Cerita Pria Lumpuh Selamatkan Anaknya saat Kebakaran Kilang Minyak, Sempat Ambil Mainan
Cerita pria lumpuh selamatkan anaknya saat kebakaran kilang minyak, sempat ambil mainan.
INDRAMAYU, TRIBUNBATAM.id - Cerita pria lumpuh selamatkan anaknya saat kebakaran kilang minyak, sempat ambil mainan.
Peristiwa kebakaran hebat yang melanda kilang minyak Balongan, Indramayu, Jawa Barat menyisakan banyak cerita.
Malam itu, Senin (29/3/2021) menjadi malam yang mencekam bagi warga sekitar kilang.
Mereka yang sebagian besar tengah terlelap harus bangun dan bergegas mengungsi untuk menyelematkan diri.
Salah satunya adalah Teja Sutedja.
Pria berumur 48 tahun ini berhasil menyelamatkan anaknya dari peristiwa mencekam itu.
Baca juga: Selasa Pagi Api Belum Padam, Pengamat Sebut Ada Pihak Tak Mau Indonesia Punya Kilang Minyak, Kenapa?
Baca juga: Cerita Warga yang Berjarak 500 Meter dari Kebakaran Kilang Balongan, Udara Panas Menyengat
Baca juga: 27 Tahun Beroperasi, Inilah Sejarah Kilang Minyak Balongan, Alami 3 Kali Kebakaran
Firasat
Teja mengaku, beberapa saat sebelum ledakan terjadi, ia mulai merasa tidak enak hati, lantas ia bangun dari tidurnya.
"Waktu itu emang mulai gak enak, hujan juga jadi saya bangun liat anak-anak," kata Teja Sutedja ketika diwawancara Tribun Jabar di Posko pengungsian GOR Perumahan Bumi Patra, Indramayu, Selasa (30/3/2021).
Teja yang memang keadaan kaki kanannya sudah lumpuh semenjak setahun terakhir harus merangkak mencari tongkat untuk berjalan.
"Kaki saya sudah setahun sakit, jadi memang harus pake tongkat. Saya cari tongkat sambil merangkak," katanya.
Ketika hujan deras berlangsung disertai gelegar petir yang tak henti di malam ledakan kilang minyak Pertamina , Teja mulai berniat melihat kondisi anak-anaknya yang sedang tidur.
"Pas saya lihat anak saya, tiba-tiba ada suara ledakan besar sekali, pintu rumah langsung terbuka, saya lihat keluar rumah langit itu kayak kelihatan ambles, beberapa kaca bagian depan juga pecah. Wah ngeri, " katanya.
Selang berapa saat ledakan kedua dan ketiga terjadi, Teja pun ketakutan lalu beriupaya membopong anak bungsunya yang saat itu belum bangun dari tidur.
"Saya angkut saja anak ini, sambil jalan pakai tongkat. Saya juga bawa mainan robotnya, karena dia nangis nanti kalau gak ada mainan," papar Teja.
Teja mengatakan ketika ia mulai keluar rumah setelah ledakan hendak menyelamatkan diri, dia bingung harus mengungsi dimana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/gsgd.jpg)