Breaking News:

LINGGA TERKINI

Pipa Air Pecah saat Kebakaran Hutan, BPBD Lingga Salurkan Air Bersih ke Desa Limbung

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lingga sudah mulai menyalurkan air bersih ke salah satu wilayah, yakni Desa Limbung, Lingga Utara.

ISTIMEWA
BPDB Kabupaten Lingga salurkan air bersih di Desa Limbung, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga baru-baru ini. 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Hampir sebulan terakhir wilayah Kabupaten Lingga memasuki cuaca kering atau musim kemarau.

Cuaca kering yang terjadi membuat sejumlah wilayah di wilayah Lingga hampir kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga sudah mulai menyalurkan air bersih ke salah satu wilayah, yakni Desa Limbung, Kecamatan Lingga Utara.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lingga, Okta Tianus Wirsal mengatakan, pihaknya saat ini sudah dua kali melakukan penyaluran air bersih di Desa Limbung.

“Sudah 2 tanki air bersih sebanyak 10 ton kami salurkan kepada masyarakat Desa Limbung,” tutur Okta kepada awak media.

"Saat ini baru di Desa Limbung yang kami salurkan, mengingat di sana sangat kesulitan air akibat pipa induk pecah saat kebakaran hutan beberapa hari yang lalu sehingga masyarakat kekurangan air," sambungnya.

Okta selaku pihak BPBD mengaku siap jika harus menyalurkan air bersih di desa-desa lain wilayah Kabupaten Lingga, jika dibutuhkan.

Baca juga: Nizar Optimistis Lingga Raih Juara Umum di STQ Kepri, Batam & Karimun Jadi Lawan Berat

Sementara itu Kepala Desa Limbung, Andi Mulya mengucapkan terima kasih banyak kepada pihak BPBD Kabupaten Lingga yang telah suka rela menyalurkan air bersih untuk masyarakatnya.

Andi melanjutkan, bahwa air bersih yang disalurkan tersebut dibagikan kepada masyarakat secara merata, setiap kepala keluarga mendapatkan kurang lebih 35 liter air bersih.

“Setidaknya sedikit terbantu dengan air bersih yang di salurkan untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari, biarpun belum mencukupi sepenuhnya,” pungkasnya.

Selain itu, pengurangan debit air disejumlah rumah warga wilayah Dabo Singkep juga dialami sejak Februari lalu.

"Air sudah mulai krisisis, kalau pas tengah malam baru bisa nyedot air dari sumur, itu masih dapat sedikit," kata salah seorang warga Dabo, Rian (24).

Dari pantauan TribunBatam.id, sebagian warga wilayah Dabo Singkep terlihat mulai mengantri untuk mengambil air bersih di sebuah sumur yang mumpunyai debit air yang bercukupan, di Kampung Damnah Setajam. (TRIBUNBATAM.id/Febriyuanda)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Penulis: Febriyuanda
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved