Breaking News:

RAMADHAN 2021

Tata Cara Mandi Wajib Jelang Puasa Ramadhan, Lengkap dengan Bacaan Niat dan Doa

Mandi wajib hukumnya laki-laki maupun perempuan muslim yang telah dewasa atau telah memasuki masa baligh dan mengalami salah satu hal berikut ini.

Editor: Danang Setiawan
Instagram/wishboyke
Tata Cara Mandi Wajib Jelang Puasa Ramadhan, Lengkap dengan Bacaan Niat dan Doa 

TRIBUNBATAM.id - Menyambut bulan Ramadhan, banyak tradisi yang dilakukan umat islam.

Salah satunya adalah tradisi mandi wajib jelang puasa Ramadhan 1442 H.

Biasanya, umat islam akan ramai-ramai membersihkan diri dari hadas besar melalui mandi wajib.

Mandi wajib pun bisa dilakukan dirumah atau diluar rumah.

Tradisi mandi wajib ini dimaksudkan agar kita dalam keadaan bersih menyambut datangnya bulan Ramadhan 2021.

Dengan begitu, kita bisa melakukan serangkaian ibadah di bulan ramadhan dan memperoleh segala amalan di bulan suci ramadhan.

Lantas, bagaimana tata cara mandi wajib sesuai aturan Islam?

Mengutip dari Tribunnews.com dan nu.Or.id dan sejumlah pendapat ulama dan jurnal Islam disebutkan umat muslim muslimah wajib bersuci dari hadas besar dengan mandi junub atau janabah.

Tujuannya adalah untuk menyucikan diri agar dapat melakukan ibadah wajib seperti salat.

Mandi wajib hukumnya laki-laki maupun perempuan muslim yang telah dewasa atau telah memasuki masa baligh dan mengalami salah satu hal berikut ini.

1. Keluar mani karena syahwat. banyak ulama yang berpendapat mandi junub diwajibkan apabila keluarnya mani secara memancar dan terasa nikmat ketika keluarnya terasa nikmat. Jadi apabila keluarnya karena sakit atau kedinginan tidak diwajibkan mandi junub. Tetapi untuk mencari aman sebaiknya mandi junub apabila keluar mani dalam keadaan apapun.

2. Jika bangun tidur dan mendapati keluarnya mani. Ulama berpendapat bahwa selama kita bangun dan mendapati adanya mani, maka kita wajib mandi, walaupun kita tidak sadar atau lupa telah mimpi basah atau tidak

3. Setelah bertemunya dua kemaluan walaupun tidak keluar mani.

4. Ketika masuk Islam menjadi muallaf.

5. Setelah berhentinya darah haidth dan nifas.

6. Ketika seorang muslim meninggal dunia. Tentu saja yang memandikannya adalah yang orang yang masih hidup. Mayat muslim wajib dimandikan kecuali jika ia meninggal karena gugur di medan perang ketika berhadapan dengan orang kafir.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved