Selasa, 21 April 2026

WISATA BATAM

Batam Punya Pabrik Batu Bata Tertua, Kini Ditelusuri Disbudpar Batam

Bagian cerobong asap pabrik batu Batam Brick Works milik Raja Ali Kelana dan pengusaha Singapura ini berlokasi di Tanjunguncang.

|
TribunBatam.id/Istimewa
Batam Punya Pabrik Tertua, Punya Raja Ali Kelana, Kini Ditelusuri Disbudpar Batam. Foto Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam menelusuri cerobong asap pabrik batu bata Batam Brick Works yang berlokasi di Tanjung Uncang, depan PT Viking Engineering Kecamatan Batu Aji, Selasa (9/3/2021). 

Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata menyampaikan survei dan rencana memindahkan cerobong asap pabrik batu bata Batam Brick Works ke Musuem Raja Ali Haji sebagai upaya Pemerintah Kota atau Pemko Batam untuk melindungi salah satu cagar budaya di Kota Batam.

"Kami akan terus menambah koleksi Museum Raja Ali Haji," terangnya.

Museum Raja Ali Haji sudah didaftarkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama 475 museum lainnya di Indonesia.

Isi dari museum ini menampilkan sejarah peradaban Batam mulai dari Batam sejak zaman Kerajaan Riau Lingga, Belanda.

Kemudian Temenggung Abdul Jamal, Jepang, masa Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepri.

Lalu Otorita Pertama, era BJ Habibie, Kota Administratif, masuk Sejarah Astaka, Khazanah Melayu, dan infrastruktur atau era Batam sekarang.

Tegur Puluhan Wedding Organizer

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata atau Kadisbudpar Batam Ardiwinata memanggil 20 pelaku Wedding Organizer se-Kota Batam.

Pemanggilan ini terkait ditemukannya penerapan protokol kesehatan yang mulai kendor pada saat berlangsungnya suatu acara.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Disbudpar Batam tersebut, Ardiwinata mengevaluasi penyelenggaraan kegiatan yang dilaksanakan pelaku Wedding Organizer.

“Saya temukan sendiri Wedding Organizer ada yang mulai lalai dengan protokol kesehatan,” tegasnya, Rabu (10/3/2021).

Ardi menekankan untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan kegiatan yang diadakan, seperti pernikahan, khitanan, dan sebagainya.

Penerapan protokol kesehatan yang harus diterapkan itu diantaranya memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer dan menjaga jarak.

“Dalam pelaksanaanya, Wedding Organizer harus menyiapkan masker, hand sanitizer, tanda jaga jarak.

Kemudian menyediakan pengecek suhu tubuh, dan pelaku wedding organizer menggunakan sarung tangan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved