Breaking News:

Jelang Save Travel Corridor, Ini Persiapan Pemko Batam, Dari Vaksinasi Warga hingga Rakor

Kadisbupar Batam Ardiwinata mengatakan,pembukaan safe travel corridor ini perlu kesiapan. Di antaranya memvaksin warga di sekitar lokasi tujuan wisman

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Istimewa
Jelang Save Travel Corridor, Ini Persiapan Pemko Batam, Dari Vaksinasi Warga hingga Rakor. Foto Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Menyambut pembukaan pintu masuk bagi wisatawan mancanegara (wisman), Pemerintah Kota Batam segera mendata warga yang tinggal di sekitar Kawasan Nongsa. Pendataan ini untuk vaksinasi corona jelang pemberlakuan Safe Travel Corridor dalam waktu dekat ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata mengatakan, untuk percepatan Safe Travel Corridor, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pelaku wisata dan stakeholder terkait, menggelar pertemuan dan rapat koordinasi bersama Duta Besar Singapura via zoom.

Tujuannya untuk mencari formula, sekaligus membedah kebutuhan wisman ketika pintu masuk dibuka.

"Mereka butuh apa saja kita akan coba penuhi agar green travel bubble bisa berjalan dengan lancar," ujar Ardi saat berada di Kantor DPRD Batam Jumat (16/4/2021).

Salah satunya yang penting dalam pembahasan tersebut, yakni memastikan masyarakat setempat bisa divaksin. Serta pemenuhan fasilitas pendukung protokol kesehatan mulai dari kedatangan hingga tempat menginap.

Baca juga: JELANG Penerapan Safe Travel Corridor, Tiap Lokasi Tujuan Wisatawan Mancanegara Bakal Diawasi PIC

"Untuk kawasan Nongsa terdapat 12 properti mulai dari resort, hotel, golf, pelabuhan, restoran, dan lainnya. Inilah yang harus kita selesaikan. Sebenarnya semua sudah lolos CHSE, namun kita ingin memastikan kembali kesiapan ini, agar tidak ada kendala nantinya," ujarnya.

Diakuinya untuk pembukaan pintu masuk akan diujicoba di Batam, Bintan, dan Bali. Karena itu perlu persiapan yang matang untuk menjamin kenyamanan wisman selama menikmati liburan di Batam.

" Batam kondisinya berbeda dari Bintan, karena ada masyarakat juga yang berada di dekat kawasan wisata. Makanya kita akan melakukan vaksinasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi," katanya.

Sementara itu, mengenai kondisi Batam yang kembali diwarnai zona merah, Ardi mengatakan untuk pergerakan Covid-19 itu fluktuatif. Ia tetap optimis hal ini segera berakhir dan kembali ke zona hijau.

Untuk itu, penerapan protokol kesehatan penting untuk diterapkan.

Selama pertemuan, pihaknya juga menyampaikan kondisi terkini terkait jumlah kasus Covid-19. Kasus yang turun naik ini diharapkan bisa segera teratasi dengan penegasan protokol kesehatan dan pemberian vaksin.

"Semua kita sampaikan, dari Pak Dubes juga ingin kita benar-benar siap. Jadi tidak asal buka saja, karena itu kan mempertaruhkan kesiapan kita juga. Makanya kalau sudah benar-benar ready kita baru buka," terangnya.

Ia menambahkan sektor pariwisata merupakan salah satu penyumbang terbesar untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). Lebih dari 25 persen pendapatan diraih dari sektor wisata.

"Untuk itu, pemulihan pariwisata ini sangat penting dan perlu percepatan," katanya.

(tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved