Breaking News:

Sosok Terduga Teroris yang Ditangkap di Condet Dibongkar Eks Sekretaris FPI, Agen Penyusup?

Mantan Wakil Sekretaris FPI Aziz Yanuar ungkap sosok terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Condet

Editor: Aminudin
Tribunnews/Jeprima
ILUSTRASI : Petugas kepolisian melakukan penggeledahan rumah terduga teroris di kawasan Condet, Jakarta Timur, Senin (29/3/2021). Kepolisian Polda Metro Jaya menangkap dua terduga teroris di kediamannya yang juga dijadikan ruang pamer (showroom) mobil bekas. Penangkapan kedua terduga teroris ini berkaitan dengan peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3) pagi 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Siapa sebenarnya sosok Husein Hasnyalias HH? Terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri ini disebut-sebut punya hubungan dengan FPI.

Namun hal itu dibantah mantan Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) Front Pembela Islam ( FPI) Aziz Yanuar.

Azis menyatakan bahwa Husein Hasny alias HH, terduga teroris yang ditangkap di  Condet, Jakarta Timur, sudah lama dipecat dari  FPI sejak tahun 2017.

Husein dipecat lantaran dicurigai merupakan orang yang disusupkan sebagai bagian dari operasi intelijen.

Keputusan pemecatan Husein itu terlampir dalam surat keputusan Dewan Tanfidzi Wilayah FPI Jakarta Timur dengan nomor: 005/SK-DPW FPI/RABIUL AWAL/1439 H tentang Personalia Pengurus DPW FPI Jakarta Timur periode 2015-2020.

Aziz lantas memperlihatkan SK pemecatan Husein. Dalam surat yang diperlihatkan Aziz itu tertulis bahwa keputusan pemecatan Husein itu diambil dalam rangka terlaksananya program kerja FPI di wilayah Jakarta Timur.

Dalam surat itu juga dituliskan bahwa diperlukan pergantian pengurus DPW FPI Jaktim. Maka diputuskan bahwa Husein Hasny dicopot dari jabatannya sebagai Sekretaris bidang Jihad DPW FPI Jaktim periode 2015-2020.

Husein juga diberhentikan sebagai anggota FPI. Surat itu ditandatangani oleh Ketua Tanfidzi DPW FPI Jaktim, Syafel Thaher dan Plt Sekretaris, Indra Lesmana pada 11 Desember 2017.

Namun dalam surat itu ditak dijelaskan secara rinci mengenai alasan pemecatan Husein. Hanya disebutkan bahwa keputusan itu mempertimbangkan untuk pemberian kepastian hukum dalam SK.

Aziz Yanuar mengatakan, Husein kala itu dipecat lantaran FPI sudah 'mencium' bahwa pria tersebut merupakan bagian dari operasi intelijen.

Husein, lanjutnya, juga diduga melakukan gerakan yang inkonstitusional.

Aziz mengatakan, orang-orang yang sudah dipecat FPI itu bukan lagi menjadi tanggung jawab dari bekas organisasi pimpinan Muhammad Rizieq Shihab itu. Apalagi, FPI kini telah dibubarkan.

”Sejak lama FPI sudah mencium ini adalah salah seorang dari banyak garapan operasi intelijen untuk pembusukan FPI. Dan terbukti saat ini, beberapa jadi corong dan agen pembusukan itu dengan membawa-bawa nama FPI. Orang-orang yang sudah dibuang dari FPI karena jadi antek/kaki tangan intelijen bukan lagi tanggung jawab FPI, apalagi FPI sudah dibubarkan oleh para pandir," kata Aziz.

”(Alasan Husein dipecat) karena kami mencium ada gerakan yang mengarah ke hal yang tidak konstitusional melalui yang bersangkutan. Dan ini bukan jalan dari FPI,” tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved