PENANGANAN COVID
75 Kru Kapal Pelni KM Kelud Vaksinasi Corona di Jakarta, Program Mitra Perhubungan
Kru KM Kelud sebelumnya sempat menjadi sorotan setelah 29 orang dinyatakan positif Covid-19 pada April 2020.
BATAM, TRIBUNBATAM.id – Sejumlah Anak Buah Kapal atau ABK KM Kelud menjalani vaksinasi corona dosis pertama.
Ada 75 ABK kapal Pelni yang menerima vaksin di Jakarta pada jumat (19/3/2021).
Mereka merupakan bagian dari program 1.000 vaksinasi mitra perhubungan.
Pejabat Sementara (Pjs) Kesekretariatan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), Opik Taufik mengatakan, pihaknya turut menjadi kelompok prioritas vaksinasi covid-19.
“Kru KM Kelud menjadi perwakilan Pelni pada program vaksinasi tahap kedua di Jakarta.
Hal ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung langkah pemberian vaksin yang digaungkan oleh pemerintah kepada masyarakat Indonesia,” ujar Opik kepada TribunBatam.id
Ia menambahkan, langkah ini pun mendapat dukungan penuh dari pihaknya.
Mengingat, Penanganan Covid menjadi fokus utama pemerintah saat ini.
Selain kru kapal, lanjut dia, pegawai operasional Pelni lainnya juga telah mendapatkan suntik vaksin.
Seperti di cabang Balikpapan, Manokwari, Fak-Fak, Merauke, Palu, Biak, dan Jayapura.
“Untuk kru kapal dan rekan-rekan di cabang lainnya masih dalam penjadwalan dan kami harapkan dapat dilakukan secara bertahap,” katanya lagi.
Pihaknya berharap, kegiatan suntik vaksin Covid-19 terhadap para pegawai operasional ini ikut melindungi dan menambah kepercayaan diri mereka dalam memberikan pelayanan kepada seluruh pelanggan.
“Walaupun vaksinasi telah dilakukan, protokol kesehatan dan pelaksanaan 5 M dalam kegiatan operasional dan pelayaran tetap kami tegakkan.
Tujuan agar tetap memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pihak, terlebih sesaat lagi akan masuk masa angkutan lebaran 2021,” ungkap dia.
Baca juga: Kapal Pelni KM Kelud Masih Primadona, 528 Penumpang Turun di Pelabuhan Batu Ampar Batam
Baca juga: Kemenparekraf Targetkan 30 Ribu Pekerja Pariwisata di Nongsa dan Lagoi Divaksinasi Corona
Dalam masa kebiasaan baru transportasi laut, Opik mengakui jika Pelni senantiasa menerapkan protokol kesehatan yang ketat terhadap seluruh penumpang ataupun kru kapal.
Tidak hanya itu, penyemprotan disinfektan di seluruh sudut kapal Pelni pun juga rutin dilakukan.
Hal ini, kata Opik, bertujuan untuk memastikan kapal steril dalam setiap perjalanannya.
“Kami juga masih menerapkan tingkat keterisian sebesar 50 persen dari kapasitas kapal dengan maksud tetap menjaga jarak antar penumpang,” sebutnya.
Sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang transportasi laut, Pelni telah mengoperasikan sebanyak 26 kapal penumpang dan menyinggahi 76 pelabuhan serta melayani 1.058 ruas.
Selain angkutan penumpang, Pelni juga melayani 45 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan (3TP).
Dimana, kapal perintis menyinggahi 285 pelabuhan dengan 3.811 ruas.
Pelni juga mengoperasikan sebanyak 16 kapal Rede.
"Sedangkan pada pelayanan bisnis logistik, Pelni mengoperasikan 9 trayek tol laut serta 1 trayek khusus untuk angkutan ternak," ucapnya.
Jadi Sorotan Setelah Positif Covid-19
Kru KM Kelud sebelumnya menjadi sorotan. Itu setelah 29 ABK kapal Pelni itu dinyatakan positif covid-19.
Kapal penumpang milik PT Pelni tersebut terakhir mengantarkan penumpang dari Tanjung Priok ke Tanjungbalai Karimun pada bulan April 2020.
Para ABK tersebut dirawat di Rumah Sakit Khusus Infeksi atau RSKI Covid-19 Galang.
Para penumpang tujuan Tanjungbalai Karimun pada saat itu berjumlah 42 orang.
Keseluruhannya merupakan warga Kabupaten Karimun.
Mereka tiba dan turun di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun pada Minggu (12/4/2020) malam.
Begitu tiba di Karimun mereka langsung dibawa oleh Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Karimun ke lokasi karantina terpusat di SMP Negeri 2 Binaan, Kecamatan Tebing.
Mereka kemudian menjalani karantina dengan mengikuti sejumlah program yang ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Karimun.
"KM Kelud berangkat tanggal 26 ke Belawan dan tanggal 29 ke Priok," kata Kepala Cabang PT Pelni Tanjungbalai Karimun, Yusuf, Rabu (15/7/2020).
Setelah sembilan hari menjalani masa karantina, puluhan penumpang yang keseluruhannya warga Karimun itu menjalani rapid test pada Senin (20/4/2020).
Hasilnya, 42 orang itu dinyatakan non reaktif rapid.
Sehari pasca pemeriksaan rapid tes, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Karimun memperbolehkan mereka pulang ke rumahnya masing-masing.(TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Berita Batam Hari Ini
Berita Tentang KM Kelud
Berita Tentang Vaksinasi Corona
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/abk-km-kelud-dpaat-vaksinasi-corona.jpg)