Breaking News:

RAMADHAN 2021

Jelang Ramadhan 2021, Komisi II DPRD Batam Minta Disperindag Datangi Distributor

Anggota DPRD Batam Rubina Situmorang mengingatkan agar distributor tak ambil untung banyak saat jelang Ramadhan.Pihaknya akan menggelar RDP

tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi
Foto Anggota DPRD Batam Rubina Situmorang. Jelang Ramadhan 2021, Komisi II DPRD Batam Minta Disperindag Datangi Distributor 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Mengatasi lonjakan harga dan kelangkaan sejumlah barang pokok (bapok) jelang Ramadhan, Anggota Komisi II DPRD Batam, Rubina Situmorang meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam turun ke lapangan.

Mengingat hal ini sering terjadi menjelang Ramadhan dan Idulfitri.

"Disperindag harus turun ke lapangan. Jangan sampai ada penumpukan sembako sehingga harga menjadi mahal," kata Rubina, Sabtu (3/4/2021).

Di tengah situasi pandemi Covid-19, ia berharap masyarakat tak terbebani dengan lonjakan harga. Sehingga seluruh umat muslim bisa beribadah dengan hati yang nyaman.

"Para distributor, jangan ambil untung yang banyak dan jangan tumpuk-tumpuk barang. Buanglah ego pribadi," tegasnya.

Baca juga: JELANG Ramadhan 2021, Pemko Tanjungpinang Pastikan Kawal Stabilitas Harga Bahan Pokok

Baca juga: Bulan Ramadhan Sebentar Lagi, Amankah Vaksinasi saat Sedang Berpuasa? Ini Penjelasan Kemenkes

Rubina melanjutkan, dalam waktu dekat Komisi II DPRD Batam akan melangsungkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait mengatasi lonjakan harga menjelang Ramadhan dan Idulfitri. Pihaknya sejauh ini akan menjadwalkannya.

Sebelumnya diberitakan, menjelang bulan suci Ramadhan, sejumlah komoditas pangan di pasar sudah mengalami kenaikan. Demikian hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau.

"Kebutuhan barang pokok memang mengalami kenaikan. Salah satunya daging," ujarnya.

Pihaknya sudah memanggil distributor daging beberapa waktu yang lalu. Memang, katanya, saat ini jumlah impor daging es dari Australia dan Brazil sedang mengalami penurunan.

"Daging beku jadinya mahal karena stoknya sedikit," kata Gustian.

Mengantisipasi ini, Disperindag sudah meminta impor daging dari wilayah lain di Indonesia. Sementara untuk komoditas telur, masih tetap diimpor dari Medan dan sejauh ini masih aman prosesnya.

Selain itu, untuk komoditas pangan lainnya, Disperindag juga mengambil pasokan dari Padang dan Riau. Masuk melalui Buton langsung ke Batam.

"Kalau wilayah dekat, jadi tak terlalu mahal. Jadi kita tak hanya menunggu dari Jawa saja. Sehingga 2 minggu sebelum Ramadan diharapkan tidak ada harga sembako yang mahal," kata Gustian.

(tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Batam

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved