Jumat, 12 Juni 2026

HUMAN INTEREST

Dulu Jadi Koki di Restoran Malaysia, Megawati Kini Beralih Profesi Jadi Pedagang

Megawati terdampak covid19. Dulu dia jadi koki di sebuah restoran di Malaysia. Karena covid, dia dipulangkan ke Karimun, kini jadi pedagang

Tayang:
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Megawati, dulu jadi koki di restoran Malaysia 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Kasus Covid-19 yang belum usai melanda seluruh mancanegara, membuat banyak negara melakukan lockdown.

Terutama pada negara seberang di Tanjungbalai Karimun yaitu Malaysia.

Pelayaran lintas laut yang biasanya dilakukan masyarakat Karimun untuk bekerja maupun berlibur menjadi terhambat.

Terhitung sudah setahun Malaysia melakukan lockdown.

Hal ini berimbas pula pada warga Karimun yang sebelumnya bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

Satu di antaranya Megawati (48). Perempuan yang tinggal di Paya Manggis, Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral itu sebelumnya bekerja sebagai koki di salah satu restoran di Malaysia.

Baca juga: Kisah Bos Agen Travel di Batam Bagi-bagi Rezeki Teh Tarik di Tengah Pandemi Covid19

Baca juga: Dulu Berdagang Mainan Anak, Kini Nasrul Jadi Anggota Dewan di Tanjungpinang

Namun akibat pandemi, ia dipulangkan ke Karimun, Indonesia.

Kepulangannya ke Karimun, membuat ia harus memutar haluan. Berpikir cara untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah agar tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama keluarganya.

Alhasil, kini Megawati berdagang. Ia membuka usaha menjual mainan warna warni yang biasanya digemari anak-anak kecil pada umumnya.

Ia menjual anak ayam dengan bulu berwarna-warni.

Ayam tersebut berasal dari Medan, Sumatera Utara. Pendistribusian dari Medan ke Tanjungbalai Karimun menggunakan Kapal Roro.

Sudah berjalan tiga bulan Mega menekuni usaha jualan ayam warna-warni tersebut.

Ia menyebut, dalam usahanya itu Mega pernah mengalami gagal sebanyak 500 ekor ayam.

"Pernah gagal 500 ekor mati karena waktu itu musim hujan," ucapnya.

Untuk saat ini penjualannya membuahkan hasil yang lumayan. Cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Pelanggannya juga beragam, tidak hanya anak-anak kecil yang menjadikan mainan, namun banyak masyarakat yang menjadikan sebagai benih.

Untuk harganya ditawarkan satu ekornya Rp 7 ribu.

Dalam berjualan, ia selalu berpindah tempat. Kadang di Coastal Area, kadang di Pasar Puan Maimun.

(Tribunbatam.id/YeniHartati)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Karimun

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved