Minggu, 14 Juni 2026

Siapa Marwa Elselehdar? Sosok Perempuan yang Disalahkan dalam Kemacetan di Terusan Suez

Ketika Terusan Suez terblokir, Elselehdar sedang bekerja sebagai orang kedua yang paling bertanggung jawab dalam komando kapal Aida IV, ratusan ...

Tayang:
Kompas.com
Marwa Elselehdar, kapten kapal perempuan pertama di Mesir. (BBC INDONESIA) 

TRIBUNBATAM.id, MESIR - Pada Maret lalu, Marwa Elselehdar (29), kapten kapal perempuan pertama di Mesir, melihat ada keanehan. 

Muncul berita kapal kontainer raksasa, Ever Given, yang kandas di Terusan Suez, menyebabkan salah satu rute pelayaran tersibuk di dunia, terhenti. 

Namun, ketika dia memeriksa teleponnya, beredar rumor di media daring mengatakan dia yang harus disalahkan. 

"Saya terkejut," kata Marwa, kapten kapal perempuan pertama Mesir

Ketika Terusan Suez terblokir, Elselehdar sedang bekerja sebagai orang kedua yang paling bertanggung jawab dalam komando kapal Aida IV, ratusan mil jauhnya di Alexandria. 

Kapal milik otoritas keamanan kelautan Mesir itu, sedang menjalankan misi memberikan pasokan ke sebuah mercusuar di Laut Merah. 

Kapal itu juga digunakan untuk melatih para taruna dari Akademi Sains, Teknologi, dan Transportasi Maritim (AASTMT) Arab, universitas regional yang dikelola Liga Arab. 

Desas-desus tentang peran Marwa Elselehdar di Ever Given sebagian besar didorong oleh tangkapan layar dari berita palsu yang seolah-olah diterbitkan oleh Arab News, yang mengatakan bahwa dia terlibat dalam insiden Suez. 

Tampilan foto yang telah diedit itu, terlihat berasal dari sebuah berita Arab News, yang dirilis pada 22 Maret, dan menampilkan kesuksesan Marwa sebagai kapten kapal perempuan pertama Mesir. Foto tersebut telah dibagikan puluhan kali di Twitter dan Facebook.

Beberapa akun Twitter yang mengatasnamakan dirinya juga turut menyebarkan klaim palsu bahwa dia terlibat insiden Ever Given

Marwa Elselehdar mengatakan kepada BBC bahwa dia tidak tahu siapa yang pertama kali menyebarkan kisah tersebut atau mengapa mereka melakukannya.

"Saya merasa bahwa saya mungkin menjadi sasaran, barangkali lantaran saya perempuan sukses di bidang ini atau karena saya orang Mesir, tetapi saya tidak yakin," ujarnya. 

Ini bukan pertama kalinya dia menghadapi tantangan dalam industri yang secara historis didominasi kaum lelaki. Saat ini, perempuan hanya mencapai 2 persen di dunia kelautan, menurut Organisasi Maritim Internasional.

Marwa mengatakan, dia selalu menyukai laut dan terinspirasi untuk bergabung dengan armada niaga setelah kakaknya mendaftar di AASTMT.

Baca juga: Buntut Kemacetan di Terusan Suez, Otoritas Mesir Minta Ganti Rugi Rp.14,5 Triliun

Walaupun akademi hanya menerima laki-laki pada saat itu, dia tetap melamar dan diizinkan untuk bergabung setelah ada upaya peninjauan hukum oleh Presiden Mesir saat itu, Hosni Mubarak. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
Live
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved