TRIBUN WIKI
10 Virus Paling Mematikan di Dunia, Cacar Pernah Tewaskan 300 Juta Jiwa
Inilah 10 virus paling mematikan di dunia, cacar pernah tewaskan 300 juta jiwa.
TRIBUNBATAM.id - Inilah 10 virus paling mematikan di dunia, cacar pernah tewaskan 300 juta jiwa.
Pandemi virus corona hingga kini, Rabu (17/3/2021) telah menginfeksi lebih dari 121 juta jiwa.
Adapun angka kematiannya tercatat sebanyak 2,67 juta jiwa.
Angka yang terbilang tinggi itu rupanya tidak ada ada apa-apanya dibanding 10 virus mematikan lain yang pernah mewabah di dunia.
Data dari World Health Organization (WHO) membuktikan bahwa mayoritas pasien Covid-19 yang tersebar di berbagai negara dinyatakan sembuh.
Secara virologi, jenis virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 yaitu SARS-CoV-2 memang tidak terlalu mematikan.
Sedikitnya ada 10 virus lainnya yang lebih mematikan dibanding itu, sebagaimana mengutip Kompas dari Live Science:
Baca juga: AWAS! Inilah 5 Gejala Baru Virus Corona yang Harus Diwaspadai, Jari Gosong
Baca juga: AWAS! Kesulitan Bicara Bisa Jadi Tanda Kanker Otak, Kenali Gejala dan Ciri-cirinya
Baca juga: AWAS! Haid Tak Teratur Bisa Jadi Tanda Kanker Serviks, Kenali Gejala Lainnya
1. Marburg
Para ilmuwan menemukan virus Marburg pada 1967, saat outbreak dalam skala kecil merebak di antara para pekerja di Jerman.
Mereka terkena infeksi dari monyet yang dibawa dari Uganda.
Virus Marburg mirip dengan Ebola yang menyebabkan demam tinggi.
Demam yang sangat tinggi ini kerap menimbulkan syok, gagal organ, kemudian kematian.
Angka kematian pada outbreak pertama bahkan mencapai 25 persen.
Namun pada tahun 1998-2000, angka kematiannya mencapai 80 persen saat terjadi outbreak di Kongo.
2. Ebola

Outbreak Ebola pertama pada manusia diketahui terjadi di Sudan dan Kongo, tepatnya pada 1976.
Ebola ditularkan lewat kontak dengan darah atau cairan tubuh lainnya, serta kontak langsung dari orang atau hewan yang terinfeksi.
Terdapat lebih dari 1 jenis virus Ebola, dan tingkat bahayanya bervariasi.
Hal tersebut dijelaskan oleh Elke Muhlberger, pakar virus Ebola di Boston University.
Ia menjelaskan bahwa salah satu jenis virus yaitu Ebola Reston tidak membuat orang sakit.
Namun jenis Bundibugyo memiliki tingkat kematian sampai 50 persen, bahkan sampai 71 persen saat outbreak di Kongo.
3. Rabies
Meski pada 1920-an vaksin rabies telah ditemukan, namun kasusnya masih sangat banyak di India dan Afrika.
Virus rabies menghancurkan sel-sel otak dengan penyakit yang sangat parah.
Sejatinya, manusia punya antibodi alami untuk memerangi rabies.
Namun, jika hewan tidak divaksin rabies dan terkena virus, kemudian menggigit manusia, hampir bisa dipastikan akan meninggal dengan kemungkinan 100 persen.
Baca juga: Sebabkan Koma hingga Kematian, Waspada Penyebab dan Gejala Rabies, Tak Hanya dari Anjing
Baca juga: AWAS! Inilah Gejala dan Ciri-ciri Kanker Otak yang Harus Diwaspadai
Baca juga: Gejala dan Ciri-ciri Pneumonia yang Harus Diwaspadai, Infeksi Paru-paru Mudah Menular
4. HIV
Dalam dunia modern saat ini, HIV bisa jadi virus paling mematikan.
Diperkirkan 32 juta orang meninggal karena HIV sejak penyakit tersebut pertama kali ditemukan pada awal 1980-an.
“HIV adalah salah satu pembunuh paling sadis,” tutur Dr Amesh Adalja, ahli penyakit menular untuk Infectious Disease Society of America.
Obat antiviral yang telah diciptakan memungkinkan seseorang untuk hidup bertahun-tahun meski terkena HIV.
Namun di beberapa negara miskin, infeksi HIV masih sangat tinggi.
WHO menyebutkan bahwa di di negara-negara miskin dan kurang berkembang, HIV menginfeksi sebanyak 95 persen populasi.
Sebanyak 1 dari 25 orang Afrika positif HIV.
5. Cacar
Pada 1980-an, World Health Assembly mendeklarasikan “dunia bebas dari virus cacar”.
Namun sebelum itu, manusia sudah memerangi virus ini selama ribuan tahun.
Angka kematian di negara-negara luar Eropa lebih tinggi.
Pada abad ke-20 saja, cacar membunuh 300 juta orang di seluruh dunia.
6. Hantavirus
Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) pertama kali menjadi perhatian di Amerika Serikat pada 1993.
Pada saat itu, seorang warga dan pasangannya yang tinggal di wilayah Four Corners meninggal dunia karena kehabisan napas.
Beberapa bulan setelahnya, petugas medis menemukan hantavirus dari tikus yang hidup di rumah tersebut.
Kini, lebih dari 600 orang di Amerika Serikat terkena HPS, dengan angka kematian sebesar 36 persen berdasarkan Centers of Disease Control and Prevention.
Virus tersebut tidak menular antarmanusia, melainkan dari kotoran tikus yang terinfeksi.
Baca juga: Apa Itu Hantavirus? Simak Bahaya hingga Cara Penularan Penyakit yang Disebar Tikus
Baca juga: Jadi Ancaman Global, Virus Nipah di China Berpotensi jadi Pandemi Baru, Gejala Mirip Flu
Baca juga: Gejala dan Ciri-ciri Vertigo, Pusing yang Sering Disepelekan padahal Mematikan
7. Influenza
Saat musim flu, lebih dari 500.000 orang di dunia meninggal karena virus influenza.
Namun terkadang, beberapa jenis virus influenza menyebar lebih cepat sehingga menimbulkan angka kematian yang lebih tinggi.
Pandemi flu terburuk sepanjang sejarah adalah Spanish flu (flu Spanyol) yang merebak tahun 1918.
Virus ini menginfeksi sepertiga warga dunia, dan membunuh 50 juta orang.
8. Dengue
Virus dengue pertama kali muncul di Filipina dan Thailand pada 1950-an.
Virus ini hidup di wilayah tropis, termasuk Indonesia, dan ditransmisikan lewat nyamuk Aedes aegepti.
Tiap tahun, dengue menginfeksi 50 sampai 100 juta orang di seluruh dunia.
Di Indonesia sendiri, dengue terus mewabah dari tahun ke tahun.
9. Rotavirus
Rotavirus adalah penyebab utama diare parah pada bayi dan anak-anak.
Virus ini juga menyebar sangat cepat.
Di negara-negara miskin, angka kematian akibat rotavirus sangat tinggi karena pasien yang dehidrasi.
WHO memperkirakan 453.000 anak-anak di bawah usia 5 tahun meninggal dunia karena rotavirus pada 2008.
10. SARS-CoV
Virus yang menyebabkan gangguan pernapasan atau SARS pertama kali ditemukan pada 2002.
Virus ini berbeda dengan SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang saat ini merebak.
WHO menyebutkan virus ini pertama kali muncul dari Provinsi Guangdong, China.
Usai mewabah di China, virus ini kemudian menyebar ke 26 negara.
Penyakit ini menyebabkan demam dan nyeri sendi dan pneumonia.
Angka kematian akibat penyakit ini mencapai 9,6 persen, dan sampai saat ini belum ada vaksinnya.
Berita lain tentang kesehatan
Berita lain tentang TRIBUN WIKI
Baca berita terbaru lainnya di Google!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/asgfdk.jpg)