BATAM TERKINI
Anggota DPRD Batam Ides Madri Bakal Laporkan PAUD & SD Belajar Tatap Muka
Pemko Batam sebelumnya baru memberi rekomendasi kepada SMP untuk belajar tatap muka.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Ides Madri mengimbau agar sekolah tingkat Pendidikan Anak Usia Dini atau Paud dan SD baik swasta ataupun negeri tidak melangsungkan sekolah tatap muka.
Orang tua murid juga diharapkan tidak memberikan izin anaknya belajar tatap muka disekolah. Apalagi masih tingkat paud, TK maupun SD.
Pemerintah Kota atau Pemko Batam baru merekomendasikan sekolah tingkat SMP yang diperbolehkan tatap muka.
Untuk tingkat TK dan SD belum diizinkan oleh Pemerintah Kota Batam.
Hal ini pun dipertegas oleh Kepala Dinas Pendidikan atau Kadisdik Batam, Hendri Arulan.
Apabila ada sekolah TK dan SD mainland yang melakukan tatap muka, Hendri berharap, agar ada yang menginformasikan.
Hendri menegaskan sejauh ini pihaknya belum merekomendasikan sekolah tingkat TK dan SD melangsungkan proses belajar mengajar tatap muka.
Menurutnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi belum memberikan ruang.
Faktanya, ada beberapa sekolah tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) di Kota Batam melangsungkan sekolah tatap muka.
Itupun harus melalui seleksi dan beberapa persyaratan protokol kesehatan yang ketat.
"SMP saja harus memenuhi persyaratan yang ketat.
"Saya akan sampaikan juga ke Dinas ada beberapa sekolah tingkat Paud dan TK ada yang melakukan tatap muka," ujarnya, Jumat (12/3/2021).
Selain orangtua, masyarakat setempat juga bisa mengontrol sekolah tingkat Paud dan TK yang melakukan tatap muka.
Baca juga: NEWS Webilog Tribun Batam, Belajar Tatap Muka di Sekolah Lagi, Bagaimana Rasanya?
Baca juga: FOTO-FOTO Proses Belajar Tatap Muka Minggu Pertama di SMP 27 Sagulung Batam
Agar disampaikan kepada pemerintah setempat.
Ides menegaskan penyebaran Covid-19 belum berakhir walaupun vaksinasi Covid-19 sudah digelar. Hanya saja belum mencakup seluruh masyarakat.
"Kita tak melarang melainkan mencegah.
Yang divaksin baru kami (DPRD) dan unsur lainnya. masyarakat belum.
Yang sudah divaksin dosis kedua saja harus menunggu 14 hari lagi reaksinya," ucap Ides Madri.
Sementara Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Tumbur M Sihaloho mengatakan sejauh ini masih sekolah tingkat SMP yang melakukan pengajuan sekolah tatap muka kepada Dinas Pendidikan/ Disdik Batam.
Hal ini diketahui berdasarkan tembusan kepada Komisi IV DPRD Kota Batam beberapa waktu yang lalu.
Ia juga menyebutkan saat ini bukan hanya Covid-19 yang melanda di Indonesia.
Melainkan ada juga varian virus yang baru seperti B117 yang sudah ada di beberapa provinsi. Virus tersebut, menurutnya jauh lebih ganas dibandingkan Covid-19.
"Jangan terlalu anggap remeh. Hal seperti ini perlu diantisipasi," ujar Tumbur.
Tumbur juga tampak menyesalkan apabila adanya tingkat Paud, TK dan SD yang melangsungkan sekolah tatap muka. Pasalnya masih terlalu rentan untuk tingkat anak-anak.
"Anehnya kok orang tua mengizinkan anak masih Paud atau TK bisa tatap muka disekolah," kata Tumbur.
Untuk mengantisipasi penyebaran virus ini, sekolah melalui online adalah cara yang tepat.
Apalagi, anak-anak sekolah tingkat Paud dan SD belum bisa menjaga dirinya sendiri.
"Anak-anak itukan masih maunya bermain," katanya.
Nasib Belajar Tatap Muka di Batam
Dinas Pendidikan atau Disdik Batam mengeluarkan 53 rekomendasi untuk belajar tatap muka tahap pertama tingkat SMP/sederajat.
Rinciannya, sebanyak 27 SMP swasta dan 26 SMPN di Batam bakal menerapkan belajar tatap muka dalam kondisi pandemi Covid-19.
Adapun pada tahap kedua, Disdik Batam merekomendasikan SMP sederajat untuk menerapkan belajar tatap muka.
Rinciannya masing-masing 10 SMPN dan SMP swasta.
Sebelum memberikan rekomendasi ini, lanjut Hendri, tim melakukan verifikasi sesuai dengan Surat Kesepakatan Bersama empat menteri.
Di antaranya memperoleh persetujuan dari kepala dan komite sekolah, ketersediaan sanitasi kebersihan.
Selanjutnya mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, tempat cuci tangan, disinfektan, penggunaan masker dan penyediaan alat pengukur suhu tubuh.
"Ada sejumlah verifikasi yang dilakukan sebelum memberikan rekomendasi," ucap Kadisdik Batam, Hendri Arulan saat dihubungi TribunBatam.id, Rabu (3/3/2021).
Sebelumnya, sebanyak 80 sekolah mengajukan belajar tatap muka.
Sebanyak 63 sekolah di antaranya sudah menjalani verifikasi.
Dan baru 53 sekolah yang mengantongi rekomendasi tahap pertama.
Dalam verifikasi melibatkan unsur dari Dinas Pendidikan Batam, Dinkes Batam, Dewan Pendidikan dan Polsek setempat.
Ia mengatakan pihaknya akan terus melakukan pengawasan, memastikan enam ceklis SKB 4 menteri dipatuhi dalam pelaksanaan belajar tatap muka.
Apabila diketahui ada anak didik atau pengajar yang tertular Covid-19, maka pihaknya akan menutup kembali kegiatan belajar tatap muka selama 14 hari.(TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi/Bereslumbantobing)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/09022021ketua-komisi-iv-dprd-kota-batam-ides-madri.jpg)