Senin, 18 Mei 2026

HUMAN INTEREST

Dulu Karyawan Perusahaan Besar, Yuyun Deliana Kini Sukses Jadi Seorang Entrepreneur

Mantan karyawan perusahaan besar di dunia ini, kini banting setir jadi seorang entrepreneur di Batam. Ia Yuyun Deliana

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi
Dulu karyawan kini menjadi entrepreneur makanan sehat di Batam. Yuyun Deliana menunjukkan kuker dan keripik kentang buatannya, Sabtu (3/4/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Berjalan menuju meja di sebuah restoran sembari menenteng hampers kekinian. Wanita berambut pirang itu tampak tersenyum kepada penulis.

Wanita ini bernama Yuyun Deliana, akrab disapa Yuyun. Dari mantan karyawan sebuah perusahaan yang cukup besar di dunia, kini ia banting setir menjadi seorang entrepreneur di Kota Batam.

Tak disangka, kini kue kering (kuker) buatan tangannya bisa menjadi fenomenal di Kepri bahkan hingga mancanegara. Tak hanya kuker, tangannya yang kreatif pun mampu membuat berbagai menu-menu makanan yang sehat.

Sembari menyeruput minuman di depannya, Yuyun menceritakan kisahnya. Mulai dari seorang karyawan hingga seperti saat ini. Awal dirinya beralih dari pekerjaannya di KFC, Yuyun membuat usaha keripik kentang.

"Resepnya dari tanteku. Begitu aku resign aku buat keripik kentang," tuturnya sembari tertawa, Sabtu (3/4/2021).

Baca juga: Cerita Sedih Pedagang di Tanjungpinang saat Pandemi: Dapat Rp 50 Ribu sudah Syukur

Baca juga: Kisah Yoga Pertahankan Kelestarian Adat Melayu di Lingga, Tanjak Warisan Jadi Kebanggaan

Pada 2016 lalu, ia rutin mengikuti pameran di Batam. Beberapa bulan kemudian, ia mendapat pekerjaan baru sebagai Marketing Communication (Markom) di sebuah media. Hal ini lantaran usaha keripik kentangnya masih mengandalkan pameran. Belum dipasarkan melalui sosial media.

"Usaha tetap jalan. Tetapi melalui WA saja," kata Yuyun.

Selanjutnya pada 2018, pameran pun kembali marak. Sambil kerja, ia juga mengikuti berbagai pameran di Batam sembari memasarkan keripik kentangnya.

"Setiap aku pameran tak pernah tak habis selalu habis. Pernah suatu hari tak habis. Tapi langsung ada yang borong, nah itu orang Pemko. Ternyata keripikku itu sudah mulai dikenal. Kendalanya itu aku gak urus PIRT-nya," katanya.

Keripiknya sendiri ada 9 varian. Sepanjang perjalanannya, banyak masukkan dari teman sekelilingnya untuk kemajuan usaha keripik kentangnya semakin berkembang.

Namun pada 2019 silam, wanita asal Yogyakarta ini fokus untuk menjalani kariernya. Sehingga usahanya sempat tidak dilanjutkan lagi. Selanjutnya pada 2020, Yuyun resign dari pekerjaannya tersebut.

Ditambah lagi dengan situasi pandemi Covid-19, ia kembali pulang ke usahanya membuat keripik kentang.

"Setiap aku tinggalin, aku kembali lagi ke sini (usaha keripik kentang). Memang mungkin tuntunanku di sini. Aku kembangin lagi usahanya. Itukan pas momen bulan puasa tahun lalu, pesananku bisa capai 200 toples," katanya.

Di tahun tersebut, ia merasakan kepuasan dengan hasil karyanya. Lantaran artis-artis bersedia endorse tanpa ada bayaran atau gratis. Sejak saat itu, usahanya menjadi konten.

Seiring waktu, ia kembangkan usahanya lewat e-commerce Tokopedia. Tak disangka, ternyata keripik kentangnya banyak yang pesan. Menurutnya 2020 itu merupakan tahun digital.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved