Breaking News:

BATAM TERKINI

Pulau Anak Karas Batam Dapat Bantuan Infrastruktur Penyelamatan Penyu 

Pulau Anak Karas Kecil, Kelurahan Karas, Kecamatan Galang, Batam memperoleh bantuan infrastruktur penyelamatan penyu.

ISTIMEWA
Pelepasan anak penyu (tukik) di pantai Pulau Anak Karas Kecil, Kecamatan Galang, Batam, dipimpin oleh Ketua Harian Pramuka Kwarcab Batam, Jefridin Hamid, Minggu (11/4/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Lokasi tempat bertelur penyu di Pulau Anak Karas Kecil, Kelurahan Karas, Kecamatan Galang, Batam memperoleh bantuan infrastruktur penyelamatan penyu, pada Minggu (11/4/2021).

Bantuan ini berupa rumah penetasan dan kolam asimilasi, enam unit kerangkeng berbahan stainless steel,serta dana operasional untuk Pulau Anak Karas Kecil yang merupakan hasil kolaborasi Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Batam dengan program CSR PT Epson.

Ketua Harian Pramuka Kwarcab Batam, Jefridin Hamid mengatakan, bentuk kolaborasi ini sangat diperlukan dalam upaya menjaga ekosistem laut dan kelestarian penyu di Kota Batam.

Dalam hal ini, peran masyarakat pesisir dalam pelestarian lingkungan pulau harus didukung penuh oleh semua pihak.

"Penyu ini merupakan hewan yang dilindungi dan sudah menjadi tanggung jawab kita bersama dalam menjaga kelestariannya. Di sini kami membangun infrastruktur agar harapannya banyak penyu yang menetas dan dilepas liarkan di pulau ini," ujar Jefridin dalam seremoni pelepasan anak penyu (tukik).

Jefridin mendorong lebih banyak warga memiliki kepedulian dalam pelestarian lingkungan, terutama ekosistem pesisi pulau Batam.

Baca juga: RAMADHAN 2021 - Kangen Berburu Takjil? Cobain Kuliner Bazaar Wonderfood Ramadhan Taman Dang Anom

Pihak pemerintah juga tengah berupaya memberikan beragam pelatihan dan program peningkatan SDM untuk mengedukasi masyarakat.

Perlu diketahui, pada 2019 lalu, terdapat 1.027 ekor tukik yang berhasil dilepas liarkan dari 15 sarang penyu di Pulau Anak Karas.

Namun jumlah itu mengalami penurunan pada 2020 akibat cuaca ekstrim dan curah hujan tinggi di musim bertelur penyu, sehingga hanya terdapat 500 tukik dari 11 sarang yang dilepas liarkan.

Manajer Facility, Service and Environment PT Epson Batam, Dedi Novera mengatakan, program CSR berbasis lingkungan dari PT Epson Batam sudah dijalankan sejak tahun 2015.

Selain mendukung ekosistem penyu di Pulau Anak Karas Kecil, program ini juga menyokong transplantasi terumbu karang di Pulau Dedap, Kecamatan Galang, Batam, serta memberdayakan masyarakat Tanjung Piayu dalam program Bank Sampah.

"Tahun ini kami memperluas CSR dengan program konservasi penyu. Kami sudah survei pada Juni 2020 lalu, dari sana kami siapkan kerangkeng, kolam asimilasi dan dana operasional," ujar Dedi.

Dedi berharap, bantuan ini dapat berkontribusi dalam pelestarian lingkungan, di samping juga mendorong peningkatan pendapatan masyarakat. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Penulis: Hening Sekar Utami
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved