Biodata Kepala BNN dari Masa ke Masa Termasuk Komjen Petrus Golose
Komjen Petrus Golose menjadi Kepala BNN ke-5, berikut biodata dan profil Kepala BNN dari masa ke masa
TRIBUNBATAM.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk Komjen Petrus Golose sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Penetapan Komjen Petrus Golose sebagai Kepala BNN berdasar surat telegram dengan nomor ST 724/IV/Kep/2021, ST/725/IV/Kep/2021, dan ST 738/IV/2021 tertanggal 1 April 2021.
Selain Komjen Pol Petrus Golose, Kapolri juga memutasi sejumlah pamen dan pati Bareskrim Polri.
Badan Narkotika Nasional atau adalah sebuah Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) Indonesia yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, prekursor dan bahan adiktif lainnya kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol.
BNN dipimpin oleh seorang kepala yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
Dasar hukum BNN adalah Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
Baca juga: Akhirnya Diangkat Jadi Jenderal Bintang 3, Ini Sepak Terjang Komjen Petrus Golose yang Luar Biasa
Sebelumnya, BNN merupakan lembaga nonstruktural yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2002, yang kemudian diganti dengan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2007.
Berikut ini daftar Kepala BNN dari Masa ke Masa
1. Komjen Gories Mere

Komjen Gories Mere bernama lengkap Komjen (Purn) Drs. Gregorius “Gories” Mere.
- Tempat dan Tanggal Lahir: Flores Timur, 17 November 1954
- Pendidikan: Akademi Kepolisian (1976)
- Mulai Menjabat: 3 Juni 2008 – 1 Desember 2012
Biografi
Drs. Gregorius “Gories” Mere merupakan salah seorang penegak hukum yang karirnya cukup gemilang.
Jabatannya terus menanjak naik sampai akhirnya dia dinobatkan sebagai Ketua Badan Narkotika Nasional.
Di bawah kepemimpinannya, cukup banyak kasus narkotika yang terungkap, antara lain kasus narkoba yang melibatkan selebriti terkenal, Ahmad Albar dan Zarima si Ratu Ekstasi.
Pria yang lahir di Flores, Nusa Tenggara Timur, ini juga turut menyukseskan terbentuknya Densus 88 yang merupakan badan anti-teror di Indonesia.
Riwayat Jabatan
- 2005-2008 : Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal
- 2008 : Pjs. Kalakhar BNN
- 2009-2012 : Kepala Badan Narkotika Nasional
2. Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Dr. Anang Iskandar, M.H

Nama Lengkap: Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Dr. Anang Iskandar, M.H.
Tempat dan Tanggal Lahir: Mojokerto, Jawa Timur, 18 Mei 1958
Pendidikan: Akademi Kepolisian (1982)
Mulai Menjabat: 11 Desember 2012 – 7 September 2015
Biografi
Anang Iskandar lahir di Mojokerto, Jawa Timur pada tanggal 18 Mei 1958. Lahir dari pasangan Suyitno dan Raumah, hidup Anang Iskandar tergolong tradisional dan sederhana.
Iskandar kecil mendapat pengetahuan memotong rambut dari ayahnya yang berprofesi sebagai tukang cukur di sekitar jalan Residen Pamudji, Mojokerto.
Pengalaman masa kecil ini membuat mencukur rambut menjadi sebuah hobi yang masih sering dilakukan Iskandar ketika nanti digembleng dalam pendidikan militer AKABRI.
Pada saat masuk ke SMA, Anang Iskandar jug sempat mencoba mendalami fotografi.
Di samping itu, Iskandar juga pernah dikenal sangat menyukai seni lukis semasa mudanya.
Riwayat Jabatan
- 2011 : Kapolda Jambi
- 2012 : Kadiv Humas Polri
- 2012 : Gubernur Akpol
- 2012 : Kepala Badan Narkotika Nasional
3. Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Drs. Budi Waseso

Nama Lengkap: Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Drs. Budi Waseso
Tempat dan Tanggal Lahir: Pati, Jawa Tengah, 19 Februari 1960
Pendidikan: Akademi Kepolisian (1984)
Mulai Menjabat: 8 September 2015 – 28 Februari 2018
Biografi
Komisaris Jenderal Polisi Drs. Budi Waseso (lahir di Pati, Jawa Tengah, 19 Februari 1960; umur 57 tahun) adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 8 September 2015 menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional.
Budi, lulusan Akademi Kepolisian (1984) ini berpengalaman dalam bidang reserse.
Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Kepala Badan Reserse Kriminal Polri.
Budi merupakan menantu mantan Kapolda Bali dan Kapolda Jatim Letnan Jenderal Pol. (Purn.) Pamudji yang terakhir menjabat Deputi Kapolri tahun 1980-an (setara Wakapolri).
Riwayat Jabatan
- 2007 : Kaden Opsnal II Puspaminal Div Propam Polri
- 2008 : Kabid Propam Polda Jateng
- 2009 : Kabid Litpers Pusprovos Div Propam Polri
- 2010 : Kapus Paminal Div Propam Polri
- 2012 : Kepala Kepolisian Daerah Gorontalo
- 2013 : Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri
- 2014 : Kasespim Lemdiklat Polri
- 2015 : Kepala Badan Reserse Kriminal Polri
- 2015 : Kepala Badan Narkotika Nasional
4. Komjen Heru Winarko

Nama Lengkap: Komisaris Jenderal Polisi Drs. Heru Winarko, S.H.
Tempat dan Tanggal Lahir: Jakarta, 1 Desember 1962
Pendidikan: Akademi Kepolisian (1985)
Mulai Menjabat: 1 Maret 2018 – 1 Desember 2020
Biografi
Komisaris Jenderal Polisi Drs. Heru Winarko, S.H. lahir di Jakarta, 1 Desember 1962 adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 1 Maret 2018 mengemban amanat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional.
Drs. Heru Winarko, S.H, lulusan Akpol 1985 ini berpengalaman dalam bidang reserse.
Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Deputi Penindakan KPK.
Riwayat Jabatan
- 2010 : Wadir III/Tipikor Bareskrim Polri
- 2010 : Asdep 4/V Kamnas Kemenko Polhukam RI
- 2011 : Kepala Biro Umum Kemenko Polhukam RI
- 2012 : Kapolda Lampung
- 2015 : Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi Menko Polhukam RI
- 2015 : Deputi Penindakan KPK
- 2018 : Kepala Badan Narkotika Nasional
5. Komjen Petrus Golose

Nama Lengkap: Komisaris Jenderal Polisi Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose, M.M.
Tempat dan Tanggal Lahir: Manado, 27 November 1965
Pendidikan: Akademi Kepolisian (1988)
Mulai Menjabat: 23 Desember 2020 – sekarang
Biografi
Komjen. Pol. Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose, M.M. dilahirkan di Manado, 27 November 1965.
Ia menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian (AKPOL) tahun 1988 dan pendidikan S1 di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian tahun 1998.
Kemudian ia menamatkan Program Magister Manajemen tahun 2002.Beliau turut serta sebagai Peace Keeping Force (UN CIVPOL) di Kamboja-UNTAC (1993) dan Bosnia (2000—2001).
Petrus aktif berpartisipasi sebagai peserta dan pembicara di dalam seminar, kursus, workshop yang berkaitan dengan money laundering, cybercrime, pemberantasan narkoba dan teroris di dalam dan luar negeri.
Selain itu, beliau juga terlibat dalam penyidikan internasional di Singapura, Malaysia, AS, Jepang, Timor Timur, New Zealand, Amerika Selatan, Kamboja, Thailand dan Philipina.
Aktif terlibat dalam Panitia Kerja dan Panitia Khusus sebagai wakil dari Pemerintah RI dalam merumuskan RUU Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah diundangkan menjadi UU No. 11 Tahun 2008 pada tanggal 21 April 2008.
Sejak tahun 2006, Beliau pernah menjabat sebagai Kepala Unit V IT & Cybercrime Bareskrim Polri.
Selama kariernya, ia telah menangani dua kasus hacking di Indonesia yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap yaitu hacking website KPU dan hacking website Partai Golkar.
Petrus juga telah menulis buku berjudul “Seputar Kejahatan Hacking: Teori dan Studi Kasus” pada tahun 2008.
Ia juga peraih gelar Doktor Kajian Ilmu Kepolisian, setelah berhasil mempertahankan Disertasinya yang berjudul “Manajemen Penyidikan Tindak Pidana Hacking. Studi Kasus: Penyidikan Tindak Pidana Hacking website Partai Golkar Oleh Unit V IT & Cybercrime Bareskrim Polri” pada Sabtu, 7 Juni 2008.
Riwayat Jabatan
- 1989 : Kapolsek Lodoyo Polres Blitar Polda Jatim
- 1991 : Dantontar Akpol
- 1992 : Paur Ops Dit Samapta Polda Metro Jaya
- 1994 : Kasubnit Pencurian Polda Metro Jaya
- 1995 : Kasubnit Jatanras Dit Serse Polda Metro Jaya
- 1998 : Dan Unit II Pok Serse Reaksi Cepat Sat Resmob Korserse Polri
- 2001 : Penyidik Madya Pokdik I Subdit Lidik Dit Serse
- 2002 : Pamen Sespim Dediklat Polri
- 2002 : Penyidik Wreda Dit I/Kam Dan Trannas Bareskrim Polri
- 2003 : Kasat IV/Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya
- 2005 : Wakaden 88/Antiteror Polda Metro Jaya
- 2006 : Kanit V Dit II/Ekonomi Dan Khusus Bareskrim Polri
- 2010 : Wadir II/Ekonomi Dan Khusus Bareskrim Polri
- 2010 : Pamen Mabes Polri (Diarahkan pd Badan Nasional Penanggulangan Terorisme)
- 2010 : Direktur Penindakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme
- 2015 : Deputi Bidang Kerja Sama Internasional Badan Nasional Penanggulangan Terorisme
- 2016 : Kapolda Bali
- 2020 : Kepala Badan Narkotika Nasional