Breaking News:

Darmizal Menangis Menyesal Pernah Dukung SBY, Anggap Partai Demokrat Rezim Diktator

Darmizal menangis menyesal pernah dukung SBY, anggap Partai Demokrat rezim diktator

TRIBUNBATAM.id - Darmizal menangis menyesal pernah dukung SBY, anggap Partai Demokrat rezim diktator.

Darmizal menjadi satu dari tujuh kader yang dipecat secara tidak terhormat oleh AHY pada Februari lalu.

Pemecatan ini tentu menjadi pecut keras bagi Darmizal

Sebab, dirinya bisa dibilang cukup berkontribusi akan terpilihnya SBY sebagai Ketum Partai Demokrat bertahun-tahun silam.

Eks kader Partai Demokrat Darmizal mengaku menyesal pernah mendukung Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) agar terpilih pada Kongres Partai Demokrat tahun 2015 lalu.

Buntut dari pemecetan itu, dia bersama Jhoni Allen dan kader lain menggagas kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang.

Darmizal mengaku dirinya merupakan sosok yang mengumpulkan ketua dewan pimpinan daerah (DPD) dan dewan pimpinan cabang (DPC) untuk mendukung SBY.

Eks kader Partai Demokrat menahan tangis saat berbicara dalam konferesi pers yang digelar kubu kontra-AHY di Jakarta, Selasa (9/3/2021).(YouTube.com/Kompas TV)

"Saya sangat menyesal memang menjadi aktor tim buru sergap untuk mendatangi ketua-ketua DPD, mengumpulkan ketua-ketua DPC agar mereka berbulat tekad membangun chemistry agar Pak SBY yang dipilih dalam Kongres 2015 di Surabaya," kata Darmizal dalam konferensi pers yang disiarkan akun Youtube Kompas TV, Selasa (9/3/2021).

Sambil berusaha menahan air matanya, Darmizal mengaku tidak menyangka perbuatannya enam tahun lalu melahirkan kepengurusan di Partai Demokrat yang disebutnya diktator.

Ia pun menyampaikan permintaan maaf karena menurutnya pengurus DPD dan DPC kini disulitkan dengan adanya peraturan organisasi (PO) yang dikeluarkan pengurus pusat Demokrat.

Halaman
1234
Editor: Widi Wahyuning Tyas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved