BERITA CHINA
Taiwan Kena Imbas Perang Dagang China Vs Amerika, Tuding Ambisi Beijing Curi Teknologi
Tensi tinggi antara China dengan Amerika Serikat (AS) dan terjadinya perang dagang 2 negara mendorong Beijing meningkatkan upayanya mencuri teknologi
TRIBUNBATAM.id - Tensi tinggi antara China dengan Amerika Serikat (AS) mendorong Beijing meningkatkan upayanya mencuri teknologi.
Negara komunis pimpinan Xi Jinping itu sekarang dituding sedang memburu bakat-bakat dari Taiwan.
Taiwan sejak beberapa dekade belakangan merupakan "markas" bagi industri chip yang berkembang dan terkemuka di dunia.
Taipeh bahkan telah lama mengkhawatirkan upaya China untuk meniru kesuksesan negerinya, baik melalui cara yang adil atau cara yang curang.
Baca juga: China Blokir Situs Berita Indonesia tanpa Alasan, Peneliti: Sulit Menebak Pikiran Beijing
Di satu sisi, negara kepulauan itu diklaim China bagian dari negaranya dalam kampanye yang disebut dengan istilah Satu China.
Tuduhan pencurian teknologi dari Taiwan oleh Negeri Panda, tak lain untuk meningkatkan kemandirian industri semikonduktor di dalam negeri.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Ekonomi Taiwan Wang Mei-hua di dalam rapat parlemen pada Rabu (31/3/2021) sebagaimana dilansir Reuters.
Ketika perang dagang dengan China, AS memang menargetkan industri teknologi dari China.
Negeri Paman Sam tak segan memberikan sanksi kepada sejumlah perusahaan asal China termasuk raksasa telekomunikasi Huawei Technologies Ltd.
Washington mengatakan, Huawei merupakan ancaman bagi keamanan nasional AS.
Langkah AS tersebut lantas membuat China Murka.
Baca juga: Xi Jinping Balas Dendam ke Barat, Perusahaan Swedia Kena Imbas Tak Bisa Lagi Beroperasi di China
Baru-baru ini, Wang mengatakan bahwa perang dagang antara China dan AS telah menciptakan risiko baru bagi Taiwan.
Dia mengatakan, meski perang dagang membuat industri semikonduktor China tersendat, Beijing tetap berkomitmen mengembangkan industri tersebut.
"Untuk mencapai swasembada dalam rantai pasokan (semikonduktor), perburuan dan infiltrasi adalah cara tercepat bagi China untuk melakukan ini," tutur Wang.
Dia menambahkan, para pekerja asal Taiwan yang mengembangkan chip memiliki pengalaman yang mendalam dan berbicara dalam bahasa yang sama.
Para pekerja ini lantas menjadi sasaran yang empuk bagi China demi mengembangkan industri semikonduktor di dalam negeri.
Kantor Urusan Taiwan China tidak segera menanggapi permintaan komentar atas pernyataan dari Wang.
Wakil Kepala Biro Keamanan Nasional Taiwan Hu Mu-yuan mengatakan, upaya China itu tak hanya merupakan ancaman bagi Taiwan, tetapi juga mengancam Jepang dan Korea Selatan.
Baca juga: Diplomat Top AS dan China Saling Kecam, Beijing Defensif Pertahankan Argumen: Sudah Diperkirakan
"Selain itu, komunis China mencuri kekayaan intelektual negara lain untuk meningkatkan kekuatan mereka sendiri," ujar Hu.
Taiwan sebenarnya memiliki undang-undang untuk mencegah pencurian teknologi tersebut terjadi.
Tetapi para pejabat menyatakan bahwa China mencoba mendirikan perusahaan depan di pulau itu, mengambil bakat dari Taiwan, dan metode lainnya.
"Mencegah teknologi kunci Taiwan berteknologi tinggi agar tidak disusupi oleh China telah menjadi tugas penting untuk melindungi daya saing industri kami dan memastikan keamanan ekonomi kami," kata Hu.
* Berita tentang China
* Berita tentang Taiwan
* Berita tentang Amerika Serikat
.
.
.
Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google
(*/TRIBUNBATAM.id)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Saat Perang Dagang dengan AS, China Curi Teknologi dari Taiwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/perang-dagang-amerika-vs-china.jpg)