BATAM TERKINI

15 Ruas Jalan di Batam Dibangun 2021, 400 PKL Harus Siap Digusur

Tahun ini, akan ada 15 ruas jalan di Batam yang akan dibangun dan konsekuensinya sekitar 400-an Pedagang Kaki Lima (PKL) harus bersedia direlokasi.

TRIBUNBATAM.ID/IAN PERTANIAN
Kondisi jalanan di Sei Panas Batam mulai diperlebar. Walikota Batam HM Rudi menyebut sejumlah ruas jalan di Batam akan dibangun 5 lajur. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Tahun ini, akan ada 15 ruas jalan di Batam yang akan dibangun dan konsekuensinya sekitar 400-an Pedagang Kaki Lima (PKL) harus bersedia direlokasi.

Di antaranya PKL Simpang Barelang hingga ke Jembatan I dan Simpang Batu Besar hingga ke Polda.

"Tahun ini jalan tersebut akan kita buka dan kita lebarkan. Demi pembangunan infrastruktur di Kota Batam," ujar Rudi, Jumat (5/3/2021).

Ia berharap masyarakat Kota Batam mendukung jalannya pembangunan ini. Sehingga percepatan pembangunan infrastruktur di Kota Batam terlaksana.

"Ini juga demi kebaikan warga Kota Batam. Sehingga perekonomian bisa berjalan," katanya.

Sebanyak 15 ruas jalan di Batam akan dibangun sepanjang 2021 ini. Proses tender tengah berlangsung dan diperkirakan mulai pekerjaan awal April mendatang.

Wakil Wali Kota Amsakar Achmad mengatakan proyek pembangunan jalan itu dianggarkan oleh Pemko Batam, BP Batam dan Kementerian dengan total 15 ruas jalan.

Di antaranya pembangunan Pemko 6 ruas jalan, BP Batam 7 ruas jalan dan 2 proyek nasional.

Baca juga: Lapak Bakal Digusur, Ratusan Pedagang di Simpang Barelang Batam Ogah Pindah

"Proses sudah berlangsung, ini sedang proses pemenang, insya Allah, April pelaksanaan awal," ujar Amsakar.

Adapun rencana pembangunan tahun ini seperti pembangunan bundaran Simpang Barelang dan Simpang Basecamp, Pelebaran jalan di depan Perumahan Dutamas, Simpang Greenland dan Simpang Bengkong Golden Prawn.

Pembangunan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021.

Sementara, pembangunan yang bersumber dari BP Batam, seperti pengembangan Pelabuhan Batuampar serta jalan penghubungnya, dibangun secara bertahap sampai lima lajur hingga Simpang Kepri Mall.

Kemudian, peningkatan ruas jalan Simpang Seiharapan ke Pelabuhan Sekupang yang dilengkapi jogging track dan jalur sepeda yang direncanakan selesai akhir tahun 2022.

Selain itu, peningkatan jalan Ocarina yang menghubungkan Batam Center dan Bengkong. Di jalan ini juga dilengkapi jalur pesepeda.

Selanjutnya, pengembangan Rumah Sakit Badan Penggusahaan (RSBP) serta Taman kolam di depannya juga akan ditata.

Kemudian, untuk proyek anggaran nasional, pelebaran jalan dari Seiharapan menuju Batuaji dan pelebaran jalan di Seibeduk.

"Upaya kami untuk melakukan percepatan pembangunan, sehingga infrastruktur Batam lebih bagus lagi. Hal ini tak menutup kemungkinan untuk membangkitkan roda perekonomian Batam," tegas Amsakar.

Proses pembangunan oleh Pemko Batam sempat terkendala pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan.

Namun tim terpadu telah bernegosiasi dengan sejumlah pedagang dan telah mendapatkan jalan keluar. Surat pemberitahuan untuk penertiban ruas jalan yang dipakai sudah dilayangkan.

"Pak assisten yang ditugasi telah melakukan pembicaraan dengan para pedagang. Intinya ada relokasi atas penertiban tersebut, karena pertimbangan kami kondisi Covid ini," imbuh Amsakar.

Tak hanya terkait ruas jalan baru, Pemko Batam juga mendesak Pemrov Kepri melanjutkan pembangunan jalan dari Simpang Frangky hingga terowongan Pelita. Sebab, kondisi jalan tersebut sudah cukup banyak dikeluhkan masyarakat.

"Saya dapat info beberapa waktu lalu ada yang jatuh karena kondisi jalan rusak. Hal itu diduga karena pada Desember lalu, intensitas hujan cukup tinggi, yang membuat jalan cepat rusak, tapi saat itu sudah ada penambalan. Namun kami tetap sampaikan agar proses pembangunan dilanjut," kata Amsakar. 

Pedagang Ogah Pindah

Sementara itu ratusan pedagang di sepanjang jalan Trans Barelang, mulai dari Simpang Barelang, sampai dengan Perumahan Taman Cipta Asri, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, tetap bertahan meski lapak mereka akan digusur.

Sampai saat ini para pedagang tetap berjualan, walapun mereka sudah menerima Surat Peringatan (SP) pertama.

Pembangunan pelebaran jalan trans Barelang direncanakan akan dilaksanakan tahun 2021. Hal tersebut dikarenakan kondisi jalan tersebut selalu macet setiap hari, saat pulang kerja.

Bahkan sebelumnya Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, sudah meninjau lokasi dan berbincang dengan pedagang.

Namun sampai saat ini para pedagang belum ada yang mau membongkar sendiri lapak jualan mereka. Informasi yang dikembangkan di lapangan, Jumat (5/3), para pedagang enggan pindah karena belum ada lapak yang bisa mereka gunakan untuk melanjutkan usaha mereka.

"Kita berjualan hanya menyambung hidup, untuk memenuhi ekonomi keluarga,"kata Roy, seorang pedagang di Barelang.

Dia mengatakan mereka hanya mencari rezeki untuk biaya hidup keluarga.

"Jadi kami bukan menolak pembangunan. Tapi kami juga tidak ungin menjadi sampah masyarakat,"kata Roy.

Dia mengatakan, mereka berjualan di jalan trans Barelang bukan untuk mencari kaya.

"Kita tahulah saat ini, mencari pekerjaan itu bukan hal yang gampang, apalagi kita yang jualan di sepanjang jalan ini sudah berumur semua. Mau bekerja dimana lagi," katanya.

Mita, Pedagang lainnya juga mengakui saat ini untung dari jualan yang mereka peroleh tidaklah banyak.

"Bahkan satu hari kadang tidak ada pemasukan. Kami hanya bertahan,"katanya.

Saat ditanya jika dipindahkan ke tempat lain, para pedagang juga mengaku sangat enggan di pindahkan.

"Memulai usaha itu bukan mudah, kalau tempat baru, berarti harus mulai dari awal lagi,"kata Mita.

Dia mengatakan berjualan di jalan trans Barelang, pembelinya bukan hanya wisatawan, tetapi warga sekitar juga.

"Kalau kita dipindahkan ke jembatan satu Barelang, Pembeli kita hanya wisatawan, Sementara wisatawan hanya hari libur datang. Mau makan apa kami nanti," kata Mita.

Di tempat terpisah Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasitrantib) Kecamatan Sagulung, Jamil mengatakan penggusuran pedagang di jalan trans Barelang, akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Pemko sudah berikan SP dua, kalau pelaksanaan penggusuran kita kurang tahu,"katanya.

Sementaraa mengenai ganti rugi, Jamil mengetakan ganti rugi tidak ada."Dari awal sudah disampaikan kepada masyarakat, bahwa ganti rugi tidak ada,"kata Jamil. (TRIBUNBATAM.id/Pertanian Sitanggang)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved