TANJUNGPINANG TERKINI
Asal Usul dan Sejarah Nama Jalan Batu Kucing di Tanjungpinang
Ada satu lokasi di Tanjungpinang diberi nama Jalan Batu Kucing. Letaknya di Kecamatan Bukit Bestari Tanjungpinang. Ini asal usul dan sejarahnya
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Kamu perlu tahu, ada satu lokasi di Tanjungpinang yang diberi nama Jalan Batu Kucing. Letaknya di Kecamatan Bukit Bestari Tanjungpinang.
Di tempat itu, ada sebuah batu menyerupai kucing. Keberadaan batu kucing ini berada di belakang sebuah klinik bersalin di kawasan jalan itu.
Nah, soal sejarah penamaan daerah ini disebut Jalan Batu Kucing memiliki dua versi cerita.
Hal ini disampaikan seorang penulis buku Toponomi Tanjungpinang, Yoan Sutrisna Nugraha.
Dari buku yang ditulis bersama rekannya, Rendra Setyadiharja, mereka menulis versi pertama nama jalan ini berasal dari sebuah cerita rakyat yang terus berkembang dari mulut ke mulut.
Baca juga: JADWAL Kapal Ferry Tanjungpinang di Pelabuhan Sri Bintan Pura Hari Ini Senin 8 Maret 2021
Baca juga: BPBD Tanjungpinang Salurkan Air Bersih ke Warga
Konon waktu itu ada seorang nenek miskin dan berkehidupan susah. Rumahnya saja hanya beratapkan rumbia dan beralaskan tanah.
Rumahnya jauh dari kediaman penduduk lainnya. Ia pun hidup sebatang kara.
"Karena suami dan anak-anak telah meninggalkannya akibat bercerai beberapa kurun waktu yang lalu," ujr Yoan dalam tulisannya.
Dari cerita yang didengar dari turun-menurun masyarakat setempat, nenek tersebut menganyam tikar dari daun nyiur atau kelapa, lalu menjajakan tikarnya itu dari kampung ke kampung.
Saat sedang menjajakan tikar anyamannya, nenek bertemu dengan kucing yang sangat kotor dan berpenyakitan. Singkat cerita, nenek merawat kucing itu.
"Cerita yang berkembang, pertemuan nenek itu dengan kucing saat ia bermimpi bertemu pemuda. Jadi kayak kucing jelmaan," sebutnya.
Setelah bertemu, dan merawat kucing itu, sang nenek pun mendadak kaya dan serba berkecukupan. Sampai-sampai lupa akan kehidupan miskinnya.
Suatu ketika, saat nenek menuju meja makannya untuk menyantap hidangan makanan yang sudah tersedia, nenek kesal saat kucing tersebut menggesek-gesek badannya ke kaki nenek. Sehingga kucing itu dimarahin, dan ditendang hingga dibuang sang nenek.
"Saat kucing itu sudah dibuang, dan pulang menuju rumah, nenek melihat kepulan asap hitam tepat di atas rumahnya. Ternyata rumahnya kebakaran sehingga harta bendanya habis semua. Nenek pun kembali jatuh miskin," jelasnya kembali.
Ternyata nenek melupakan janjinya pada jelmaan kucing itu. Tidak boleh sombong dan tidak boleh membuang kucing tersebut.
Saat nenek tersadar atas kelakuannya, ia pun sibuk mencari kucing yang telah dibuangnya. Namun kucing itu telah berubah menjadi batu.
Pada versi kedua, asal usul nama Jalan Batu Kucing berasal dari sebuah batu yang memang terletak di belakang klinik bersalin. Batu itu memiliki ukuran 2,5 meter, dan lebar 1 meter dengan tinggi 2 meter.
Batu itu pun dikenal dengan sebutan batu angkang yang artinya batu kapal.
"Cerita yang kita peroleh, pada abad ke-17 atau ratusan tahun lalu, daerah dimana terdapat batu kapal merupakan lautan, dan daerah sekitarnya terdapat hutan dan semak-semak yang ditumbuhi pohon karet yang besar," sebutnya dari sumber referensinya.
Dari cerita rakyat yang beredar, ada datuk yang bernama Datuk Sangpukong beserta keluarganya merupakan orang pertama yang berlayar melintasi daerah asal mula batu kapal.
Cerita lainnya, kapal yang ditumpangi keluarganya oleng hingga menabrak daratan saat kegirangan melihat seperti daratan.
Waktu yang begitu lama, bangkai kapal itu berubah menjadi bebatuan yang besar dan salah satunya ada yang berbentuk kepala kucing. Karena batu itu menyerupai kucing, maka lama-kelamaan batu tersebut disebut dengan nama Batu Kucing.
(Tribunbatam.id/endrakaputra)
*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0802jalan-batu-kucing.jpg)