BERITA CHINA

TERBONGKAR 3 Alasan China Ngotot Caplok Hampir Seluruh Wilayah Laut China Selatan

Ilmuwan dari Sasakawa Peace Foundation yang berbasis di Tokyo membongkar 3 alasan China yang ngotot mengklaim sebagaian besar Laut China Selatan

Daily Express
TERBONGKAR 3 Alasan China Ngotot Caplok Hampir Seluruh Wilayah Laut China Selatan. Kolase foto Presiden China Xi Jinping 

TRIBUNBATAM.id - Terbongkar 3 Alasan China Ngotot Caplok Hampir Seluruh Wilayah Laut China Selatan.

Klaim China di Laut China Selatan seakan membuat Negeri Panda musuh banyak negara.

Mayoritas negara barat bahkan menolak dominasi China di Laut China Selatan

dengan mengirimkan armada tempur yang kapan saja siap menyerbu militer Xi Jinping.

Meski demikian ambisi China menguasai kawasan itu tak surut bahkan malah menjadi-jadi.

Baca juga: Jadi Gila karena Laut China Selatan Perancis Dicap Pamer Militer Dihadapan Amerika dan China

Baca juga: CHINA Lembek ke India dan Jepang, Ciut Hadapi Tim Quad Siap Libas Militernya di Laut China Selatan

Menurut ahli ada tiga alasan China sangat ngotot mengklaim hampir seluruh perairan Laut China Selatan.

Perairan tersebut merupakan perairan yang bersinggungan dengan wilayah Brunei Darussalam,

Kamboja, China, Indonesia, Malaysia, Filipina, Taiwan, Thailand, Vietnam bahkan Singapura.

China sendiri mengklaim sekitar 90 persen dari perairan tersebut

yang meliputi area seluas sekitar 3,5 juta kilometer persegi.

Amerika mengirim kapal induk ke Laut China Selatan di bawah pemerintahan Joe Biden.
Amerika mengirim kapal induk ke Laut China Selatan di bawah pemerintahan Joe Biden. (SCMP)

Seorang ilmuwan dari Sasakawa Peace Foundation yang berbasis di Tokyo, Jepang,

Bonji Ohara mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa Laut China Selatan adalah kunci keamanan China.

Melansir Anadolu Agency, Ohara mengatakan ada tiga alasan mengapa China getol mengklaim hampir seluruh perairan Laut China Selatan.

Pertama, Laut China Selatan penting untuk patroli strategis kapal selam rudal balistik nuklir.

Akses tersebut diperlukan untuk dapat memasuki Samudra Pasifik

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved