Breaking News:

BATAM TERKINI

Buntut 5 Rumah di Kampung Jabi Batam Digusur, Warga Minta Tanggung Jawab Pemerintah

Warga Kampung Jabi Nongsa Batam meminta pertanggungjawaban pemerintah terkait penggusuran lima rumah tanpa ada sosialisasi lebih dulu

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Ichwan Nur Fadillah
Pertemuan warga Kampung Jabi Batam, Kamis (1/4/2021) malam. Buntut 5 Rumah di Kampung Jabi Batam Digusur, Warga Minta Tanggung Jawab Pemerintah 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Penggusuran lima rumah milik warga di wilayah Kampung Jabi, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Senin (29/3/2021) lalu, berbuntut panjang.

Hampir keseluruhan warga mengaku keberatan dengan tindakan itu.

Mereka menilai, penggusuran dilakukan tanpa alasan jelas.

"Ketika ada rumah yang dirobohkan tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu, tentu harus ada solusi untuk penyelesaiannya.

Tidak hanya minta maaf," tegas seorang warga, Erna, saat pertemuan kampung digelar, Kamis (1/4/2021) malam.

Baca juga: SEGERA Digusur, Tempat Relokasi Pedagang Simpang Barelang Batam Belum Ditentukan

Baca juga: 15 Ruas Jalan di Batam Dibangun 2021, 400 PKL Harus Siap Digusur

Kebanyakan warga mengaku tak menerima dan meminta pertanggungjawaban pemerintah terkait penggusuran 5 rumah warga tersebut.

"Kalaupun ada tindakan penggusuran, tentu ada sosialisasi dan SOP lainnya. Tidak main sembarang gusur saja," timpal warga lain, Nurdin.

Dalam pertemuan kampung itu, warga pun mengambil langkah untuk segera menyurati pihak-pihak terkait.

Salah satunya, mereka akan menyurati pimpinan DPRD Batam. Warga ingin peristiwa ini diselesaikan secara prosedural dan tidak bertele-tele.

"Kalau sudah ada barang yang hilang, bukan penggusuran lagi itu namanya," kata warga lain, Ami.

Selain warga dan tokoh masyarakat, pertemuan kampung ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam, Muhammad Yunus.

Yunus mempertanyakan alasan dilakukannya penggusuran.

"Apakah rumah ini bagian dari penggusuran kampung tua? Apakah penggusuran terkait pelebaran jalan? Atau memang dikarenakan adanya aktivitas penggalian pasir? Tentu ada mekanismenya, tidak main hajar saja," tegas dia kepada Tribun Batam.

Selain itu, Yunus juga menyayangkan jika penggusuran terjadi tanpa ada pemberitahuan dan sosialisasi terlebih dahulu ke warga sekitar.

"Kami akan minta Bapemperda untuk mendiskusikan ini bersama BP Batam. Mengingat, Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) masih berkaitan dengan Bapemperda," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Tribun Batam.id masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait, termasuk BP Batam.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved