020-berita-populer-tribunbatamid.jpg)