Breaking News
Jumat, 17 April 2026

BATAM TERKINI

HARI RAYA NYEPI - Masih Pandemi, Upacara Tawur Agung tak Digelar Sambut Tahun Baru Saka 1943

Momen perayaan Hari Raya Nyepi 1943 yang ditunggu-tunggu oleh umat Hindu akan segera tiba pada tanggal 14 Maret 2021 mendatang.

TRIBUNBATAM.id/REBEKHA ASHARI DIANA PUTRI
I Wayan Catra Yasa, Ketua Paruman Walaka Parisada Hindu Dharma Kepri di Pura Anumerta Agung Buana. Ia menyebutkan pandemi berdampak pada sejumlah upacara keagamaan umat Hindu. Ada beberapa kegiatan yang terpaksa ditiadakan di Pura untuk menghindari adanya kerumunan. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id  - Momen perayaan Hari Raya Nyepi 1943 yang ditunggu-tunggu oleh umat Hindu akan segera tiba pada tanggal 14 Maret 2021 mendatang.

Perayaan Nyepi tahun ini bukanlah perayaan pertama yang berdampingan dengan pandemi Covid-19.

Pasalnya, pada bulan Maret ditahun sebelumnya, perayaan Nyepi juga hadir saat pandemi sedang merebak.

Kendati demikian, perayaan Nyepi saat ini pun tak lepas dari protokol kesehatan sama seperti tahun lalu.

Meski begitu, nuansa perayaan Nyepi masih terasa di Pura Anumerta Agung Buana, Batam.

Tampak juga pura yang telah dihias sebagai pertanda rasa suka cita umat Hindu dalam menyambut Tahun Baru Saka 1943.

I Wayan Catra Yasa, Ketua Paruman Walaka Parisada Hindu Dharma Kepri ketika dijumpai di Pura Anumerta Agung Buana mengatakan ada beberapa upacara keagamaan yang terpaksa tidak dilakukan selama Nyepi 1943 ini.

Pasalnya, selama perayaan Nyepi ditengah pandemi ini, tidak diperkenankan untuk mengumpulkan umat dalam satu tempat.

"Kita bersama-sama berdoa agar pandemi cepat berlalu sehingga bisa melaksanakan kegiatan sesuai dengan norma, etika, sosial dan keagamaan kita," ucap pria yang mengenakkan busana seba putih itu.

Baca juga: Resep Masakan Ayam Kung Pao, Lezat dan Gampang Dibuat

Adapun upacara keagamaan yang tidak digelar ialah Upacara Tawur Agung.

Konteks dari Upacara Tawur Agung ini ialah bagaimana umat Hindu mengakui adanya hubungan manusia dengan alam. Dengan begitu manusia ditujukan untuk dapat menyayangi dan melestarikan lingkungan sekitarnya.

Tak hanya itu, kegiatan Ogoh-Ogoh pun terpaksa tidak dilakukan.

Ogoh-Ogoh sendiri mencerminkan sifat buruk manusia seperti marah, sombong, iri hati, dengki dan lain sebagainya.

Dengan adanya kegiatan tersebut dalam perayaan Tahun Baru Saka, manusia harus mengingat bahwa sifat-sifat buruk tersebut harus ditinggalkan, dan sifat baik harus ditingkatkan.

"Upacara Melasti di sumber air yang harusnya dilaksanakan hari ini juga ditiadakan untuk menghindari adanya kerumunan," paparnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved