Kamis, 30 April 2026

KEPRI TERKINI

Khofifah Indar Parawansa Tandatangani Kerja sama Kepri dan Jatim di Bidang Perdagangan

Kepada Khofifah, Gubernur Kepri Ansar Ahmad berharap kerja sama yang terjalin antara Kepri dan Jawa Timur tak hanya di bidang perdagangan

Tayang:
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Foto Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, usai menandatangani perjanjian kerja sama di bidang perdagangan, Jumat (30/4/2021) di Batam. 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyepakati kerja sama perdagangan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Jumat ( 30/4/2021) di Batam.

Kerja sama ini tidak hanya pada sektor perdagangan, tetapi juga investasi dan industri. Bahkan pada pembangunan berkelanjutan.

"Kami berharap kesepakatan kerja sama ini tidak hanya di sektor perdagangan saja tetapi juga untuk sektor investasi dan industri," tutur Ansar pada acara Misi Dagang dan Investasi, Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Kepri.

"Sebab setiap Kabupaten/Kota di Kepri mempunyai keistimewaan masing-masing. Bahkan kami berharap berkelanjutan pada pembangunan lainnya,” sambungnya.

Baca juga: Gubernur Kepri Ansar Ahmad Minta ASN Jadi Role Model Pencegahan Covid-19

Baca juga: Kepala Bappenas Dukung Revitalisasi Pulau Penyengat Gagasan Gubernur Kepri Ansar Ahmad

Untuk keistimewaan setiap Kabupaten/Kota, Ansar menjelaskan seperti Kota Batam unggul di sektor industri galangan kapal, jasa pelabuhan, pergudangan, offshore dan elektronik. Ditambah lagi Batam sebagai Kawasan Ekonomi Khusus yakni kawasan bebas pajak.

Kabupaten Karimun dikembangkan menjadi kawasan industri galangan kapal, industri oil tanking, refainare oil, pertambangan granit dan industri perikanan.

Sementara Kabupaten Bintan untuk pengembangan pusat pariwisata, industri pengolahan bahan makanan dan pengolahan hasil pertambangan seperti alumina.

"Kota Tanjungpinang yang merupakan ibu kota Provinsi Kepri sedang dikembangkan sebagai pusat industri halal, pariwisata kuliner dan pariwisata religi serta sejarah," jelas Ansar.

Sedang untuk Kabupaten Natuna, Kepulauan Anambas dan Kabupaten Lingga selain pariwisata, juga akan dikembangkan industri perikanan.

Keunggulan tersebut, lanjut Ansar, ditambah dengan posisi geografis Kepri yang berbatasan dengan Malaysia dan Singapura sehingga membuat pertumbuhan ekonomi Kepri melaju pesat.

Khusus untuk sektor perdagangan yang selama ini sudah terjalin antara Batam ke Jawa Timur, nilainya mencapai Rp 565,5 miliar. Sedang nilai sektor perdagangan Jawa Timur ke Batam mencapai Rp 6,8 triliun dengan bidang perdagangan yang sama yakni pipa, crud palm oil, elektronik, bisnis hewan dan tumbuhan.

"Sebelum pandemi Covid-19, angka pertumbuhan ekonomi Kepri di atas rata-rata nasional, mencapai 7,2 persen.

Saat Covid-19 melanda, pertumbuhan ekonomi Kepri terkontraksi minus 6,6 persen pada tahun 2020. Pada April 2021 sudah mulai ada perbaikan sehingga menjadi minus 3,8 persen.

Saya menargetkan, pada akhir 2021 ini pertumbuhan ekonomi Kepri bisa mencapai 3,5 persen hingga 5,6 persen," jelas Ansar.

Untuk itu, Ansar meminta para OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan pengusaha bisa menindaklanjuti kerjasama perdagangan ini dengan sangat serius sehingga tidak hanya berhenti di seremoni penandatanganan saja.

Sementara itu Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyambut baik kesepakatan perdagangan kedua daerah. Ia berharap kerja sama tersebut terus berkesinambungan ke berbagai sektor lainnya.

"Saya berharap silaturahmi ini tidak hanya terbatas pada perdagangan saja. Tetapi juga sektor lainnya. Diharapkan kerja sama ini mampu membangun sebuah sinergitas dan penguatan kapasitas para pelaku usaha kedua daerah," ungkap Khofifah.

Menurutnya, Kepri merupakan daerah yang memiliki potensi besar dari segi geografisnya karena berbatasan dengan Singapura dan Malaysia. Mempunyai kawasan industri yang lebih banyak dan luas dari Jawa Timur.

Sementara Jawa Timur lebih punya banyak perusahaan industri dibanding jumlah kawasan industri.

Kondisi tersebut bisa menjadi peluang besar bagi Jawa Timur untuk berinvestasi di Batam. Maka itu, Khofifah juga berharap Ansar Ahmad melakukan kunjungan balasan ke Jawa Timur untuk melihat langsung keunggulan-keunggulan perdagangan dan industri di sana.

Tidak itu saja, Khofifah berharap ada kerja sama dalam peningkatan SDM ASN yang unggul dan profesional. Berhubung saat ini Jawa Timur ditetapkan oleh Kemenpan-RB sebagai Coorporate University bersama Jawa Barat.

"Kami juga siap menjadi mitra Badan Pengembangan SDM (BPSDM) ASN di provinsi seluruh Indonesia untuk menghasilkan ASN yang unggul dan profesional, produktifitas dalam capaian kinerja sehingga rupiah yang dibelanjakan terukur capainnya serta manfaatnya bisa dirasakan masarakat," tutupnya.

Sebelum meninggalkan lokasi acara, Ansar dan Khofifah menyambangi display para UMKM yang ada di lokasi acara sambil terlihat memuji produk-produk unggulan Kepri, seperti batik, kerupuk ikan dan kerajinan.

Khofifah bahkan memborong kerupuk ikan tenggiri untuk dibawa pulang ke daerahnya. Ia sempat menyampaikan pujian atas kemasan (packingan) yang bagus dan menarik serta dilengkapi dengan izin MUI.

(Tribunbatam.id/endrakaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Kepri

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved