Breaking News:

BATAM TERKINI

Wacana Pelebaran Jalan di Nongsa, DPRD Batam Minta Pemerintah Cari Solusi untuk Warga

Wakil Ketua II DPRD Batam Ruslan Ali Wasyim berharap pemerintah dapat mencari solusi terbaik bagi pedagang di sekitar jalan Nongsa

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id/ROMA ULY SIANTURI
Wacana Pelebaran Jalan di Nongsa, DPRD Batam Minta Pemerintah Cari Solusi untuk Warga. ilustrasi pelebaran jalan 

BATAM, TRIBUNBATAM.id – Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam rencananya akan melebarkan jalan utama di Kecamatan Nongsa Batam.

Tujuan pengerjaan proyek itu di antaranya untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Mendengar kabar itu, masyarakat di sekitar jalan meminta Pemerintah untuk mencarikan solusi untuk mereka.

Pasalnya, beberapa di antara masyarakat menggantungkan hidupnya sejak puluhan tahun di areal tepian jalan di Nongsa.

Menyikapi hal ini, Wakil Ketua II DPRD Batam, Ruslan Ali Wasyim ikut memberi perhatian tersendiri.

Baca juga: Realisasi Fly Over Simpang Kabil Tunggu Pusat, BP Batam Gesa Pelebaran Jalan Atasi Macet

Baca juga: Tak Hanya Trans Barelang Batam, Simpang Base Camp-Sei Temiang Kena Pelebaran Jalan

Ruslan mafhum, wacana pelebaran jalan utama di Kecamatan Nongsa itu menjadi salah satu program pembangunan nasional.

Meski begitu, ia berharap pemerintah dapat mencari solusi terbaik untuk masyarakat di sekitar areal jalan.

“Pembangunan tetap berjalan, tapi masyarakat harus diselamatkan. Bila perlu dilokalisir dulu sehingga aktivitas mereka untuk mencari makan tak terganggu,” ujar Ruslan kepada Tribun Batam saat ditemui, Senin (19/4/2021).

Ia mengatakan, multiplier effect (efek ganda) pembangunan sendiri harus jelas. Sehingga, tak ada pihak dirugikan dalam wacana peningkatan infrastruktur kota ke depannya.

“Kue pembangunan juga harus dinikmati masyarakat. Jadi, ada hubungan timbal balik berkesinambungan antara pemerintah dan masyarakatnya,” tegasnya lagi.

Ia memberikan contoh terkait memudarnya pesona ‘Simpang Rujak’ Kota Batam sejak digusur.

Karena itu, Ruslan meminta pemerintah betul-betul paham untuk memaksimalkan potensi daerah.

“Jangan sampai seperti Simpang Rujak. Dulu itu ikon warga Batam. Jadi dicarikan solusinya agar estetika tetap terjaga, nilai objek tak memudar.

Kalau maksimal itu, pariwisata pun juga ikut terdorong dan ekonomi kerakyatan berjalan,” pungkasnya.

(tribunbatam.id/ichwannurfadillah)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved