Sosok Sepipa Rezi Tersangka Alat Antigen Bekas di Kualanamu, Sejak Kecil Yatim Piatu

Inilah Sosok Sepipa Rezi Tersangka Alat Antigen Bekas di Kualanamu, Sejak Kecil Yatim Piatu

Tribun Medan/Riski Cahyadi
Kepolisian menghadirkan para tersangka dalam pengungkapan kasus penggunaan alat rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu, saat merilis kasus tersebut di Mapolda Sumatera Utara, Kota Medan, Kamis (29/4/2021). Polda Sumut berhasil menangkap lima orang tersangka penyalahgunaan alat rapid test antigen bekas berinisial RN, AD, AT, EK, dan EL, serta mengamankan sejumlah barang bukti hasil pelanggaran berupa alat rapid test antigen bekas yang siap untuk digunakan. Tribun Medan/Riski Cahyadi 

TRIBUNBATAM.id - Sepipa Rezi (20) menjadi salah satu dari 5 tersangka alat antigen bekas di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

Selain Sepipa, ada pula Picandi Mosko (45), Devi Jaya (20), Marzuki (30) dan R (21) yang terlibat dalam kasus ini.

Kelimanya tercatat sebagai warga Lubuklinggau dan Musi Rawas.

Diketahui, masing-masing tersangka masih memiliki kekerabatan keluarga yang dekat.

Eli (45), bibi Sepipa Rezi, mengaku kaget mendengar keponakannya ditangkap polisi.

Dikatakannya, Sepi, Devi Jaya dan Marzuki  merupakan warga Desa Lubuk Besar, Kecamatan Tiang Pungpung Kepungut Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan (Sumsel).

Sepi merupakan salah satu tersangka yang ditangkap polisi di pintu keluar Bandara Kualanamu Medan ketika tengah membawa stik antigen.

Eli tidak menyangka sama sekali bila keponakannya akan bernasib nahas ditangkap polisi dalam kasus daur ulang stik swab antigen Bandara Kualanamu.

"Tidak menyangka sama sekali, sedih rasanya," kata Eli, Minggu (1/5/2021).

Sosok Sepi di mata keluarga

Eli (45) bibi Sepipa di Desa Lubuk Besar Kecamatan Tiang Pungpung Kepungut Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan (Sumsel) 

Melansir Sripoku.com dengan judul Sosok Sepipa Rezi Asal Lubuklinggau Tersangka Alat Antigen Bekas di Kualanamu, Dia Kecil Yatim Piatu, Eli lantas menceritakan sosok Sepi tersangka alat antigen bekas tersebut.

Dikatakan Eli, Sepi merupakan anak yatim piatu, sejak kecil ia ikut dengan Eli hingga menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Muara Beliti tahun 2019 lalu.

"Karena masih ada ikatan keluarga dengan (Picandi) diajak bekerja di Medan. Semenjak bekerja, Sepi belum pernah pulang (ke Lubuk Besar)," ungkapnya.

Selama hidup bersama Eli, Sepi merupakan pribadi baik dan dikenal warga sekitar rajin beribadah, selama menempuh pendidikan SMA Sepi tidak pernah meninggalkan shalat lima waktu.

"Selama bersama saya dia (Sepi) pribadinya baik, tidak pernah keluar rumah seperti anak-anak pada umumnya, bahkan salat lima waktu tidak pernah tinggal," ujarnya.

Aktivitasnya selama pulang sekolah pun selalu dihabiskannya menolong Eli seperti menyapu dan mengepel rumah, dan sekali-sekali pergi ke Pasar membeli kekurangan isi warung milik Eli.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved