TRIBUN WIKI
Apa Itu Hemodialisa? Terapi Cuci Darah untuk Pasien Gagal Ginjal, Ini Cara Kerjanya
Apa itu hemodialisa? Terapi cuci darah untuk pasien gagal ginjal, ini cara kerjanya.
TRIBUNBATAM.id - Apa itu hemodialisa? Terapi cuci darah untuk pasien gagal ginjal, ini cara kerjanya.
Apa yang harus dilakukan bila ginjal tak lagi berfungsi?
Padahal organ ini amat penting bagi tubuh manusia.
Hal inilah yang terjadi bila seseorang menderita gagal ginjal.
Penyakit parah itu membuat ginjal tak lagi berfungsi, sehingga membutuhkan terapi cuci darah untuk menggantikan peran ginjal.
Dalam istilah medis, terapi ini dikenal dengan nama hemodialisa atau hemodialisis.
Oleh karena organ ginjal tidak berfungsi normal, maka tubuh tidak bisa mengolah atau membuang racun-racun dalam tubuh.
Dengan cuci darah, pengidap penyakit ginjal dapat bertahan hidup dan beraktivitas seperti biasa.
Untuk melakukan hemodialisa, prosesnya akan dibantu menggunakan mesin canggih dan khusus untuk menggantikan ginjal yang rusak agar tubuh bisa menyaring darah.
Cara Kerja
Untuk melakukan hemodialisa, prosesnya akan dibantu menggunakan mesin canggih dan khusus untuk menggantikan ginjal yang rusak agar tubuh bisa menyaring darah.
Mesin ini berperan sebagai ginjal artifisial (ginjal buatan) yang dapat menyingkirkan zat-zat kotor, garam, serta air berlebih yang ada di dalam darah pengidap.
Dalam proses ini, pembuluh darah pasien akan dimasukkan jarum oleh petugas medis.
Tindakan ini bertujuan untuk menghubungkan aliran darah tubuh pasien ke mesin pencuci darah.
Setelah itu, darah kotor akan disaring dalam mesin pencuci darah.
Setelah proses penyaringan usai, selanjutnya darah yang bersih akan dialirkan ke dalam tubuh pasien.
Cuci darah dengan menggunakan metode hemodialisa menghabiskan waktu sekitar empat jam per sesi.
Dalam seminggu, pengidap perlu menjalani setidaknya 3 sesi dan hanya bisa dilakukan di klinik cuci darah atau rumah sakit.
Efek Samping
Peran hemodialisa memang amat memang sangat vital, menggantikan fungsi ginjal untuk menyaring tubuh.
Namun, bukan berarti proses ini bebas efek samping.
Dalam beberapa kasus, hemodialisa bisa menimbulkan efek samping, seperti kram otot atau kulit gatal.
Tak hanya itu saja, dalam beberapa kasus cuci darah juga bisa menimbilkan efek samping seperti perut terasa penuh, atau kenaikan berat badan karena cairan dialisat yang digunakan menggandung kadar gula tinggi.
Siapa yang Membutuhkan?
Hemodialisa ini umumnya dilakukan oleh mereka yang mengidap penyakit jantung kronis atau gagal ginjal.
Pada pengidap gagal ginjal, hemodialisa ini dilakukan karena ginjal sudah tak bisa berfungsi dengan baik lagi.
Dengan kata lain, bila penyakit ginjal sudah sangat parah, melewati titik ketika ginjal tak sanggup lagi bekerja dengan optimal, maka seseorang memerlukan hemodialisa.
Cuci darah dengan menggunakan metode hemodialisa menghabiskan waktu sekitar empat jam per sesi
Seseorang bisa memulai hemodialisa ketika dirinya memiliki gejala gagal ginjal seperti mual, kelelahan, tingginya tekanan darah, atau hingga pembengkakan pada tungkai.
Di samping itu, tes laboratorium juga bisa menentukan perlu atau tidaknya seseorang menjalani hemodialisa.
Bila tes laboratorium menunjukkan tingkat limbah beracun yang tinggi dalam darah, hemodialisa perlu dilakukan.
Bila berbicara waktu, kapan waktu yang tepat untuk memulai terapi ini bergantung pada banyak hal.
Contohnya, bergantung pada tingkat energi, usia, hasil tes laboratorium, kesehatan secara keseluruhan, hingga keinginan untuk berkomitmen pada rencana perawatan.
Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul 'Hemodialisa'.
Berita lain tentang ginjal
Berita lain tentang TRIBUN WIKI
Berita lain tentang kesehatan
Baca berita terbaru lainnya di Google!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-hemodialisa1.jpg)