TRIBUN WIKI
Apa Itu Telur Paskah? Ternyata Begini Sejarah dan Maknanya
Meski ada banyak budaya berbeda dalam merayakan paskah, telur tak pernah absen muncul dalam Hari Raya Kebangkitan Yesus Kristus ini.
TRIBUNBATAM.id - Perayaan paskah selalu identik dengan adanya telur.
Meski ada banyak budaya berbeda dalam merayakan paskah, telur tak pernah absen muncul dalam Hari Raya Kebangkitan Yesus Kristus ini.
Paskah dirayakan setiap bulan April dengan beribadah dan melakukan sejumlah tradisi khas.
Konon, kebangkitan Yesus Kristus ini identik dengan telur.
Selain untuk disantap, telur juga dihias dengan cat warna-warni.
Ada pula cokelat yang berbentuk telur ayam.
Telur paskah merupakan bentuk simbol kebangkitan Yesus Kristus bagi para umat Kristiani.
Lantas, apa itu Telur Paskah?
Bagaimana sejarah dan maknanya?
Sekilas tentang Telur Paskah
Pembagian Telur Paskah selalu menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Katolik khususnya anak-anak.
Ada yang langsung dibagikan kepada anak-anak usai Perayaan Ekaristi pada Hari Paskah.
Namun, ada juga yang sengaja menyembunyikan telur itu di tempat tertentu lalu menyuruh anak-anak untuk menemukannya.
Telur Paskah berasal dari tradisi kesuburan kaum Indo-Eropa di mana telur merupakan simbol musim semi.
Di Persia misalnya, orang biasa saling menghadiahkan telur pada saat perayaan musim semi. Hal tersebut menandakan akan dimulainya tahun yang baru.
Baca juga: Apa Itu Eating Disorder, Salah Satu Jenis Penyakit Mental, Jangan Sepele Sebelum Menyesal
Baca juga: Apa Itu Baobab? Pohon Raksasa Asli Madagaskar Viral Dibeli Crazy Rich Semarang
Baca juga: Apa Itu Twitch? Situs Streaming Ladang Uang Para Streamer, Begini Cara Kerjanya
Sejarah
Tradisi Telur Paskah mulai muncul pada abad pertengahan di Eropa (5-15 M).
Ada beberapa pandangan yang berbeda dari para ahli tentang Telur Paskah ini.
Namun demikian, banyak akademisi meyakini Paskah pertama kali berasal dari Festival Anglo-Saxon.
Dalam festival ini, masyarakat Anglo-Saxon merayakan Dewi Eastre dan kedatangan musim semi, dalam artian kebangkitan alam setelah musim dingin.
Namun, ada pemikiran lain yang menyatakan Telur Paskah adalah tradisi turun-temurun dari bangsa Mesopotamia.
Tradisi pemberian telur pada Hari Paskah ini pertama kali dipopulerkan oleh bangsa Mesopotamia pada abad kedua sebelum Masehi.
Pada masa itu, pemerintah membagikan telur-telur kepada penduduknya dalam rangka ucapan syukur memasuki musim semi.
Seiring masuknya agama Kristen ke tanah Mesopotamia, tradisi ini berubah menjadi kebiasaan yang dilakukan pada Hari Paskah.
Secara kebetulan tradisi tersebut selalu dilakukan pada setiap awal musim semi.
Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada musim semi, telur juga dipercaya sebagai simbol kelahiran atau kebangkitan yang identik dengan perasaan Paskah.
Selain itu, ada pemikiran yang menyebutkan asal usul perayaan Telur Paskah berasal dari Raja Edward di Inggris pada tahun 1300.
Di satu sisi ada pula sejarah yang mengatakan bahwa telur Paskah ini berasal dari tradisi di Amerika Serikat.
Tradisi ini menyatakan pada saat Paskah selalu dibarengi dengan migrasi burung undan.
Secara tidak langsung burung-burung tersebut meninggalkan banyak telur di berbagai tempat.
Jika dilihat, tidak ada perikop dalam Kitab Suci yang menulis tentang Telur Paskah ini.
Namun demikian, tradisi yang diwariskan dalam Gereja Katolik itu bukan merupakan sesuatu yang buruk.
Makna
Masyarakat zaman dulu menganggap telur adalah simbol kelahiran kembali dan memakannya untuk merayakan kedatangan musim semi yang dipercaya bahwa dewa matahari telah kembali setelah musim dingin.
Bagi umat Kristen zaman dulu, telur ayam yang dicat tidak hanya sekadar hiasan, namun juga penuh simbolisme.
Misalnya yaitu pewarna merah melambangkan darah Kristus dan cangkang telur melambangkan makamnya.
Memecahkan cangkang membuat umat Kristiani mengingat tentang kebangkitan Kristus dari kematian.
Bahkan, tradisi menggulung telur Paskah yang masih dipraktikkan anak-anak hingga saat ini melambangkan penggulingan batu di luar kuburan Kristus di Yerusalem.
Contohnya seperti di Amerika Serikat, "The Easter Egg Roll", salah satu acara komunitas tahunan yang sering diadakan di halaman rumput Gedung Putih, setiap hari Senin pertama setelah Paskah.
Alasan lain mengapa telur dikaitkan dengan Paskah karena ratusan tahun orang Kristen dilarang makan semua jenis produk hewani, termasuk telur ayam selama pra-Paskah.
Pra-Paskah merupakan masa 40 hari umat harus menjalankan puasa untuk merefleksi kehidupan mereka menjelang Paskah.
Kemudian di hari Paskah, mereka akan menyantap telur sebagai bentuk perayaan untuk menandai akhir pra-Paskah.
Dalam tradisi Kristen, telur Paskah biasanya akan dilukis atau diwarnai kemudian disajikan kepada anak-anak sebagai suguhan istimewa di akhir Pekan Suci.
Baca juga: Apa Itu Airgun, Senjata yang Dipakai Zakiah Aini Saat Teror Mabes Polri, Dimana Beli Senjata?
Baca juga: Apa Itu Lone Wolf Terorisme? Julukan Bagi ZA yang Serang Mabes Polri Sendirian, Ini 4 Tipenya
Baca juga: Terduga Teroris Mabes Polri Punya Kartu Perbakin, Apa Itu? Erat dengan Senjata Api
Tradisi
Tradisi menghias telur berawal ketika telur dilarang untuk dimakan selama minggu menjelang Paskah oleh pemimpin gereja.
Pekan menjelang Paskah kerap disebut sebagai Pekan Suci.
Oleh karena itu, banyak telur-telur yang dihasilkan pada minggu tersebut disimpan dan didekorasi untuk dijadikan sebagai telur Pekan Suci.
Telur yang sudah dihias kemudian diberikan kepada anak-anak sebagai hadiah.
Masyarakat era Victoria mengadaptasi tradisi tersebut dengan telur-telur kardus yang diselimuti satin.
Di dalamnya dipenuhi dengan hadiah Paskah.
Selain itu, juga ada tradisi berburu Telur Paskah.
Awalnya kegiatan tersebut tumbuh dari tradisi anak-anak Jerman yang mencari pretzel tersembunyi selama musim Paskah.
(*)
Berita lain tentang TRIBUN WIKI
Baca berita terbaru lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/dgfsas.jpg)