Breaking News:

OTT KPK

Alasan KPK Langsung Tahan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Usai Ditetapkan Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah usai dirinya ditetapkan sebagai tersangka

TRIBUNBATAM.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah usai dirinya ditetapkan sebagai tersangka.

Nurdin Abdullah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan suap proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulsel.

Dalam kasus tersebut, Nurdin Abdullah tidak sendirian.

Diketahui KPK turut menetapkan dua tersangka lain yaitu Sekretaris Dinas PUTR Pemprov Sulawesi Selatan yang juga orang kepercayaan Nurdin, Edy Rahmat (ER) dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto (AS), selaku kontraktor yang diduga memberikan suap kepada Nurdin.

Penetapan Nurdin Abdullah (NA) sebagai tersangka merupakan tindak lanjut atas operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Jumat (26/2/2021) malam di Sulawesi Selatan.

Nurdin ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya.

"KPK menetapkan tiga orang tersangka. Pertama, sebagai penerima yaitu saudara NA dan ER. Kedua, sebagai pemberi saudara AS," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers yang disiarkan di channel Youtube KPK, Minggu (28/2/2021) sekitar pukul 00.45 WIB.

Usai penetapan tersangka, KPK pun langsung melakukan penindakan penahanan.

Baca juga: Kabar Bupati Bintan Apri Sujadi Dibawa KPK Setelah Pelantikan Dibantah Ali Fikri

Baca juga: Rekam Jejak Nurdin Abdullah, Pernah Mendapat penghargaan Anti Korupsi Tapi Kini Ditangkap KPK

Penahanan ini dilakukan KPK untuk memutus rantai covid-19.

“Untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di lingkungan Rutan KPK, para tersangka akan dilakukan isolasi mandiri di Rutan KPK Kavlin C1,” ucap Firli.

Halaman
123
Editor: Danang Setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved