Rabu, 6 Mei 2026

Myanmar Berdarah! 10 Demonstran Dilaporkan Tewas

Rakyat Myanmar turun ke jalan-jalan di kota-kota besar maupun kecil di Myanmar, menuntut pemulihan kembali pemerintahan sipil dan pembebasan pemimpin

Tayang:
Myanmar
KUDETA MYANMAR - Begini suasana hari paling berdarah Myanmar! Aparat mengganas tembaki warga, belasan mayat jatuh bergelimpangan. FOTO: Korban di Mandalay 

TRIBUNBATAM.id, MANDALAY - Setidaknya 10 orang dilaporkan tewas di Myanmar pada Rabu, (3/3/2021), ketika polisi dan militer menggunakan senjata mematikan untuk membubarkan demonstran. 

Aksi protes menentang kudeta militer kembali pecah sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Rabu, (3/3).  

Rakyat Myanmar turun ke jalan-jalan di kota-kota besar maupun kecil di Myanmar, menuntut pemulihan kembali pemerintahan sipil dan pembebasan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi

Di antara 10 orang yang tewas tersebut, sebanyak tujuh orang tewas di Mandalay sedangkan tiga lainnya tewas masing-masing di Yangon, Magway, dan Myingyan. 

Mereka tewas akibat dari tindakan keras yang dilakukan oleh aparat dan militer Myanmar dalam membubarkan aksi protes menentang kudeta militer

Sebelumnya dilaporkan, bahwa di Yangon, seorang pengunjuk rasa tewas karena luka tembak. 

Kabar itu disampaikan oleh media lokal Khit Thi Media, mengutip petugas penyelamat sukarela sebagai saksi. 

Sebuah video rekaman yang beredar menunjukkan polisi mendirikan barikade sementara di kota Okalapa utara Yangon. 

Dilaporkan bahwa pengunjuk rasa yang meninggal di Myingyan adalah seorang gadis remaja berusia 14 tahun.

Akibat bentrokan antara aparat keamanan dan demonstran di Yangon, sekitar 300 pengunjuk rasa ditahan.

Baca juga: Arab Saudi Mensyaratkan Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin Covid-19

Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) telah meminta semua pihak di Myanmar untuk mencari solusi damai melalui dialog yang konstruktif dan rekonsiliasi praktis. 

Hal itu mengemuka dalam pertemuan khusus para menteri luar negeri negara anggota ASEAN yang dipimpin Brunei Darussalam. 

Solusi damai diharapkan dapat tercapai guna kepentingan masyarakat dan mata pencaharian rakyat Myanmar.

Pertemuan khusus tersebut diselenggarakan secara virtual untuk membahas situasi politik terkini di Myanmar pascakudeta militer pada 1 Februari. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved