Sabtu, 2 Mei 2026

Seorang Brimob Tewas Dikeroyok, Sementara Prajurit Kopassus Terdapat Retak pada Bagian Tengkorak

Kasus pengeroyokan seorang anggota brimob dan kopassus terus berlanjut. Dalam insiden itu satu brimob meninggal dunia akibat pengeroyokan tersebut.

Tayang:
Tribunnews.com/ Gita Irawan
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa saat konferensi pers di Markas Pomdam Jaya Jakarta pada Selasa (20/4/2021). 

TRIBUNBATAM.id - Kejadian pengeroyokan yang korbannya adalah anggota brimob dan kopassus terus berlanjut.

Untuk diketahui satu brimob meninggal dunia akibat pengeroyokan tersebut.

Hingga seorang prajurit korps baret merah pun sampai saat ini belum sadarkan diri.

Seorang prajurit komando masih tak sadarkan diri setelah dikeroyok.

DB yang tercatat sebagai pasukan elit kopassus dikeroyok oleh orang tak dikenal atau OTK.

Seorang prajurit Kopassus korban pengeroyokan di sebuah bar di Jalan Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (18/4/2021) pagi, ternyata mengalami luka cukup serius.

Satpam Terdampak Kasus Penganiayaan Perawat RS Siloam! Kelakuannya Bikin Manajemen Kesal, Dipecat

Bharatu Yohanes Samuel Biet personil Brimob dinyatakan tewas dalam pengeroyokan. Dalam insiden yang sama, satu anggota Kopassus ikut menjadi korban dan kondisinya memprinhatinkan
Bharatu Yohanes Samuel Biet personil Brimob dinyatakan tewas dalam pengeroyokan. Dalam insiden yang sama, satu anggota Kopassus ikut menjadi korban dan kondisinya memprinhatinkan (ist)

Kepala Staf Angkatan Darat ( KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan, anggotanya yang menjadi korban pengeroyokan itu mengalami keretakan pada bagian tengkorak.

Pengakuan Pelaku Penganiayaan Perawat di Palembang: Saya Emosi Sesaat, Saya Mohon Maaf

Andika menyebut cedera yang dialami prajurit korps baret merah itu cukup berat dan korban pun tak sadarkan diri.

”Yang jelas ada keretakan pada tengkorak sehingga cederanya cukup berat.

Ini yang saya terima baru kemarin pagi. Mungkin tidak terlalu jauh kondisinya saat ini,” kata Andika saat konferensi pers di Gedung Pomdam Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (20/4/2021).

Andika mengaku tengah mendalami kejadian itu.

Pemeriksaan tak hanya dilakukan pada pelaku eksternal, tetapi anggota tersebut juga harus menjalani pemeriksaan.

Pelaku Penganiayaan Perawat Perempuan di RS Siloam Palembang DITANGKAP!

Hal ini berkaitan dengan keberadaan anggota Kopassus tersebut di lokasi kejadian lantaran waktu dan lokasi tempat prajurit itu berada dianggap tidak normal bagi seorang prajurit TNI.

”Kita tidak hanya kejar pelaku. Tapi kita juga ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, karena memang itu bukan jam yang kami anggap normal bagi seorang prajurit ada di situ,” kata Andika.

”Kita terus melakukan koordinasi yang erat dengan pihak Polda, untuk para pelakunya. Tetapi secara internal kita terus mendalami, mereka berada di situ ngapain?" katanya.

Andika berjanji tak akan menutup-nutupi apa yang dilakukan prajuritnya pada Minggu pagi di lokasi tersebut.

"Kita harus objektif, apa yang menjadi peran tindak pidana orang lain harus diproses. Kita akan cari sejelas-jelasnya apa yang terjadi," sambungnya.

Lebih lanjut Andika juga mengatakan, kegiatan-kegiatan di luar tugas formal sebagai prajurit TNI, apalagi di jam dan tempat tak semestinya harus dihilangkan. Kejadian ini diakuinya menjadi bahan evaluasi di satuannya agar hal serupa tak kembali terulang.

"Ini harus dihentikan, enggak boleh ini dilakukan karena memang enggak ada hubungannya dengan tugas pokok kami," tutur Andika.

Bripka M Bergulat dengan Buronan Penganiayaan, Jatuh ke Sungai Lambaikan Tangan Sebelum Hilang

Dikawal

Untuk mengawal kasus tersebut Andika sudah menugaskan empat jenderal di TNI Angkatan Darat (AD). Empat jenderal tersebut yakni Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD, Asisten Intelijen KSAD, Pangdam Jaya, dan Direktur Hukum TNI Angkatan Darat (Dirkumad).

Para jenderal bintang tiga hingga bintang satu tersebut ditugaskan untuk mencari kejelasan terhadap peristiwa tersebut.

”Intinya proses dikawal mulai dari Komandan Pusat Polisi Militer (AD), Asisten Intelijen KSAD, Dirkumad, kemudian yang di bawah ditangani langsung oleh Pangdam Jaya. Kita akan cari sejelas-jelasnya apa yang terjadi," kata Andika.

Sebelumnya, seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal.

Dugaan Penganiayaan Pembangunan SUTT di Bandara Mas, Terlapor Mangkir Panggilan Polisi

Pengeroyokan terjadi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu (18/4) pagi.

Insiden pengeroyokan yang dialami DB dan YBS tersebut dibenarkan oleh Camat Kebayoran Baru Tomy Fudihartono.

Peristiwa pengeroyokan itu juga diunggah akun Instagram @ndorobeii. Video yang diunggah akun tersebut menulis keterangan tentang pengeroyokan tersebut. Namun, tak ada aksi kekerasan yang ditampilkan dalam video tersebut.

Akun @ndorobeii menuliskan bahwa insiden tersebut bermula saat mayat YSB ditemukan tergeletak di trotoar Jalan Faletehan, Kelurahan Melawai, Kebayoran Baru, Jaksel sekitar pukul 7.41 WIB oleh dua warga.

Dua korban kemudian dilarikan menggunakan taksi ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta.

Satu korban berinisial YSB tewas karena kehabisan darah setelah mengalami luka di bagian tangan dan paha diduga karena sayatan senjata tajam. Sementara anggota TNI berinisial DB masih dalam penanganan medis.

(*/tribunbatam.id)

BACA JUGA BERITA TERBARU TRIBUNBATAM.id di GOOGLE NEWS

Baca Juga Berita lain tentang PENGANIAYAAN

Baca Juga Berita lain tentang TNI

Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Kopassus yang Dikeroyok Belum Sadarkan Diri, KSAD Andika Perkasa: Ada Keretakan pada Tengkorak 

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved