Minggu, 26 April 2026

HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2021

2 Mei Hari Pendidikan Nasional, Berikut Fakta Sejarah & Tokoh Sentral Pendidikan Ki Hajar Dewantara

Sejarah Hari Pendidikan Nasional memang tak bisa dilepaskan dari sosok dan perjuangan Ki Hadjar Dewantara

KOMPAS/JITET KOESTANA
Ki Hajar Dewantara tokoh sentral Pendidikan Nasional. 2 Mei Hari Pendidikan Nasional, Berikut Fakta Sejarah & Tokoh Sentral Pendidikan Ki Hajar Dewantara 

HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2021

TRIBUNBATAM.id - Seluruh bangsa Indonesia akan memperingati Hari Pendidikan Nasional ( Hardiknas) yang jatuh Minggu, 2 Mei 2021.

Untuk diketahui, ditetapkannya Hardiknas adalah sebagai peringatan terhadap jasa-jasa tokoh dan pahlawan Nasional Ki Hajar Dewantara.

Tanggal 2 Mei juga bertepatan dengan hari ulang tahun Ki Hajar Dewantara.

Adapun tema peringatan Hari Pendidikan Nasional 2021 adalah “Serentak Bergerak,
Wujudkan Merdeka Belajar”.

Promo Gramedia Batam, Beri Diskon 25 Persen untuk Buku Terbitan Gramedia Spesial Hardiknas

Sejarah Hari Pendidikan Nasional

Hari Pendidika Nasional diperingati di hari lahir Ki Hajar Dewantara
Hari Pendidika Nasional diperingati di hari lahir Ki Hajar Dewantara ()

Sejarah Hari Pendidikan Nasional memang tak bisa dilepaskan dari sosok dan perjuangan Ki Hadjar Dewantara, sang pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda.

Dikutip dari National Geographic, Ki Hadjar Dewantara yang memiliki nama asli R.M. Suwardi Suryaningrat lahir dari keluarga ningrat di Yogyakarta, 2 Mei 1889.

Sejarah Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Diperingati Tanggal 2 Mei Setiap Tahunnya

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia mengenyam pendidikan di STOVIA, namun tidak dapat menyelesaikannya karena sakit.

Akhirnya, ia bekerja menjadi seorang wartawan di beberapa media surat kabar, seperti De Express, Utusan Hindia, dan Kaum Muda.

Selama era kolonialisme Belanda, ia dikenal karena berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu.

Saat itu, pemerintah Hindia Belanda hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau kaum priyayi yang bisa mengenyam bangku pendidikan.

Kritiknya terhadap kebijakan pemerintah kolonial menyebabkan ia diasingkan ke Belanda bersama dua rekannya, Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo.

Ketiga tokoh ini kemudian dikenal sebagai "Tiga Serangkai".

HARDIKNAS 2020 - Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Kenali 10 Fatwa Ajaran Ki Hajar Dewantara

Setelah kembali ke Indonesia, ia kemudian mendirikan sebuah lembaga pendidikan Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved