Aksi 25 Jet Tempur China Terbang ke Perbatasan Bikin Panas, Peringatan Taiwan Tak Main-main
Apa yang dilakukan China telah melanggar wilayah udara negara pulau yang jauh lebih kecil itu selama 10 hari berturut-turut
TRIBUNBATAM.id - Kondisi hubungan Taiwan dan China kembali memanas.
Terbaru, China melanggar teritorial ke wilayah udara Taiwan.
Bahkan baru-baru ini China telah melakukan pelanggaran terbesarnya dalam setahun.
Sebab, apa yang dilakukan China telah melanggar wilayah udara negara pulau yang jauh lebih kecil itu selama 10 hari berturut-turut.
Taiwan mengatakan pesawat China, termasuk 18 pesawat tempur, memasuki zona identifikasi pertahanan udara barat daya.
Mereka mengklaim ada 14 jet tempur Jian-16, empat Jian-10, empat pembom H-6K, dua pesawat perang anti-kapal selam Y-8, dan satu pesawat peringatan dini, serta kontrol udara KJ-500 dikirim ke atas.
Kementerian Pertahanan Taiwan lalu membalasnya dengan meluncurkan jetnya sendiri untuk memberikan peringatan kepada pesawat China.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan Taiwan menjelaskan Angkatan Udara Taiwan mengirim pasukan patroli udaranya untuk membayangi mereka, mengeluarkan peringatan radio, dan mengerahkan rudal untuk memantau pergerakan mereka.
Serangan tersebut menandai pelanggaran terbesar wilayah udara Taiwan oleh pesawat Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
Laporan lokal mengklaim China mengirim jet ke Taiwan setiap hari bulan ini.
Liberty Times Taipei memperkirakan serangan telah terjadi setidaknya selama 86 hari sepanjang tahun ini.
Otoritas Taiwan mengatakan bahwa, pada tahun 2020 kemarin, jet China membuat rekor 380 serangan ke zona pertahanan udara negara itu.
Diketahui, China menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri.
Dan mereka telah berulang kali mengancam akan menyatukan kembali dua negara.
Sebelum serangan skala besar itu, pada hari Jumat lalu, 11 pesawat China, termasuk delapan jet tempur, memasuki ruang udara Taiwan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/13-4-2021-pesawat-jet-tempur-china.jpg)