TIPS SIMPAN MAKANAN
Cara Simpan Tempe agar Lebih Awet, Ternyata dengan Dikukus Bikin Rasa Tak Berubah
Cara Simpan Tempe agar Lebih Awet, Ternyata dengan Dikukus Bikin Rasa Tak berubah.
TRIBUNBATAM.id - Menyimpan tempe sebetulnya gampang-gampang susah.
Sebab, makanan fermentasi ini mudah sekali basi dan berubah rasa bila salah dalam penyimpanan.
Meski sudah disimpan dalam kulkas, tidak menutup kemungkinan jika tempe tetap bisa basi.
Apalagi bila disimpan dalam waktu yang cukup lama, rasanya akan berubah menjadi sedikit asam.
Untuk itu, Anda harus memahami cara simpan tempe yang benar agar bahan makanan ini lebih awet.
Cara ini juga dapat membuat kualitas tempe tetap terjaga dan terasa enak saat disantap.
Berikut Tribun Batam sajikan tips dan cara simpan di suhu ruang, kulkas, dan freezer:
Baca juga: Cara Simpan Sayur Buncis yang Benar, Awet dan Segar hingga 8 Bulan
1. Batas waktu pemakaian
Tempe lebih baik cepat diolah setelah baru dibeli.
Bila terlalu lama disimpan, tempe akan mengalami penurunan kualitas yang terlihat dari rasa, tekstur, warna, dan bau.
Idealnya, tempe diolah maksimal 2 hari setelah dibeli.
Sebab, bila semakin lama disimpan, tempe akan terus mengalami proses fermentasi.
Apabila hendak memasak tempe, tidak disarankan menggunakan tempe dengan usia lebih dari 2-3 hari.
Namun hal tersebut kembali lagi kepada kualitas tempe yang didapat.
2. Sebaiknya simpan dalam chiller
Jika Anda tak sempat memasak tempe secara langsung, bisa dimasukkan ke dalam chiller.
Namun penyimpanan di chiller juga akan menimbulkan perubahan dalam segi rasa, tekstur, dan warna.
Bungkus tempe dengan plastic wrap sebelum disimpan dalam chiller.
Pastikan tak ada lubang dan kedap udara, supaya tidak timbul bintik-bintik air yang bisa merusak tekstur tempe.
Lalu juga tidak disarankan menyimpan tempe di dalam freezer.
Sebab tempe akan beku dan ketika tempe dikeluarkan dari freezer warnanya akan berubah menjadi hitam-hitam dan agak busuk.
Jika terpaksa menyimpan tempe dalam freezer lebih baik simpan selama 1 hari saja, jangan sampai berhari-hari atau lewat satu minggu.
Sementara kalau disimpan di chiller direkomendasikan tak lebih dari 3 hari.
Tempe yang keluar dari chiller atau freezer yang hendak dimasak, lebih baik didiamkan di ruang terbuka sampai suhunya sesuai dan setara dengan suhu ruangan.
Paling tidak diamkan tempe selama 10-15 menit, sampai bagian dalam tempe sudah tidak dingin.
Tujuan menyesuaikan suhu tempe dari chiller atau freezer adalah agar tekstur tempe bisa kembali normal dan tak terlalu keras.
Baca juga: Cara Simpan Ikan Laut Segar Agar Awet dan Tak Mudah Busuk, Buang Dulu Bagian Ini
Baca juga: Cara Simpan Cabai Agar Awet hingga 3 Bulan, Tetap Segar dan Tak Busuk dengan Trik Ini
Baca juga: Mudah Busuk, Inilah Cara Simpan Cabai yang Benar, 3 Trik Rahasia Ini Bikin Awet
3. Tak perlu dimasak dulu
Anda mungkin mengenal teknik masak ayam ungkep, selesai dimasak bisa disimpan dalam freezer.
Kalau mau dimakan, dipanaskan kembali.
Namun bagaimana kalau melakukan cara yang sama terhadap tempe? Apakah bisa?
Saat makanan sudah masuk dalam proses dimasak maka kualitasnya menurun.
Sementara tempe masak yang dismipan dalam freezer atau chiller, harus dimasak atau dihangatkan lagi saat hendak disantap.
Hal tersebut dapat mengurangi kualitas tempe dua kali lipat, sebab tempe dimasak dan disimpan lalu dimasak lagi, maka akan mengurangi segi rasanya juga.
4. Kukus agar fermentasi berhenti
Lebih baik tempe dikukus terlebih dahulu agar proses fermentasinya berhenti.
Sehingga kedelai tidak terus berkembang dan tempe tidak menjadi busuk karena over-cooked.
Setelah itu, tempe bisa dikemas dan disimpan dalam kulkas atau freezer.
Berita lain tentang TIPS SIMPAN MAKANAN
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cara Simpan Tempe yang Baik dan Benar, Jangan Lebih dari 2 Hari".
Baca berita lainnya di Google.