Kamis, 7 Mei 2026

TRIBUN WIKI

Apa Itu Ambergris? Muntahan Paus Bak Harta Karun yang Bernilai Miliaran Rupiah

Apa itu ambergris? Muntahan paus bernilai fantastis hingga miliaran rupiah.

Tayang:
ISTIMEWA
MUNTAHAN PAUS - Apa Itu Ambergris? Muntahan Paus Bak Harta Karun yang Bernilai Miliaran Rupiah. FOTO: Bongkahan ambergris 

TRIBUNBATAM.id - Apa itu ambergris? Muntahan paus bernilai fantastis hingga miliaran rupiah.

Selain dikenal sebagai mamalia laut terbesar di muka bumi, rupanya paus juga menyimpan satu keistimewaan yang jarang diketahui.

Uniknya, keistimewaan itu justru datang dari limbah yang dimuntahkannya.

Benda berbau amis yang dikenal dengan ambergris itu bak harta karun.

Meski menjijikkan, ambergris bernilai sangat fantastis dan bisa dijual dengan harga miliaran rupiah.

Bahkan, harga per gramnya diperkirakan bisa mencapai ribuan dollar AS.

Baca juga: Apa Itu Buzzer? Punya Pengaruh di Media Sosial, Ciri-ciri dan Kriterianya

Baca juga: 7 Kuliner Paling Ekstrem di Jepang, Daging Paus hingga Katak Mentah, Mau Coba?

Baca juga: Ikan Paus Pembunuh Dikira Lumba-lumba, Dipeluk dan Diciumi Warga

Tentang muntahan paus

Mengutip Business Today (19/6/2019), benda yang memiliki sifat seperti lilin ini memang memiliki harga yang sangat mahal di pasaran, khususnya di negara-negara teluk.

Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya harga ambergris adalah keberadaannya yang sulit ditemukan.

Ambergris berasal dari usus atau sistem pencernaan paus sperma yang dikeluarkan melalui mulutnya.

Satu gram ambergris konon harganya adalah 30 kali harga satu gram perak.

Ambergris terbentuk dari bagian hewan yang keras, seperti paruh cumi-cumi dan zat cairan empedu yang mengikatnya.

Lama-kelamaan campuran untuk itu terus terbentuk di dalam pencernaan paus selama bertahun-tahun sebelum dikeluarkan.

Ada ilmuwan yang berpendapat bahwa ambergris di perut paus bisa membuat usus besar paus terus membesar lima kali lipat dan menyebabkan kematian.

Mengapa harganya mahal?

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved