BENCANA ALAM
ANEH! Tanah Bergerak Sendiri, 6 Unit Rumah Milik Warga Rusak di Wilayah Kalbar
Ranah bergerak di Dusun Baru Belian, Desa Tanjung Ria, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat ( Kalbar), enam unit rumah rusak
SINTANG, TRIBUNBATAM.id - Akibat tanah bergerak di Dusun Baru Belian, Desa Tanjung Ria, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat ( Kalbar), enam unit rumah milik warga rusak
Diberitakan media setempat, Tribunsintang.com (grup tribunbatam.id), kejadian tersebut terjadi pada Kamis, 18 Maret 2021, sekitar pukul 10.00 wib pagi.
Kerusakan terparah rumah warga akibat pergerakan tanah, menyebabkan keretakan pada dinding, hingga ada yang terbelah.
"Sebanyak 6 rumah mengalami kerusakan. Kerusakan terparah dialami salah satu rumah yang dapurnya sampai terpisah dari bangunan utama," kata Kapolres Sintang, AKBP Ventie Bernard Musak, melalui Kasubag Humas Polres Sintang, Iptu Hariyanto kepada Tribun Pontianak.
• Walikota Tanjungpinang Minta OPD Cepat Tangani Bencana
Pergerakan tanah terjadi di sepanjang 100 meter di bantaran sungai sepauk.
Diduga, tanah bergerak disebabkan guyuran hujan sepanjang malam yang terjadi di wilayah Sintang dan sekitarnya.
"Hujan yang mengguyur semalaman menyebabkan tanah bergerak sepanjang sekitar 100 meter di bantaran sungai sepauk," ujar Hariyanto.
• 5 Arti Mimpi Bencana Alam, Dikaitkan dengan Tanda Kecemasan
• 2 Ekor Harimau Lepas dari Kebun Binatang Singkawang Kalbar Berhasil Ditangkap, Pawang Tewas Diterkam
Kapolsek Sepauk, Iptu TY Anang mengatakan saat ini anggota masih di lokasi untuk membantu warga mengevakuasi barang-barang di dalam rumah.
"Anggota sudah ke lokasi, bantu evakuasi," ujarnya.
Mengutip dari Kompas.com, Peneliti Ahli Madya Bidang Geoteknik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr Adrin Tohari menjelaskan, tanah bergerak seperti di Purworejo adalah fenomena tanah bergerak yang bertipe nendatan.
Menurut dia, fenomena tanah bergerak seperti itu biasa dikenal dengan tanah longsor.
• Bupati Kabupaten Melawi Kalbar Positif Corona, Bersama Istri, Ibu Mertua, dan Tiga Anaknya
Penyebab umum terjadi tanah bergerak karena adanya kenaikan air di dalam tanah yang dipicu oleh hujan.
“Yang terjadi di daerah-daerah seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah tanah bergerak itu adalah karena hujan. Hujan yang lebat dengan durasi lama. Itu menyebabkan air di dalam tanah naik melewati suatu bidang lemah yang ada di bagian bawah tanah sehingga tanah itu bergerak,” ujar Adrin.
Tanah bergerak tipe nendatan ini bisa menyebabkan jalan terbelah, dan turun.
Jika retakan melewati rumah, maka rumah dapat ambruk, retak, atau ambles.
Biasanya, fenomena tanah bergerak dengan tipe nendatan bergerak secara perlahan.
“Sebenarnya fenomena ini bisa diamati oleh masyarakat terdampak. Biasanya muncul retakan-retakan kecil lama-lama muncul amblesan dan lama-lama makin besar,” jelas Adrin.
Tanah bergerak dengan tipe nenatan biasanya tidak terjadi tiba-tiba.
Sementara, fenomena tanah longsor yang terjadi dengan sangat cepat, adalah tanah bergerak dengan tipe luncuran.
• VIDEO - Polsek Tambelan Bintan Tangkap 4 Nelayan asal Kalbar, Gegara Cari Ikan Gunakan Bahan Peledak
Fenomena tanah bergerak dengan tipe nendatan biasanya terjadi di daerah yang luas.
Daerah tersebut umumnya satu hingga beberapa kampung.
Adapun risiko fenomena yang terjadi umumnya adalah jalan atau rumah yang rusak.
Adrin mengatakan, berdasarkan pengamatannya, umumnya tanah bergerak di daerah-daerah yang banyak lahan basah seperti dekat persawahan, kolam, maupun daerah yang di bawahnya sungai.
Hal ini karena di beberapa sungai terdapat bebatuan yang sulit untuk tempat air merembes masuk sehingga air merambat naik, mengenai bagian lemah dan terjadilah tanah bergerak.
• VIDEO - Polsek Tambelan Bintan Tangkap 4 Nelayan asal Kalbar, Gegara Cari Ikan Gunakan Bahan Peledak
Untuk kasus tanah bergerak dengan tipe nendatan yang merusak, Adrin menilai, relokasi adalah solusi yang tepat.
Permukiman penduduk sebaiknya dipindahkan ke lokasi atau daerah yang lebih aman atau stabil (berdasarkan hasil kajian geologi), tetapi mereka masih bisa bercocok tanam di lokasi yang lama.
“Karena tanah bergerak tipe ini acapkali terjadi secara berulang dalam kurun waktu beberapa tahun kemudian,” kata dia.
Adrin menyebutkan, tanah bergerak tipe nendatan semacam ini berbeda dengan liquifaksi. Liquifaksi terjadi karena adanya getaran gempa. (*)
BACA JUGA BERITA TERBARU TRIBUNBATAM.id di GOOGLE NEWS, klik di sini
Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul BREAKING NEWS - Tanah Bergerak di Sepauk Sebabkan 6 Rumah Rusak, Retak Hingga Terbelah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/enam-unit-rumah-rusak-akibat-tanah-bergerak-di-dusun-baru-belian.jpg)