Sabtu, 25 April 2026

BATAM TERKINI

579 Warga Batam Masih Dirawat karena Kena Covid-19, Pasien Baru Bertambah 65 Orang

579 warga Batam saat ini tercatat sebagai kasus aktif Covid-19 yang sedang dirawat. Kemarin, Selasa (27/4/2021) ada penambahan kasus baru sebanyak 65.

FREEPIK.COM
579 warga Batam saat ini tercatat sebagai kasus aktif Covid-19 yang sedang dirawat. Kemarin, Selasa (27/4/2021) ada penambahan kasus baru sebanyak 65. Ilustrasi 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Jumlah kasus aktif Covid-19 yang sedang dirawat di Kota Batam meningkat menjadi 579 orang.

Angka itu setelah Selasa (27/4/2021), bertambah 65 kasus baru dalam sehari.

Hampir seluruh kasus baru tersebut tergolong ke dalam Asimptomatik, dan dirawat di RSKI Covid-19 Galang.

Namun ada pula empat pasien bergejala (Suspek) yang dirawat di beberapa rumah sakit Kota Batam.

Di antaranya, pasien bernomor kasus 7005, seorang karyawan swasta berusia 28 tahun.

Yang bersangkutan mengalami keluhan batuk pilek, hilang kemampuan indera penciuman, serta sesak napas.

Kini ia dirawat di RS Elisabeth Batam Kota.

Kemudian ada pula pasien bernomor kasus 7008, seorang karyawan swasta berusia 45 tahun.

Baca juga: SEORANG TKI di Rusun Batamec Kena Covid-19 saat Swab Test Tahap II

Sempat mengalami keluhan demam dan sakit kepala, kini pasien dirawat di RS Awal Bros.

Penambahan jumlah kasus ini mengakibatkan angka kasus Covid-19 di Batam kini mencapai 7069 kasus, yang mana 6329 di antaranya telah sembuh, dan 161 meninggal dunia.

"Saat ini tingkat kesembuhan menurun di angka 89,5 persen, tingkat kasus aktif menjadi 8,2 persen, sedangkan tingkat kematian 2,2 persen," ujar Ketua Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmardjadi.

Dengan demikian, terdapat delapan kecamatan berzona merah di Batam, yaitu Nongsa dengan 26 kasus, Batam Kota 153 kasus, Sei Beduk 29 kasus, Sagulung 49 kasus, Batuaji 83 kasus, Sekupang 97 kasus, Lubukbaja 57 kasus, dan Bengkong 54 kasus.

Sementara itu, Kecamatan Belakangpadang dengan 12 kasus, dan Batuampar dengan 18 kasus masih berzona oranye. Bulang berzona kuning dengan 1 kasus aktif, sedangkan Galang masih berzona hijau tanpa kasus Covid-19.

Seorang TKI Positif Covid-19

Seorang TKI yang sedang menjalani isolasi di Rusun Batamec Tanjunguncang Batam terkonfirmasi positif covid-19 saat tes swab kedua kalinya.

dr Anggita, Tim Satgas Penanganan PMI di Rusun Tanjunguncang mengatakan, dari 643 PMI yang ada di Rusun Tanjunguncang, 130 orang di antaranya sudah menjalani swab kedua dan satu orang di antaranya dinyatakan Positif.

"Jadi hasil swab pertama seluruhnya negatif, tetapi setelah dilakukan swab kedua ada satu orang PMI yang positif," kata Anggita.

Satu PMI yang dinyatakan positif covid-19 tersebut berada di Rusun Batamec Tanjunguncang.

"Kalau PMI lain, masih menunggu hasil swab pertama dan ada juga yang menunggu hasil swab ke dua," kata Anggita.

dr Anggita mengatakan, sampai saat ini pemulangan PMI dari Singapura dan Malaysia terus terjadi.

"Hampir setiap hari ada PMI yang pulang maupun dipulangkan dari Malaysia dan Singapura," kata Anggita, Selasa (27/4/2021).

Membludaknya jumlah PMI tersebut karena aturan baru saat ini, PMI yang sudah tiba di Batam harus menjalani dua kali swab.

"Jadi tidak cukup satu kali swab, ini yang membuat PMI membludak," kata Anggita.

Baca juga: Corona di Kepri Meningkat, Rencana Pembukaan Pintu Masuk Wisman ke Bintan Ditunda

Baca juga: Satu Balita dan 4 Remaja Sembuh Corona di Natuna, Bagian dari 10 Pasien Sembuh Covid

Sebelumnya diberitakan, Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau yang lebih dikenal dengan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dipulangkan ke Indonesia lewat Batam membludak.

Dua rumah penampungan PMI di Batam selama menjalani karantina, yakni Rusun Batamec dan Rusun BP Batam penuh.

Alhasil, Rusun Putra Jaya kembali dibuka untuk menampung PMI yang baru dipulangkan dari Malaysia dan Singapura.

Data terbaru PMI yang ada di Batam, yakni Rusun BP Batam 140 orang, Rusun Pemko (Batamec) sebanyak 364 orang, dan Rusun Putra Jaya sebanyak 139 orang.

Total PMI yang sedang menjalani karantina sembari menunggu hasil swab di Rusun sebanyak 643 orang. 

Butuh Bantuan Dana

Sementara itu, Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad mengaku, pembahasan recofusing anggaran untuk pemulangan TKI di  Batam masih dalam tahap menunggu. 

"Kita menunggu recofusing anggaran. Kita akan akomodir, berapa anggaran dana yang diajukan," tutur Amsakar.

Pemko Batam akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) terkait pemulangan WNI yang bekerja di Malaysia maupun Singapura. 

Saat ini, pihaknya akan menggunakan anggaran yang ada di Pemko Batam untuk penanganan PMI yang tinggal sementara di Kota Batam 

"Dari BNP2TKI juga kita harapkan dukungan. Dan kita optimalkan semua dukungan dari semua sumber. Mana yang bisa diakomodir itu yang akan kita gunakan. Tapi, saat ini kita akan gunakan anggaran yang ada di Pemko Batam, ini juga konsen kita," katanya. 

Ada 700 TKI Menunggu Dipulangkan dari Batam

Gelombang kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI masih berlanjut di tengah pandemi Covid-19.

Saat ini, PMI yang ada di Kota Batam berjumlah 700 lebih, dari data terakhir Jumat (23/4/2021) kemarin.

Seperti diketahui wilayah Kepulauan Riau (Kepri) khususnya Batam salah satu jalur dalam pemulangan TKI yang bekerja di Malaysia dan Singapura. 

Kepala Satuan Tugas Pemulangan PMI Kota Batam, Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan mengatakan, untuk pemulangan PMI melalui Batam masih menunggu keputusan pusat.

Namun, ia mengaku, sudah siap jika diminta bergerak cepat.

"Untuk PMI sementara belum dapat informasi. Belum ada keputusan. Apakah, Batam memang dijadikan pintu masuk. Tapi kami sudah siap," ujar Sigit, di Dataran Engku Puteri, Batam Centre, Selasa (27/4/2021).

Ia menegaskan para PMI yang dipulangkan harus melakukan karantina mandiri selama lima hari dan pengecekan swab PCR sebanyak dua kali.

Baca juga: CATAT! Mulai 6 Mei Kapal Ferry Lintas Provinsi dari Batam Dihentikan

Apabila hasil swab PCR menunjukan hasil negatif, TKI tersebut sudah diperbolehkan pulang ke daerah asalnya. 

"Mereka harus melalui karantina selama lima hari dan wajib melakukan swab dua kali. Hasil, swab kedua keluar baru boleh kembali ke daerahnya," jelasnya. 

Diakuinya, selama ini Batam sudah menjadi pintu masuk bagi pahlawan devisa negara, meskipun jumlahnya hanya sedikit di saat pandemi Covid-19.

Beberapa tempat penampungan sementara sudah dipersiapkan untuk menyambut pemulangan PMI secara besar-besaran.

Hal ini dikarenakan adanya aturan larangan mudik lebaran di tanggal 6 Mei-17 Mei mendatang. 

"Saat ini, tengah persiapan beberapa penampungan yang bekerjasama dengan Pemko," beber Sigit. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami/Pertanian Sitanggang/Roma Uly Sianturi)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved