Breaking News:

Mengungkap Sosok Saudagar Muda asal Aceh yang Jual Senjata ke ZA dan Dipakai Serang Mabes Polri

Seorang saudagar muda asal Aceh ditangkap Densus 88 kepemilikan senjata ke ZA yang dipakai menyerang Mabes Polri beberapa waktu lalu

Editor: Aminudin
kolase serambinews.com/istimewa
Foto Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id - Seorang saudagar muda asal Aceh ditangkap Densus 88 (Detachment 88) Antiteror Polri terkait penembakan yang dilakukan ZA di Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021) lalu.

Saudagar muda tersebut ditangkap bukan karena terlibat dalam penembakan, melainkan soal kepemilikan senjata api.

Sang saudagar itu bernama Muchsin Kamal (29), tercatat sebagai warga Kecamatan Peukan Baro, Pidie, Aceh.

Lantas siapa Muchsin Kamal sebenarnya? Kenapa bisa sampai menjual senjata ke ZA?

Ini disampaikan Pengamat Terorisme di Indonesia, Al Chaidar, Sabtu (3/4/2021) kemarin. Kata Al Chaidar, Muhscin Kamal merupakan mantan narapidana kasus terorisme.

Muhscin Kamal ditangkap Densus 88 Antiteror karena disebut sebagai penjual senjata jenis airgun kepada terduga teroris, ZA.

Dia pernah mengenyam pendidikan dan latihan militer (teroris) di Bukit Jalin, Jantho pada 2010 silam.

 

ZA mahasiswa terduga teroris penyerang Mabes Polri
ZA mahasiswa terduga teroris penyerang Mabes Polri (Tribun Medan/HO)

Namun begitu, Al Chaidar tampaknya yakin kalau Muchsin Kamal tidak terlibat dalam jaringan terror yang menyasar Mabes Polri tersebut.

Alasannya, menurut pengamat terorisme itu, pengusaha muda tersebut sangat anti dengan ISIS atau Islamic State of Iraq and Syam.

Sebaliknya, terduga teroris ZA yang ditembak mati petugas kepolisian saat menyerang Mabes Polri disebut-sebut berafiliasi dengan ISIS.

"Benar dia eks Jalin, tapi tidak lama, hanya dua hari ikut latihan, setelah itu pulang," kata Al Chaidar yang juga Dosen Antropologi Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe ini.

Meski dua hari, namun Muchsin Kamal tetap mendapat hukuman selama delapan tahun.

Menurut Alchaidar, tersangka sempat menjalani hukuman di Lapas Banda Aceh.

"Dia cuma ikut latihan selama dua hari, tapi hukumannya 8 tahun penjara," kata Alchaidar. 

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved