Jumat, 29 Mei 2026

BATAM TERKINI

Klinik Panacea Batam Pastikan Tak Pakai Alat Tes Antigen Covid-19 Bekas

Pemilik Klinik Panacea Batam memastikan kliniknya tak pernah menggunakan alat tes antigen covid-19 bekas. Kit antigen yang digunakan masih tersegel

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ROMA ULY SIANTURI
Klinik Panacea Batam Pastikan Tak Pakai Alat Tes Antigen Covid-19 Bekas. Foto Pemilik Klinik Panacea Batam, Gabriel Sianturi 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Menanggapi kasus adanya penggunaan antigen bekas di Medan, Pemilik Klinik Panacea yang berada di Tiban Bukit Asri Blok A No 1, RW 4, Tiban Baru, Sekupang, Batam, Gabriel Sianturi memastikan pihaknya tak pernah menggunakan antigen bekas. Ia mengatakan, kit antigen yang digunakan selalu masih tersegel.

"Kalau klinik kita pasti tidak," ujar Gabriel kepada Tribunbatam.id, Rabu (28/4/2021).

Ia mengakui setiap tes antigen, membutuhkan waktu 10 hingga 15 menit. Pasien bisa melihat, perawat membuka segel plastik kit, melihat alat negatif atau positifnya, kemudian sehabis digunakan perawat akan membuang kit itu ke kantong plastik sampah khusus alat medis dan disaksikan pasien.

"Kita sediakan khusus ruang antigen di lantai 1 ruangan terbuka," ujar Gabriel.

Lebih lanjut, ketika pihaknya memesan alat antigen pasti dalam bentuk box. Di dalam box ada kit yang berisikan tempat ambil sample, tiup tempat mixing sample dengan cairannya.

"Misalnya kami beli 10 box, dalam 1 box ada beberapa kit, saya lupa ada berapa. Jadi 1 kit hanya untuk pasien saja," tuturnya.

Gabriel mengaku bingung, kenapa di kota lain, kit antigen bekas bisa digunakan kembali. Pasalnya setiap kit sudah ada serial numbernya.

"Jadi setiap kit, sudah ada QR Code. Mestinya tak bisa didaur ulang. Ketika masuk ke sistem pasti tereject," katanya.

Sementara itu, seorang warga Batam yang hendak tes antigen di Klinik Tamara, Uly mengaku tak takut adanya antigen bekas. Pasalnya, perawat yang melakukan pengecekan membuka segel alat antigen di depan konsumen.

"Saya tak takut, itukan di Medan," ujarnya kepada Tribunbatam.id.

Hal yang sama diungkapkan warga Nongsa, Cori. Ia mengaku tak takut alat tes yang digunakan petugas kesehatan bekas. Ia kerap menggunakan antigen untuk keperluan pekerjaan ataupun perjalanan keluar kota.

"Kita percaya sama petugas. Kalau dia berbuat yang tidak-tidak dia berdosa," katanya.

Kadinkes Batam Jamin Tak Ada Faskes Daur Ulang Alat Tes Antigen Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi menjamin tidak ada petugas kesehatan di Batam yang menggunakan alat antigen bekas.

Pasalnya Dinkes Kota Batam, kerap melakukan pengawasan kepada klinik atau rumah sakit yang memiliki pelayanan antigen.

"Di Batam gak ada Insya Allah," ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam ini, Rabu (28/4/2021).

Didi menegaskan, masyarakat harus jeli melihat petugas pengecekkan. Pastikan segel plastik alat antigen dibuka didepan konsumen.

"Sebelum di cek juga, segel plastik antigen harus dibuka di depan konsumen. Kalau sudah terbuka, konsumen berhak menolak," tegas Didi.

Secara berkala, pihaknya mendatangi faskes yang melayani tes antigen dan sudah memberlakukan QR Code. Pemberlakuan QR Code ini dilakukan untuk mencegah adanya alat antigen yang palsu seperti beberapa waktu yang lalu.

Baca juga: Benarkah e-Tilang di Batam Mulai Berlaku Hari Ini, Rabu 28 April? Ini Kata Dirlantas Polda Kepri

 

"Jadi begitu alat antigen sampai, kita wajibkan ada barcodenya. Di scan akan ketahuan kalau tanggalnya tak cocok," tegasnya.

Biasanya, kata Didi, kalau rumah sakit atau klinik membeli alat antigen dari agen resmi pasti barangnya akan benar dan sesuai dengan aturan.

Namun jika ada oknum yang membeli karena alat murah dan bukan dari agen yang resmi, itu dikhawatirkan alat antigen tak sesuai aturan.

"Jadi sebenarnya alatnya itu bisa dicek bisa sesuai anjuran kementerian atau tidak. Karena, ada juga di merek yang sama tapi tak diakui oleh Kemenkes," katanya.

Didi mengimbau, kalau ada masyarakat yang meragukan alat antigen tersebut bisa dicek secara online. Apakah sesuai dengan merek kementerian atau tidak. Hal ini menghindari adanya pemalsuan alat.  (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Kepri

Berita tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved