6 Nama yang Disebut Berpeluang Jadi Menteri Baru Jokowi, Ini Perkiraan Jadwal Reshuffle
Inilah 6 nama yang disebut berpeluang jadi Menteri baru Jokowi, kader PAN hingga pejabat lama.
"Meskipun kita akan selalu bersuara jernih, akan memberikan masukan sifatnya korektif, masukan konstruktif, dan apa yang disampaikan PAN tentu untuk kepentingan bersama yang positif,” ujar Eddy, Kamis (15/4/2021).
4. Eddy Soeparno
Selain politisi senior, Asman Abnur, nama Sekjen PAN, Eddy Soeparno, juga muncul dalam kandidat yang disebut-sebut akan menjadi menteri baru Jokowi.
Antara Asman ataupun Eddy, satu diantara mereka kabarnya akan mengisi posisi di Kementerian Perhubungan.
5. Abdul Mu'ti
Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari menilai, Sekjen PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, layak dipertimbangkan menjadi kandidat menggantikan Nadiem Makarim.
Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet Ditengarai Hanya Mengisi Pos Kosong
Baca juga: Soal Reshuffle Kabinet Jokowi, Pengamat Sebut untuk Akomodasi Kepentingan Partai Politik
"Rasanya PP Muhammadiyah pasti dukung kalau Prof. Abdul Mu'ti jadi Mendikbudristek,” katanya, Selasa (13/4/2021).
Qodari menambahkan, sudah saatnya Kementerian Pendidikan dikembalikan pada Muhammadiyah yang telah berpengalaman mengelola sekitar 162 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Sementara, berdasarkan data Agustus 2020, Muhammadiyah memiliki jumlah SD, SMP, dan SMA, lebih banyak.
“Itu cocok untuk Muhamadiyah karena Muhammadiyah itu punya Pendidikan Dasar dan Menengah, punya Pendidikan Tinggi."
"Jadi punya skill soal Pendidikan Tinggi,” tandasnya.
6. Bambang Brodjonegoro
Pengamat politik Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin, menilai Bambang Brodjonegoro yang kini menjabat Menristek, cocok memimpin Kemendikbudristek.
"Bambang juga cocok karena dia berangkat dari akademisi."
Jokowi Belum Minta Pertimbangan
Meski sejumlah nama diisukan akan menjadi menteri baru, Presiden Jokowi hingga saat ini belum meminta pertimbangan pada Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Anggota Wantimpres, Muhammad Mardiono, mengatakan sejauh ini Jokowi baru meminta pertimbangan terkait penggabungan Kemendikbud dan Kemenristek.
"Belum. Belum ada (presiden minta pertimbangan soal menteri). Kecuali yang penggabungan, ya. Penggabungan itu," kata Mardiono, ditemui di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang No.82, Jakarta Selatan, Rabu (14/4/2021).
Ia menambahkan, dirinya tidak bisa berbicara banyak soal isu reshuffle.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/bubar-wak-bubar.jpg)